Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Langkah mengejutkan datang dari pionir Bitcoin (BTC), Erik Voorhees, setelah data on-chain menunjukkan ia mengalokasikan jutaan dolar ke emas yang ditokenisasi. Sosok yang selama ini dikenal sebagai pendukung narasi “digital gold” itu memindahkan dana besar ke PAX Gold (PAXG), memicu perdebatan di kalangan pelaku pasar crypto.
Di tengah volatilitas pasar cryptocurrency, keputusan ini menimbulkan pertanyaan apakah ia sedang melakukan lindung nilai atau mengubah strategi investasi. Pergerakan ini juga menyoroti meningkatnya minat terhadap aset dunia nyata yang ditokenisasi.
Berdasarkan data dari Lookonchain, Voorhees membuat sembilan dompet baru dan menggunakan USDC senilai $6,81 juta atau sekitar Rp114,45 miliar (kurs Rp16.806) untuk membeli 1.382 PAX Gold (PAXG). Rata-rata harga pembelian tercatat sekitar $4.926 per token atau setara Rp82,78 juta. PAXG merupakan token emas fisik yang didukung cadangan emas nyata di brankas. Setiap token mewakili kepemilikan emas secara langsung namun dalam format blockchain.
Langkah ini memicu spekulasi luas di komunitas crypto. Sebagai tokoh yang aktif sejak 2011 dan pendiri perusahaan seperti ShapeShift, Voorhees selama ini vokal menyebut Bitcoin sebagai pengganti emas fisik. Oleh karena itu, alokasi dana besar ke emas justru memunculkan tanda tanya. Namun, tidak ada bukti on-chain yang menunjukkan ia menjual BTC dalam jumlah besar.
Pergerakan tersebut terjadi saat Bitcoin (BTC) diperdagangkan lebih seperti aset berisiko dibanding safe haven tradisional. Dalam beberapa bulan terakhir, BTC menunjukkan korelasi yang lebih tinggi dengan pasar saham dibanding emas. Kondisi ini mendorong sebagian investor mempertimbangkan diversifikasi. Langkah Voorhees bisa dibaca sebagai strategi lindung nilai terhadap volatilitas pasar crypto.
Baca juga: Cardano di Ujung Tanduk? Support 4 Tahun Diuji, Sinyal Rebound Besar Muncul!
Tokenisasi emas memungkinkan investor tetap berada dalam ekosistem blockchain tanpa sepenuhnya keluar dari pasar crypto. Dengan memegang PAXG, investor memperoleh eksposur terhadap emas fisik dengan likuiditas dan transparansi blockchain. Model ini menggabungkan stabilitas aset tradisional dengan efisiensi teknologi cryptocurrency. Strategi semacam ini semakin diminati di tengah ketidakpastian pasar global.
Aksi Voorhees memicu diskusi apakah investor awal Bitcoin mulai menyeimbangkan portofolio mereka. Jika lebih banyak pemegang lama mengikuti langkah serupa, pasar bisa melihat rotasi modal ke aset dunia nyata yang ditokenisasi. Tren ini sejalan dengan meningkatnya minat terhadap real-world assets (RWA) di sektor crypto. Institusi pun semakin aktif mengeksplorasi tokenisasi obligasi dan emas.
Namun, belum ada indikasi bahwa langkah ini berarti meninggalkan tesis jangka panjang Bitcoin sebagai penyimpan nilai. Diversifikasi portofolio merupakan praktik umum dalam manajemen risiko investasi. Langkah tersebut lebih mencerminkan adaptasi terhadap kondisi pasar dibanding perubahan ideologi. Dalam ekosistem cryptocurrency yang terus berkembang, strategi fleksibel menjadi kunci bertahan.
Erik Voorhees mengalokasikan sekitar Rp114 miliar ke PAX Gold (PAXG), memicu perdebatan di pasar crypto mengenai arah strateginya. Meski dikenal sebagai pendukung “digital gold,” tidak ada bukti bahwa ia melepas Bitcoin (BTC). Langkah ini kemungkinan besar merupakan strategi diversifikasi atau hedging di tengah volatilitas. Pergerakan tersebut juga menegaskan bahwa tokenisasi aset nyata semakin relevan dalam lanskap cryptocurrency modern.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.