Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Silver price Indonesia atau harga perak di pasar domestik menjadi perhatian investor logam mulia pada 2026. Perak tidak hanya berfungsi sebagai aset lindung nilai, tetapi juga sebagai komoditas industri yang digunakan dalam elektronik, panel surya, dan kendaraan listrik. Kombinasi fungsi investasi dan kebutuhan industri membuat harga silver cenderung lebih fluktuatif dibanding emas.
Pada 2026, harga silver global bergerak di kisaran US$22–US$30 per troy ounce. Dengan asumsi kurs 1 USD = Rp16.834, maka harga tersebut setara sekitar Rp370.348 hingga Rp505.020 per troy ounce. Di pasar Indonesia, harga per gram biasanya menyesuaikan harga spot global ditambah premi distribusi dan biaya cetak.
Untuk silver batangan 1 gram, harga domestik umumnya berada di kisaran Rp8.000–Rp15.000 per gram tergantung produsen dan kondisi pasar. Perbedaan harga antar penjual dapat terjadi karena faktor merek, kemurnian, dan biaya logistik. Investor disarankan membandingkan harga beli dan buyback sebelum melakukan transaksi.
Baca Juga: 7 Fakta Satoshi Nakamoto: Sosok Misterius di Balik Bitcoin yang Mengubah Dunia
Silver price Indonesia sangat dipengaruhi oleh harga spot internasional yang diperdagangkan dalam USD. Ketika Dolar AS menguat, harga perak dalam rupiah bisa meningkat meskipun harga global stagnan. Sebaliknya, penguatan rupiah dapat menahan kenaikan harga domestik.
Selain kurs, kebijakan suku bunga global juga berdampak signifikan. Saat suku bunga tinggi, minat terhadap aset non-yield seperti perak cenderung menurun. Namun, ketika inflasi meningkat atau pasar berada dalam ketidakpastian, permintaan perak sebagai safe haven biasanya naik.

Berbeda dengan emas, sekitar setengah permintaan perak berasal dari sektor industri. Industri elektronik, energi surya, dan kendaraan listrik memerlukan perak sebagai material konduktif. Pertumbuhan sektor teknologi dan energi terbarukan di Asia turut mendorong permintaan global.
Jika permintaan industri meningkat sementara pasokan tambang terbatas, harga silver dapat terdorong naik. Namun, perlambatan ekonomi global bisa mengurangi kebutuhan industri dan menekan harga. Oleh karena itu, silver sering bergerak mengikuti siklus ekonomi.
Prospek harga perak di Indonesia pada 2026 bergantung pada kondisi makro global dan nilai tukar rupiah. Jika inflasi global tetap tinggi dan bank sentral mulai melonggarkan kebijakan moneter, silver berpotensi menguat. Sebaliknya, stabilitas ekonomi global bisa membatasi kenaikan harga.
Bagi investor, silver dapat menjadi instrumen diversifikasi portofolio selain emas dan saham. Volatilitas yang lebih tinggi berarti potensi keuntungan lebih besar, namun juga risiko lebih tinggi. Strategi pembelian bertahap dan pemantauan harga spot internasional dapat membantu mengelola risiko.
Secara keseluruhan, silver price Indonesia dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Harga spot internasional, nilai tukar rupiah, serta permintaan industri menjadi penentu utama arah pergerakan. Memahami faktor-faktor tersebut penting sebelum mengambil keputusan investasi logam mulia di 2026.
Baca Juga: 5 Perspektif AI: Apakah XRP Akan Turun di Bawah $1 di Februari 2026?
Silver ETF Tertokenisasi (SLVon) adalah token digital yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga iShares Silver Trust (SLV), ETF perak terbesar di dunia yang dikelola BlackRock.
Setiap SLVon memiliki nilai yang setara dengan saham SLV (1:1), sehingga harganya bergerak naik dan turun sesuai dengan harga perak global dalam satuan troy ounce. Melalui SLVon, investor bisa mendapatkan eksposur ke pasar perak secara on-chain dalam bentuk aset digital yang mudah diakses.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.