Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Harga silver 1 gram menjadi perhatian investor logam mulia di 2026 seiring dinamika pasar global dan permintaan industri yang terus berubah. Perak dikenal sebagai aset safe haven alternatif selain emas, namun juga punya peran penting dalam sektor industri seperti elektronik dan energi terbarukan. A
Memasuki 2026, harga silver 1 gram mengalami fluktuasi mengikuti harga spot pasar global yang bergerak volatil. Berdasarkan data harga perak batangan di pasar domestik, silver 1 gram bergerak di kisaran Rp8.000–Rp12.000 per gram pada awal tahun ini. Pergerakan ini dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dan sentimen pasar terhadap aset safe haven.
Harga spot perak dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan logam di bursa internasional serta kurs Dolar AS. Ketika Dolar AS menguat, harga silver cenderung mengalami tekanan turun, sedangkan Dolar melemah bisa mendorong kenaikan harga logam. Investor logam mulia dalam negeri biasanya melihat harga spot global sebagai acuan utama sebelum margin distribusi dan biaya produksi ditambahkan.
Baca Juga: 7 Fakta Satoshi Nakamoto: Sosok Misterius di Balik Bitcoin yang Mengubah Dunia
Salah satu faktor penting yang memengaruhi harga silver pada 2026 adalah data inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral utama, terutama The Federal Reserve (Fed) AS. Ketika inflasi melemah dan pasar menantikan penurunan suku bunga, permintaan terhadap aset safe haven seperti silver sering meningkat. Sebaliknya, suku bunga tinggi cenderung menekan daya tarik logam mulia.
Sentimen makro juga dipengaruhi oleh data ekonomi nasional dan global. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dapat menekan permintaan industri perak, namun di sisi lain meningkatkan permintaan investor terhadap aset safe haven. Seperti yang dilaporkan, rebound harga emas dan silver terjadi setelah data inflasi AS yang lemah memicu harapan penurunan suku bunga, sehingga logam mulia mendapatkan dukungan beli dari investor global.

Permintaan silver di sektor industri berperan besar dalam tekanan harga jangka menengah hingga panjang. Silver digunakan dalam berbagai aplikasi elektronik, fotovoltaik (panel surya), dan komponen otomotif elektrik. Pertumbuhan sektor energi terbarukan dan EV (electric vehicle) bisa meningkatkan kebutuhan silver, yang pada gilirannya memberi dukungan terhadap harga logam.
Permintaan industri yang kuat sering kali mengurangi persediaan untuk tujuan investasi, sehingga mendorong kenaikan harga. Ketidakseimbangan antara permintaan industri dan pasokan tambang global juga dapat menciptakan tekanan bullish pada silver. Kondisi ini menjadi salah satu katalis potensial yang harus diperhatikan investor logam mulia di 2026.
Dibandingkan dengan harga emas, silver memiliki harga per unit yang lebih rendah namun cenderung lebih volatil. Misalnya, ketika emas bergerak tajam naik atau turun dalam persentase kecil, silver bisa bergerak lebih besar dalam persentase yang sama. Karena volatilitas ini, silver sering digunakan oleh trader yang mencari peluang jangka pendek atau swing trade.
Harga silver juga dipengaruhi oleh pergerakan harga emas karena kedua logam ini sering dipandang sebagai safe haven. Ketika investor mencari perlindungan terhadap gejolak pasar keuangan, baik emas maupun silver cenderung mendapatkan aliran modal yang sama. Namun pergerakan silver biasanya lebih tajam karena basis permintaan industri yang lebih besar dibanding emas.
Prediksi harga silver 1 gram pada 2026 sangat bergantung pada keseimbangan antara permintaan industri dan sentimen makro global. Jika pasar global mengalami ketidakpastian yang berkepanjangan dan suku bunga turun, harga silver berpotensi bergerak ke kisaran atas Rp12.000–Rp15.000 per gram. Sebaliknya, jika ekonomi global stabil dan permintaan industri belum kuat, harga bisa tetap bergerak di bawah Rp10.000 per gram.
Investor logam mulia dianjurkan memantau data inflasi, kebijakan suku bunga utama, serta indikator permintaan industri secara berkala. Strategi pembelian bertahap seperti dollar cost averaging dapat membantu memitigasi risiko volatilitas jangka pendek. Dengan pendekatan disiplin dan pemahaman terhadap berbagai faktor fundamental, silver tetap menjadi opsi diversifikasi portofolio yang layak dipertimbangkan di 2026.
Silver ETF Tertokenisasi (SLVon) adalah token digital yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga iShares Silver Trust (SLV), ETF perak terbesar di dunia yang dikelola BlackRock.
Baca Juga: 5 Perspektif AI: Apakah XRP Akan Turun di Bawah $1 di Februari 2026?
Setiap SLVon memiliki nilai yang setara dengan saham SLV (1:1), sehingga harganya bergerak naik dan turun sesuai dengan harga perak global dalam satuan troy ounce. Melalui SLVon, investor bisa mendapatkan eksposur ke pasar perak secara on-chain dalam bentuk aset digital yang mudah
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.