Kenapa Harga Emas Turun? Ini 5 Faktor Utamanya

Di-update
February 14, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Harga emas, yang selama ini dikenal sebagai aset safe haven, tidak selalu bergerak naik sepanjang waktu. Dalam beberapa periode, harga emas mengalami penurunan yang mencerminkan dinamika pasar global.

Penurunan harga emas sering kali menjadi perhatian investor, terutama mereka yang memegang emas fisik atau logam mulia sebagai bagian dari portofolio. Artikel ini mengulas lima faktor utama yang dapat menyebabkan harga emas turun, dengan penjelasan singkat namun padat dan berdasarkan data serta tren ekonomi terbaru.

1. Kenaikan Suku Bunga Global

the fed crypto
Generated by AI

Salah satu faktor terpenting yang dapat menekan harga emas adalah kenaikan suku bunga oleh bank sentral seperti Federal Reserve di Amerika Serikat. Ketika suku bunga naik, imbal hasil obligasi dan instrumen berbasis bunga lainnya menjadi lebih menarik bagi investor, sehingga daya tarik emas sebagai aset tanpa bunga menurun. Akibatnya, permintaan emas cenderung turun dan harga emas bisa terkoreksi.

Kenaikan suku bunga juga memperkuat mata uang negara yang menaikkannya, misalnya dolar AS. Karena harga emas dihargai dalam dolar AS, penguatan dolar membuat emas relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan global bisa menurun dan mendorong penurunan harga.

2. Penguatan Nilai Tukar Dolar AS

Harga emas dipengaruhi secara signifikan oleh pergerakan dolar AS karena komoditas ini diperdagangkan dalam dolar di pasar internasional. Ketika dolar menguat terhadap mata uang lain, daya beli investor global terhadap emas berkurang sehingga permintaan melemah dan harga emas turun. Fenomena ini terlihat ketika indeks dolar AS berada pada level tinggi akibat kebijakan moneter ketat.

Baca juga: Apa itu Emas Kadar 75%?

Penguatan dolar juga sering kali terjadi bersamaan dengan ekspektasi kenaikan suku bunga, sehingga kedua faktor ini saling memperkuat tekanan terhadap harga emas. Investor yang mencari return biasanya beralih ke aset berbasis dolar seperti obligasi Treasury, sehingga permintaan emas sebagai aset alternatif menurun.

3. Penurunan Permintaan Industri

Sebagian permintaan emas datang dari sektor industri, termasuk elektronik dan perhiasan. Ketika pertumbuhan ekonomi melambat, permintaan industri terhadap emas dapat menurun karena produsen dan konsumen mengurangi pembelian barang mewah atau komponen produksi. Penurunan permintaan ini turut memberi tekanan pada harga emas.

Terlebih lagi, permintaan emas perhiasan di pasar besar seperti China dan India juga dapat menurun saat harga emas tinggi atau kondisi ekonomi domestik melemah. China dan India merupakan dua negara konsumen emas terbesar di dunia, dan perubahan perilaku pembelian di kawasan ini memengaruhi harga emas global.

4. Rebalancing Portofolio Investor

Investor institusi dan manajer aset sering melakukan rebalancing portofolio untuk menjaga alokasi aset yang ideal. Jika pasar saham atau instrumen berisiko lain menunjukkan kinerja yang kuat, investor mungkin mengurangi porsi emas untuk meningkatkan eksposur pada aset yang memberikan return lebih tinggi. Penjualan emas secara besar‑besaran ini dapat menyebabkan harga turun.

Baca juga: Emas 1 Gram Digadai Berapa? Inilah Penjelasan Lengkapnya!

Selain itu, ketika ekspektasi inflasi turun atau stabil, kebutuhan investor terhadap aset safe haven seperti emas berkurang, sehingga porsi emas dalam portofolio dikurangi. Rebalancing semacam ini adalah salah satu penyebab turun‑naiknya harga emas dalam jangka pendek.

5. Data Ekonomi Positif

faktor penghambat globalisasi ekonomi
Generated by AI

Data ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan kuat, seperti tingkat pengangguran rendah, pertumbuhan GDP yang tinggi, atau data penjualan ritel yang menggembirakan, dapat membuat investor lebih optimistis terhadap aset berisiko. Ketika keyakinan terhadap kondisi ekonomi tangguh meningkat, investor cenderung mengurangi alokasi pada emas dan beralih ke saham atau aset lain yang berpotensi memberikan return lebih tinggi.

Kondisi ekonomi yang kuat juga menurunkan ekspektasi inflasi tajam, sehingga salah satu alasan utama investor memegang emas — sebagai lindung nilai terhadap inflasi — menjadi kurang relevan. Penurunan permintaan emas sebagai safe haven inilah yang turut menekan harga emas.

Kesimpulan

Penurunan harga emas dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kenaikan suku bunga, penguatan dolar AS, penurunan permintaan industri, strategi rebalancing portofolio investor, serta data ekonomi yang kuat. Memahami faktor‑faktor ini penting bagi investor logam mulia agar dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat. Pergerakan harga emas mencerminkan dinamika ekonomi global, sehingga mengikuti perkembangan makro dapat membantu dalam merancang strategi yang efektif untuk menghadapi fluktuasi harga emas.

Crypto Berbasis Emas: Ketika Aset Fisik Bertemu Teknologi Kripto

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.

Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUt), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.

Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

  • Featured Image: Money Metals

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8