Harga Bitcoin Turun ke $67.000 Hari Ini (18/2/26): Holder Jangka Panjang BTC Tetap Percaya Diri

Di-update
February 18, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) mengalami kesulitan untuk kembali mendapatkan momentum kenaikan dalam beberapa sesi terakhir. Harganya masih bergerak dalam kisaran terbatas di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi. Volatilitas di pasar saham serta ekspektasi terhadap suku bunga turut menahan upaya pemulihan.

Dengan sinyal jangka pendek yang masih beragam, perhatian kini beralih kepada pemegang jangka panjang (Long-Term Holders/LTH). Kelompok ini secara historis sering menjadi penentu pembalikan arah besar Bitcoin. Perilaku mereka saat ini memberikan gambaran penting apakah BTC sedang mendekati titik balik.

Harga Bitcoin Turun 2,35% dalam Waktu 24 Jam

Pada 18 Februari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $67,272 atau setara dengan Rp1.131.041.159 mengalami koreksi 2,35% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.122.076.141 dan harga tertingginya di Rp1.161.746.317.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp22.731 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 2% menjadi Rp636,07 triliun.

Baca juga: Top Altcoin yang Berpotensi Naik Signifikan Berkat Perkembangannya, Menurut Analis Crypto

Pemegang Jangka Panjang (LTH) Bitcoin Kini Miliki Level Support yang Krusial

Heatmap LTH CBD menunjukkan adanya konsentrasi pasokan yang signifikan di atas level $65.000. Klaster ini terbentuk dari fase akumulasi pada paruh pertama 2024. Area tersebut berulang kali mampu menyerap tekanan jual dalam beberapa waktu terakhir. Permintaan yang kuat di zona ini mencerminkan keyakinan tinggi dari para pemegang Bitcoin berpengalaman.

Pita support ini telah berfungsi sebagai penyangga saat terjadi koreksi harga. Modal yang terakumulasi selama fase konsolidasi sebelumnya sebagian besar masih belum bergerak. Selama struktur ini tetap bertahan, distribusi besar-besaran tampaknya kecil kemungkinan terjadi.

Namun, jika terjadi penembusan tegas di bawah kisaran tersebut, narasi pasar bisa berubah. Hal itu berpotensi membuka jalan menuju Realized Price Bitcoin yang saat ini berada di sekitar $54.000. Meski begitu, skenario tersebut terlihat kurang mungkin selama pasokan LTH tetap stabil. Data menunjukkan para pemegang belum menunjukkan tanda-tanda bersiap untuk kapitulasi.

Bagaimana Respons LTH?

Metode Long-Term Holder Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) belakangan ini mengalami penurunan. Indikator ini mengukur total keuntungan yang belum direalisasikan di dompet para pemegang jangka panjang. Ketika NUPL turun, itu berarti tingkat profitabilitas kelompok LTH ikut menyusut.

Secara historis, penurunan NUPL yang berlangsung lama sering beriringan dengan koreksi harga yang lebih dalam. Pola serupa pernah terlihat pada Februari 2020 dan Juni 2022. Pada periode tersebut, melemahnya profitabilitas memicu kapitulasi yang lebih luas di pasar.

Namun, siklus kali ini tampak berbeda. Arus dana institusional dan dukungan dari spot Bitcoin ETF memperkuat permintaan struktural. Inflow yang konsisten dari produk-produk teregulasi memberi efek stabilisasi. Akibatnya, LTH kemungkinan tidak terlalu terdorong untuk melepas posisi meski margin keuntungan mereka mengecil.

Baca juga: Kemana Arah Crypto Minggu Ini? Simak Agenda Penting yang Wajib Dipantau!

Data HODLer Net Position Change menunjukkan LTH Bitcoin justru mengakumulasi, bukan mendistribusikan. Meningkatnya batang hijau pada indikator ini menandakan koin semakin banyak berpindah ke penyimpanan jangka panjang. Ini sinyal positif, karena akumulasi LTH biasanya bertahan lama—berbeda dengan STH (pemegang jangka pendek) yang cenderung cepat menjual begitu melihat peluang profit.

Masuknya koin secara berkelanjutan ke dompet LTH semakin menegaskan tren ini. Akumulasi di tengah ketidakpastian dapat memperlambat tekanan turun, dan jika pola ini berlanjut, hal tersebut berpotensi membangun pijakan untuk pemulihan harga Bitcoin yang lebih luas.

Harga BTC Masih Tertahan di Area Resistance

Bitcoin sempat diperdagangkan di sekitar $68.282 pada 17 Februari. Target utama dalam jangka pendek masih sama, yaitu mampu merebut kembali level $70.000. Area ini menjadi hambatan psikologis yang menahan kenaikan selama kurang lebih sepuluh hari terakhir.

Di sisi bawah, level support $68.342 menjadi titik krusial dalam waktu dekat. Jika zona ini mampu dipertahankan dengan kuat, BTC berpeluang menguji resistance $70.610. Apabila terjadi breakout yang terkonfirmasi, kenaikan bisa berlanjut menuju $73.499 dan bahkan lebih tinggi apabila momentum semakin menguat.

Namun, risiko penurunan tetap ada, terutama bila kondisi makro memburuk. Jika harga turun menembus $65.158, struktur pergerakan saat ini akan melemah. Kehilangan support tersebut bisa membuka peluang koreksi yang lebih dalam. Dalam skenario ini, harga berpotensi bergerak mendekati Realized Price di sekitar $58.000.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8