Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) dan emas kembali menjadi sorotan utama di tengah gejolak pasar global. Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tipis sebesar 0,78% dalam 24 jam terakhir, sementara emas diperdagangkan di kisaran $4.865, turun 2,58%.
Banyak pihak kerap membandingkan Bitcoin (BTC) sebagai aset lindung nilai masa depan, namun sejumlah analis ternama justru menilai bahwa perjalanan Bitcoin (BTC) untuk menyaingi dominasi emas masih sangat panjang.
Salah satu tokoh yang vokal dalam isu ini adalah Willy Woo, seorang analis kripto terkemuka, yang memprediksi bahwa Bitcoin (BTC) butuh waktu hingga 20 tahun untuk benar-benar bisa menantang posisi emas sebagai aset pelindung kekayaan utama.
Menurut Willy Woo, meskipun Bitcoin (BTC) memiliki keunggulan struktural seperti kemudahan transfer dan keamanan digital, aset ini masih dianggap sebagai instrumen berisiko tinggi. Volatilitas harga Bitcoin (BTC) yang sangat tajam membuatnya lebih diminati oleh para trader jangka pendek, bukan oleh investor institusi yang mencari stabilitas.
Sementara itu, emas telah terbukti menjadi penyimpan nilai yang andal selama berabad-abad, terutama di masa-masa ketidakpastian ekonomi. Perbedaan persepsi inilah yang membuat adopsi Bitcoin (BTC) sebagai aset lindung nilai global berjalan sangat lambat. Selain itu, adopsi Bitcoin (BTC) di kalangan institusi dan pemerintah masih sangat terbatas.
Banyak pihak masih menganggap Bitcoin (BTC) sebagai aset baru yang belum teruji dalam berbagai siklus ekonomi. Berbeda dengan emas yang telah dipercaya selama ribuan tahun, Bitcoin (BTC) masih harus membuktikan dirinya di mata pelaku pasar global. Menurut Woo, perubahan psikologi pasar terhadap Bitcoin (BTC) akan berlangsung secara bertahap dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Baca juga: Apa itu Emas Muda?
Dalam satu tahun terakhir, performa Bitcoin (BTC) terhadap emas menunjukkan tren yang kurang menggembirakan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, rasio BTC vs. emas menembus titik terendah dalam 11 tahun terakhir, menandakan adanya tekanan besar pada Bitcoin (BTC).
Selama tujuh bulan berturut-turut, Bitcoin (BTC) mencatatkan candle merah bulanan terhadap emas, yang merupakan rekor terpanjang dalam sejarah perbandingan kedua aset ini. Fenomena ini mengindikasikan bahwa investor global mulai beralih ke emas sebagai aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, tren negatif ini juga bisa menjadi sinyal awal fase akumulasi bagi investor jangka panjang.
Dalam sejarahnya, periode underperformance ekstrem seperti ini kerap diikuti oleh rebound besar di pasar kripto. Para analis meyakini bahwa Bitcoin (BTC) sedang memasuki fase konsolidasi, di mana investor cenderung menahan diri sebelum memasuki siklus bullish berikutnya. Dengan demikian, meski saat ini Bitcoin (BTC) tertinggal, peluang untuk bangkit tetap terbuka lebar di masa depan.
Baca juga: Apa itu Emas Tua?
Willy Woo menegaskan bahwa Bitcoin (BTC) masih membutuhkan waktu 15 hingga 20 tahun untuk benar-benar diakui sebagai aset pelindung kekayaan utama. Menurutnya, perubahan besar dalam persepsi pasar tidak bisa terjadi secara instan, apalagi mengingat sejarah panjang emas sebagai aset safe haven.
Selain Woo, investor kawakan seperti Robert Kiyosaki juga menyuarakan kekhawatiran serupa. Kiyosaki bahkan menyarankan para pengikutnya untuk mengoleksi emas, perak, dan Bitcoin (BTC) sebagai antisipasi kemungkinan krisis ekonomi global. Kiyosaki menilai bahwa peralihan ke Bitcoin (BTC) sebagai aset stabil akan berjalan lambat, meski ia tetap optimis terhadap masa depan aset digital ini. Ia percaya bahwa pemilik kekayaan fisik dan digital akan diuntungkan jika terjadi guncangan ekonomi besar.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa volatilitas Bitcoin (BTC) masih menjadi tantangan utama yang harus dihadapi sebelum benar-benar diakui sebagai aset pelindung nilai. Dengan demikian, perjalanan Bitcoin (BTC) untuk menyaingi emas masih sangat panjang dan penuh tantangan.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.