Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Perkembangan terbaru di ekosistem Ripple (XRP) menunjukkan perubahan signifikan dalam distribusi token di antara para pemegangnya. Kini, hanya dengan memiliki sekitar 2.200 XRP, seseorang sudah bisa masuk ke dalam 10% wallet teratas secara global.
Fenomena ini terjadi di tengah lonjakan jumlah wallet XRP yang meningkat hingga 30% dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini menandakan adanya pergeseran pola kepemilikan, di mana partisipasi investor ritel semakin meluas, sementara investor besar tetap mendominasi jumlah token yang beredar.
Data terbaru menunjukkan bahwa ambang batas untuk masuk ke jajaran 10% wallet teratas Ripple (XRP) kini jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya dibutuhkan ribuan hingga puluhan ribu XRP, kini hanya sekitar 2.232 XRP sudah cukup untuk menempati posisi tersebut. Hal ini terjadi seiring dengan pertumbuhan jumlah wallet XRP yang melonjak dari 5.970.000 pada Desember 2024 menjadi 7.790.000 pada Februari 2026.
Kenaikan hampir 30% ini menandakan semakin banyak investor ritel yang mulai melirik Ripple (XRP) sebagai aset investasi. Peningkatan jumlah wallet kecil memperlihatkan bahwa distribusi token mulai merata, meski nilai dolar Amerika Serikat ($) dari kepemilikan tersebut tetap lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun lalu.
Namun, meskipun jumlah wallet bertambah, distribusi XRP masih didominasi oleh segelintir wallet besar. Artinya, meski partisipasi ritel meningkat, konsentrasi token di tangan investor besar masih sangat tinggi. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa perubahan distribusi bisa memengaruhi dinamika harga Ripple (XRP) di masa mendatang.
Baca juga: FOMC Segera Rilis: Apakah Pasar Crypto Siap Meledak atau Terpukul Kejutan The Fed?

Pertumbuhan jumlah wallet Ripple (XRP) yang pesat menandakan semakin banyaknya investor ritel yang masuk ke pasar. Namun, data juga menunjukkan bahwa sebagian besar XRP masih dikuasai oleh wallet dengan saldo besar. Hal ini menandakan bahwa meskipun terjadi demokratisasi kepemilikan, kekuatan pasar tetap berada di tangan investor institusi dan whale.
Di sisi lain, sentimen pasar saat ini masih bercampur antara optimisme dan kehati-hatian. Investor ritel cenderung waspada akibat volatilitas harga, sementara investor besar justru memanfaatkan momen penurunan harga untuk menambah kepemilikan.
Fenomena ini sudah sering terjadi pada siklus pasar kripto sebelumnya, di mana akumulasi besar-besaran biasanya dilakukan saat sentimen ritel sedang negatif. Jika Ripple (XRP) berhasil melepas ketergantungan harga dari Bitcoin (BTC) di masa depan, pola akumulasi saat ketidakpastian bisa menjadi kunci pertumbuhan jangka panjang.
Baca juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini, Rabu 18 Februari 2026
Ripple (XRP) tidak hanya mengandalkan spekulasi harga, tetapi juga fokus pada pengembangan infrastruktur jangka panjang. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menegaskan bahwa pertumbuhan XRP tidak akan terjadi secara instan, melainkan melalui pembangunan ekosistem yang berkelanjutan.
Selama bertahun-tahun, Ripple telah menjalin kemitraan strategis, memperkuat keterlibatan regulasi, dan terus meningkatkan teknologi XRP Ledger. Peningkatan infrastruktur ini meliputi pengembangan likuiditas, solusi pembayaran lintas negara, tokenisasi aset, hingga penerapan kasus penggunaan di dunia nyata.
Pendekatan ini diyakini dapat memperkuat fundamental Ripple (XRP) di luar fluktuasi harga jangka pendek. Para pendukung XRP percaya bahwa strategi jangka panjang ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi ekosistem. Dengan demikian, Ripple (XRP) berpotensi menjadi salah satu aset digital yang paling siap menghadapi tantangan masa depan industri kripto.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.