Harga Ethereum Ambruk 5% Hari Ini (23/2): Permintaan Staking ETH Anjlok, ETH Terancam?

Di-update
February 23, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Pergerakan harga Ethereum (ETH) kurang memberikan keyakinan akhir-akhir ini. Harga terpantau bergerak cenderung datar pada akhir pekan dan tetap mencatatkan penurunan lebih dari 5% dalam tujuh hari terakhir.

Meski demikian, upaya pemulihan kecil tengah berlangsung. Sejak 19 Februari, Ethereum telah memantul sekitar 4,5%, didorong oleh adanya bullish divergence pada grafik harian.

Sinyal ini biasanya menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah. Namun di saat yang sama, penurunan tajam pada permintaan staking memunculkan pertanyaan baru: Apakah kembalinya likuiditas ke pasar secara diam-diam sedang membangun tekanan yang justru dapat menghambat pemulihan ini?

Harga Ethereum Turun 5,78% dalam Waktu 24 Jam

Pada 23 Februari 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $1,858 atau setara dengan Rp31.440.805 mengalami penurunan 5,78% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp31.393.698 dan level tertingginya di Rp33.457.612.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp3.795 triliun, dengan volume perdagangan harian yang naik 17% menjadi Rp227,28 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok ke $64.000 Hari Ini (23/2): Analis Sebut BTC Berada di Tahap 4 Bear Market!

Divergensi Bullish Muncul, Namun Penurunan Permintaan Staking Berisiko Mengembalikan Pasokan ke Pasar

Pemulihan terbaru Ethereum dimulai setelah terbentuknya pola bullish divergence antara tanggal 15 hingga 19 Februari. Bullish divergence terjadi ketika harga mencetak titik terendah yang lebih rendah (lower low), sementara indikator Relative Strength Index (RSI) justru menunjukkan titik terendah yang lebih tinggi (higher low). RSI sendiri merupakan indikator momentum yang mengukur kekuatan antara tekanan jual dan tekanan beli.

Ketika RSI membaik di saat harga sedang turun, hal ini sering kali menjadi sinyal bahwa kekuatan penjual mulai habis, sehingga memungkinkan dimulainya fase pemulihan. Inilah alasan mengapa Ethereum berhasil bangkit dari titik terendahnya di kisaran $1.740 pada 6 Februari dan kembali merangkak naik menuju $1.970 pada 22 Februari.

Namun, di saat grafik teknikal menunjukkan tanda-tanda pemulihan, data staking Ethereum yang dihimpun secara eksklusif oleh analis BeInCrypto justru mulai menunjukkan tren yang berlawanan.

Staking berarti mengunci ETH di dalam jaringan untuk membantu mengamankan Ethereum dan mendapatkan imbalan. Ketika ETH di-stake, hal ini akan mengurangi pasokan likuid (liquid supply) karena koin-koin tersebut tidak dapat dijual dengan mudah. Sebaliknya, ketika permintaan staking turun, pasokan tersebut dapat kembali ke pasar dan meningkatkan risiko tekanan jual.

Data menunjukkan bahwa deposito bersih staking kumulatif 6 bulan Ethereum merosot tajam dari 1.994.282 ETH pada 13 Januari menjadi hanya 1.008.012 ETH pada 22 Februari. Ini merupakan penurunan sekitar 986.000 ETH, atau hampir 50%.

Penurunan tajam ini berarti jauh lebih sedikit ETH yang diserap ke dalam mekanisme staking, sehingga membiarkan lebih banyak ETH tetap likuid atau tersedia di pasar. Kondisi ini menciptakan konflik langsung: di satu sisi bullish divergence mengisyaratkan pemulihan, namun di sisi lain penurunan permintaan staking menunjukkan bahwa likuiditas sedang kembali membanjiri pasar.

Kini, pertanyaan kuncinya menjadi jelas: Ke mana perginya aliran ETH yang kembali ke pasar ini?

Saldo Bursa dan Penjualan Whale Menunjukkan Likuiditas Mulai Bergerak

Data saldo bursa memberikan petunjuk pertama yang krusial. Saldo Ethereum di berbagai bursa baru-baru ini melonjak dari 14.241.203 ETH menjadi 14.586.720 ETH. Ini merupakan peningkatan sekitar 345.500 ETH, atau kira-kira 2,4%, dalam waktu yang relatif singkat.

Saldo bursa mengukur volume ETH yang tersedia di platform perdagangan. Ketika angka ini meningkat, hal itu biasanya menandakan bahwa lebih banyak ETH yang siap untuk dijual. Level saat ini sangat penting untuk diperhatikan karena menyamai level yang terakhir kali terlihat pada 4 Februari lalu.

Pada saat itu, harga Ethereum jatuh tajam dari $2.140 ke $1.820 hanya dalam satu hari—sebuah penurunan hampir 15%. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya kenaikan pasokan di bursa dapat berubah menjadi tekanan jual yang masif.

Baca juga: 3 Altcoin Ini Berpotensi Rebound Kuat Setelah Februari 2026, Kok Bisa?

Momentum ini juga sangat sejalan dengan penurunan aktivitas staking, yang mengonfirmasi bahwa berkurangnya permintaan staking berkontribusi langsung pada kenaikan pasokan likuid di pasar.

Perilaku whale (investor besar) ETH semakin memperkuat tren ini. Sejak 19 Februari, total kepemilikan para whale merosot dari 113,65 juta ETH menjadi 113,42 juta ETH. Artinya, para investor besar ini telah menjual sekitar 230.000 ETH hanya dalam waktu tiga hari. Yang menarik, aksi jual ini justru terjadi tepat saat Ethereum tengah berupaya untuk pulih (rebound).

Kondisi ini mengindikasikan bahwa alih-alih mendukung pemulihan harga, para pemegang besar kemungkinan besar memanfaatkan likuiditas yang ada atau yang tengah meningkat untuk mengurangi posisi mereka.

Kombinasi antara kenaikan saldo bursa dan penjualan oleh whale menunjukkan bahwa likuiditas tidak hanya sekadar kembali ke pasar, tetapi sudah mulai menciptakan resistansi terhadap kenaikan harga.

Kluster Cost Basis Menunjukkan Mengapa Pemulihan Harga Ethereum Menghadapi Resistansi Segera

Data cost basis on-chain kini menjelaskan di mana resistansi tersebut kemungkinan akan muncul. Cost basis merepresentasikan level harga saat para investor membeli ETH mereka sebelumnya.

Ketika harga kembali ke level-level ini, banyak pemegang aset cenderung mencoba menjual di titik impas (breakeven), yang kemudian menciptakan resistansi kecuali jika muncul alasan kuat untuk terus mempertahankan aset tersebut.

Data ini berasal dari UTXO Realized Price Distribution, atau URPD. Meskipun Ethereum menggunakan sistem berbasis akun (account-based), metrik ini telah diadaptasi untuk mengestimasi distribusi pasokan Ethereum.

Data tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 2% pasokan Ethereum terkonsentrasi di antara $2.020 dan $2.070. Level-level ini juga sangat sejalan dengan titik-titik resistansi pada grafik harga Ethereum. Kondisi ini menciptakan ujian kritis bagi pasar.

Baca juga: Panduan Arkham: 6 Cara Cerdas Ubah Kerugian Jadi Keuntungan di Masa Bear Market Crypto

Jika pemulihan Ethereum berlanjut, harga harus mampu menembus di atas $2.050 terlebih dahulu sebelum kemudian menguji level $2.140. Pergerakan yang lebih kuat dapat membawa harga melaju menuju $2.300.

Namun, karena adanya konsentrasi pasokan di dekat $2.020 dan $2.070, banyak pemegang aset mungkin akan melakukan aksi jual saat ETH mendekati level tersebut. Hal ini menjadikan zona $2.050 sebagai wilayah paling krusial dalam jangka pendek.

Mengingat permintaan staking yang menurun dan para whale yang sudah mulai menjual, upaya untuk menyerap pasokan ini (jika benar-benar terlepas saat harga menyentuh level kunci) akan menjadi sulit tanpa adanya permintaan baru yang kuat.

Dari sisi bawah, level support kunci berada di $1.890, yang terletak sekitar 4% di bawah harga saat ini. Jika support ini gagal dipertahankan, Ethereum berisiko jatuh kembali menuju titik terendah bulan Februari di kisaran $1.740.

Situasi ini menempatkan Ethereum dalam posisi yang berisiko. Meskipun pola bullish divergence telah membuka peluang untuk pemulihan, namun faktor-faktor seperti penurunan permintaan staking, kenaikan saldo bursa, aksi jual oleh whale, serta resistansi cost-basis yang kuat menunjukkan bahwa aliran likuiditas yang kembali ke pasar akan menjadi penentu utama pergerakan selanjutnya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8