Bitcoin Vs Emas: Aset Mana yang akan Meledak di 2026?

Di-update
February 23, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Februari 2026 menunjukkan sinyal yang beragam terkait narasi Bitcoin (BTC) vs emas, di tengah perdebatan yang terus berlangsung mengenai aset keras (hard asset) mana yang tengah memasuki tahap ekspansi berikutnya.

Sementara emas telah melonjak ke level tertinggi baru di atas $5.100, Bitcoin gagal naik melampaui area $67.000, melanjutkan konsolidasinya yang kini telah berlangsung selama hampir satu bulan.

Sementara itu, salah satu analis kripto terkemuka menyatakan bahwa perdebatan antara Bitcoin vs emas seharusnya selalu didasarkan pada kekuatan relatif yang sebenarnya (true relative strength) di antara kedua komoditas langka tersebut.

Rasio BTC vs Emas Mengindikasikan Fase Akhir dari Bear Market

Analis pasar, Michael van de Poppe, menyampaikan bahwa Bitcoin telah mengalami penurunan nilai terhadap emas selama sekitar 14 bulan terakhir. Ia lebih lanjut menyatakan bahwa Bitcoin mencapai level tertinggi relatifnya terhadap emas pada Desember 2024.

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok ke $64.000 Hari Ini (23/2): Analis Sebut BTC Berada di Tahap 4 Bear Market!

Periode bear market BTC vs emas sebelumnya terjadi pada rentang tahun 2013-2015, 2017-2019, dan 2021-2022. Penurunan saat ini memiliki durasi yang serupa, di mana pada setiap periode sebelumnya, aset digital tersebut selalu bangkit menuju tren kenaikan (uptrend) multi-tahun.

Indikator RSI mingguan pada grafik BTC vs emas juga telah menyentuh rekor terendah, yang di masa lalu menandakan titik dasar makro (macro bottoms) paling rendah. Menurut analis tersebut, struktur yang ada saat ini menunjukkan bahwa harga BTC sedang mendekati akhir dari tren penurunan relatif.

Hal ini membuat rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) BTC dalam USD pada Oktober 2025 menjadi sedikit “menyesatkan”. Kenaikan tersebut lebih dianggap sebagai dampak dari penguatan emas secara bersamaan, alih-alih menunjukkan independensi pergerakan BTC.

Perubahan Sentimen Bitcoin dan Emas

Perubahan sentimen yang sama juga dapat diamati pada data Polymarket, di mana terdapat probabilitas sebesar 29% bahwa Bitcoin jauh lebih mungkin untuk mengungguli (outperform) emas pada tahun 2026.

Sumber: Polymarket

Terlepas dari performanya yang kurang memuaskan saat ini, pergerakan harga BTC yang tertahan dalam rentang tertentu selama beberapa minggu sering kali diikuti oleh pergerakan harga terarah yang sangat besar.

Secara tradisional, ketika emas berkinerja lebih baik daripada BTC dan RSI Bitcoin vs emas menyentuh level terendahnya, biasanya akan diikuti oleh lonjakan drastis pada harga mata uang kripto paling populer tersebut. Pergeseran sentimen terbaru dalam debat Bitcoin vs emas pun baru saja terjadi; opsi ETF Bitcoin BlackRock (IBIT) melonjak hingga menjadi yang terbesar kesembilan di pasar Amerika, melampaui ETF emas.

Volume perdagangan pada opsi IBIT naik lebih tinggi dibandingkan dengan VanEck Gold Miners ETF dan SPDR Gold Shares. Selain itu, seorang analis JPMorgan berargumen bahwa Bitcoin lebih menarik dalam jangka panjang dibandingkan dengan emas.

Aset Mana yang Akan Melonjak Berikutnya?

Emas telah mendapatkan momentum dan memiliki arus makro yang baik serta kelanjutan teknis (technical continuation). Namun demikian, rasio BTC vs Emas menyiratkan bahwa harga Bitcoin sedang berada di ambang area titik balik (inflection area) historis.

Baca juga: Prediksi Harga Emas 2026: Seberapa Tinggi Nilai Emas Bisa Terbang?

Zona ini dikaitkan dengan berkurangnya momentum penurunan (downside momentum). Oleh karena itu, pembalikan (inversion) dari rasio ini kemungkinan besar akan memicu perubahan persentase yang lebih tinggi pada harga Bitcoin dibandingkan emas.

Sementara itu, analis Willy Woo berpendapat bahwa tren 12 tahun yang sudah mapan mengenai kinerja Bitcoin terhadap emas telah terpatahkan. Ia juga menyatakan bahwa kekhawatiran terhadap teknologi kuantum (Quantum fears) serta koin-koin lama yang hilang dan kembali masuk ke sirkulasi dapat memberikan tekanan turun pada harga Bitcoin.

Woo juga mengaitkan interaksi Bitcoin vs emas dengan permintaan makro. Ia menambahkan bahwa 10 tahun ke depan mungkin akan diwarnai oleh siklus tekanan utang (debt strain cycle). Hal ini akan mendorong investor untuk menjadi lebih tertarik pada aset-aset seperti emas.

Crypto Berbasis Emas: Ketika Aset Fisik Bertemu Teknologi Kripto

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.

Salah satu yang paling populer adalah Pax Gold (PAXG), aset crypto yang didukung oleh emas dan diluncurkan oleh pengembang Paxos Standard (PAX) pada September 2019. Berbentuk token ERC-20 yang berjalan di blockchain Ethereum (ETH), PAXG dapat diperdagangkan di berbagai bursa (exchange) dan menjadi alternatif yang lebih mudah diakses bagi trader untuk mulai berinvestasi pada emas.

Tujuan utama PAXG adalah meningkatkan kemudahan perdagangan emas, mengingat emas fisik tidak praktis untuk dibagi menjadi unit kecil dan kurang fleksibel dalam hal penyimpanan maupun pengiriman.

Investasi Emas Crypto

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8