Harga Bitcoin Naik ke $66.000 Hari Ini (25/2): Kapan BTC akan Bangkit? Simak Data Historisnya!

Di-update
February 25, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Pemulihan Bitcoin (BTC) di tengah periode ketakutan pasar yang ekstrem dapat membawa makna signifikan bagi para investor yang masih ragu untuk mengalokasikan kembali modalnya.

Namun, hingga minggu terakhir bulan Februari ini, aksi harga Bitcoin terpantau belum menunjukkan sinyal positif yang jelas. Beberapa data historis pun memberikan gambaran mengenai seberapa lama sentimen negatif ini kemungkinan akan tetap bertahan di pasar.

Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Harga Bitcoin Naik 2,67% dalam Waktu 24 Jam

Pada 25 Februari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $66,124 atau setara dengan Rp1.113.095.744 mengalami kenaikan 2,67% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.058.191.312 dan harga tertingginya di Rp1.115.182.952.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp22.291 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 6% menjadi Rp786,4 triliun.

Baca juga: Dampak Tarif Global 10% Trump terhadap Bitcoin dan Pasar Crypto: Apa yang Perlu Diketahui?

6 Bulan ke Depan Bisa Menguji Kesabaran Investor

Menurut Glassnode, Rasio Laba/Rugi Terealisasi (SMA-90) memberikan sinyal penting untuk menilai kondisi pasar saat ini.

Laba Terealisasi (Realized Profit) mewakili total nilai USD dari semua koin yang dipindahkan secara on-chain pada harga yang lebih tinggi dari biaya perolehannya. Sebaliknya, Rugi Terealisasi (Realized Loss) mewakili total nilai USD dari semua koin yang dipindahkan pada harga yang lebih rendah dari biaya perolehannya.

Glassnode menerapkan rata-rata pergerakan 90 hari (90-day moving average) untuk meredam volatilitas harian. Metode ini membantu mengidentifikasi tren pasar dominan yang terjadi selama tiga bulan terakhir.

  • Rasio di atas 1,0: Keuntungan mendominasi pasar. Kondisi berada dalam status laba bersih, di mana investor cenderung menjual aset untuk mengamankan profit (lock in gains).
  • Rasio di bawah 1,0: Kerugian mendominasi pasar. Sebagian besar pelaku pasar yang memindahkan koin merealisasikan kerugian, yang sering kali dipicu oleh aksi kapitulasi. Kondisi ini biasanya muncul selama fase pasar bearish.

Data saat ini menunjukkan bahwa rasio tersebut merosot ke bawah angka 1 pada bulan Februari, untuk pertama kalinya sejak tahun 2022. Secara historis, periode di bawah level 1 ini biasanya berlangsung selama sekitar enam bulan.

“Rasio Laba/Rugi Terealisasi (SMA-90) kini telah turun di bawah 1, mengonfirmasi transisi penuh ke rezim realisasi kerugian berlebih. Secara historis, penembusan di bawah level 1 telah bertahan selama lebih dari 6 bulan sebelum berhasil direbut kembali—sebuah pemulihan yang biasanya menandakan kembalinya likuiditas ke pasar secara konstruktif,” lapor Glassnode.

Siklus pasar bearish pada tahun 2015, 2018, dan 2022 semuanya mengikuti pola enam bulan ini. Data historis tersebut mengisyaratkan bahwa Bitcoin mungkin akan memasuki tren penurunan yang berkepanjangan atau tetap stagnan di level rendah hingga akhir Kuartal III (Q3) tahun ini.

Atau Mungkin Hanya Satu Bulan Lagi

Data performa bulanan menawarkan perspektif yang berbeda bagi para pelaku pasar.

Februari bisa menjadi bulan negatif kelima berturut-turut bagi Bitcoin. Secara historis, rentetan penurunan (losing streak) terlama berlangsung selama 6 bulan sebelum akhirnya pasar berbalik arah secara tajam.

Baca juga: 3 Token Unlock yang Layak Diperhatikan Minggu Ini, Berpotensi Naik atau Turun?

“Tidak ada jaminan di pasar. Namun, periode ketakutan ekstrem sering kali muncul di dekat titik balik utama. Sejarah menunjukkan bahwa mereka yang membeli selama bulan-bulan ‘merah’ sering kali meraup keuntungan paling besar saat pasar mulai pulih,” ujar investor Gayu_BTC.

Penalaran ini mengisyaratkan bahwa Bitcoin berpotensi pulih secepat-cepatnya pada bulan April. Lini masa tersebut akan tiba jauh lebih awal dibandingkan proyeksi yang tersirat dari analisis Glassnode sebelumnya.

Sejarah mungkin tidak terulang secara persis, namun setidaknya ia memberikan referensi yang logis. Jika analisis didasarkan semata-mata pada besarnya penurunan, statistik dari akun “Priced in ₿itcoin” menunjukkan adanya peluang menguntungkan bagi investor yang mampu membeli di harga rendah.

“Bitcoin telah turun 47% dari level tertinggi sepanjang masa (ATH). Secara historis, membeli pada penurunan (drawdown) -50% memiliki tingkat kemenangan (win rate) sebesar 90% dalam periode 1 tahun, dengan median imbal hasil sebesar +95%. Pada level penurunan -70%, tingkat kemenangannya mencapai 100%—tidak pernah kalah. Hasil terburuknya pun masih mencatatkan keuntungan +25%,” ungkap akun tersebut.

Sementara itu, analisis terbaru dari laman BeInCrypto menekankan pentingnya level $60.000. Para analis memandang harga ini sebagai batas kritis yang akan menjadi penentu arah tren Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8