Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Penurunan harga Bitcoin (BTC) yang terjadi baru-baru ini telah memicu munculnya sebuah sinyal on-chain historis yang sangat langka dan menarik perhatian para analis global. Untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir, metrik harga Bitcoin (BTC) telah jatuh di bawah level True Market Mean Price, sebuah indikator yang sering kali menandai titik balik krusial dalam siklus pasar.
Bagi kamu yang sedang memantau portofolio cryptocurrency, kemunculan sinyal ini bisa menjadi indikator penting apakah pasar sedang bersiap untuk pemulihan besar atau justru masuk ke dalam fase koreksi yang lebih dalam.
Level True Market Mean Price merupakan indikator yang merepresentasikan harga pembelian rata-rata “nyata” dari seluruh koin yang beredar di jaringan blockchain selama ini. Saat harga Bitcoin (BTC) jatuh di bawah level ini—yang saat ini berada di kisaran $80.500—pasar dianggap sedang mengalami kondisi undervalued yang cukup ekstrem secara historis. Kamu harus tahu bahwa dalam sejarahnya, setiap kali harga berada di bawah garis ini, biasanya akan diikuti oleh fase akumulasi panjang yang menjadi fondasi bagi kenaikan harga Bitcoin (BTC) yang sangat masif di masa depan.
Harga Bitcoin (BTC) saat ini terpantau berada di level $64.218 atau sekitar Rp1.076.230.000 (kurs Rp16.759) setelah mengalami tekanan jual yang cukup signifikan di pasar forex. Penurunan ini dipicu oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk ketidakpastian kebijakan tarif di Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan geopolitik global yang memicu sentimen risk-off. Meskipun terlihat menakutkan, kemunculan sinyal historis ini justru sering kali dianggap sebagai peluang emas bagi investor institusional untuk mulai melakukan pembelian secara bertahap.
Baca Juga: 5 Alasan Sinyal Bullish BTC Muncul Lagi: Coinbase Premium Positif, BTC Tembus Rp1,5 Miliar?

Berdasarkan data masa lalu, membeli Bitcoin (BTC) saat terjadi penarikan (drawdown) sebesar 50 persen dari harga tertinggi sepanjang masa memiliki tingkat keberhasilan hingga 90 persen dalam jangka waktu satu tahun. Saat ini, dengan harga yang terkoreksi cukup dalam, banyak analis melihat bahwa metrik ketakutan pasar sedang berada di titik tertinggi, yang secara historis sering kali terjadi dekat dengan titik balik arah tren. Kamu bisa mempertimbangkan untuk memperhatikan aset lain seperti Ethereum (ETH) atau Ripple (XRP) yang juga menunjukkan pola pergerakan serupa di tengah gempuran tren negatif ini.
Tekanan jual yang masif juga terlihat dari arus keluar dana pada instrumen ETF Bitcoin spot selama lima minggu berturut-turut, yang menandakan pelemahan permintaan jangka pendek dari investor besar. Namun, perlu diingat bahwa siklus crypto selalu memiliki fase pembersihan spekulan sebelum memulai reli baru yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan informasi dari metrik on-chain ini, kamu bisa memiliki pandangan yang lebih objektif dan tidak mudah terbawa oleh arus kepanikan yang sedang menyelimuti komunitas investor ritel saat ini.

Menghadapi kondisi pasar yang dinamis di tahun 2026, penggunaan strategi manajemen risiko yang disiplin menjadi sangat krusial bagi kelangsungan portofolio digital kamu. Jika harga Bitcoin (BTC) terus bertahan di bawah level psikologis $60.000, maka fase bearish ini kemungkinan besar akan berlanjut lebih lama hingga terjadi katalis positif yang baru. Kamu disarankan untuk tidak menggunakan pengungkit (leverage) yang berlebihan dan lebih fokus pada instrumen jangka panjang serta aset pelindung nilai seperti emas untuk menjaga stabilitas kekayaan.
Penting bagi kamu untuk tetap melakukan riset mandiri secara mendalam dan mengikuti perkembangan teknologi blockchain melalui sumber informasi yang tepercaya. Jangan lupa bahwa setiap penurunan tajam dalam dunia cryptocurrency selalu membawa peluang bagi mereka yang memiliki kesiapan mental dan rencana investasi yang matang. Tetaplah waspada terhadap berita hoaks dan selalu verifikasi setiap sinyal pasar yang muncul agar keputusan finansial yang kamu ambil tetap berada di jalur yang benar menuju kemandirian finansial.
Baca Juga: 5 Alasan BlackRock Serok Bitcoin & Ethereum Rp2,52 Triliun, Sinyal Bullish Akhir Februari 2026!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin (BTC), USDT (USDT) dan harga saham Nvidia (NVDA) tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.