Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Konflik Iran kembali mengguncang pasar global dan memaksa investor menilai ulang aset “aman” yang mereka pilih. Alih-alih emas, arus dana justru terlihat lebih responsif ke crypto dan cryptocurrency, terutama Bitcoin (BTC). Pola ini memunculkan pertanyaan: mengapa aset digital bisa menguat ketika saham dan logam mulia melemah?
Bitcoin (BTC) sempat turun hingga $66.300 atau sekitar Rp1.120.934.100, lalu pulih dan diperdagangkan di kisaran $68.783 atau sekitar Rp1.162.914.181. Pergerakan ini berarti kenaikan sekitar $2.000 atau sekitar Rp33.814.000 dalam periode perdagangan AS. Kenaikan intraday seperti ini sering dibaca pasar sebagai respons terhadap lonjakan ketidakpastian, bukan sekadar reli teknikal.
Di sisi lain, indeks saham AS terkoreksi dan memperkuat narasi “risk-off” di ekuitas. Ketika Nasdaq melemah sekitar 1% dan indeks besar lain ikut turun, sebagian investor memilih memindahkan eksposur dari saham ke aset yang likuid dan bisa diperdagangkan 24/7. Pergeseran ini ikut mengangkat minat pada crypto dan cryptocurrency, meski tidak otomatis berarti risiko pasar menghilang.
Baca Juga: 7 Alasan Emas On-Chain Naik Daun: Trading 24/7 Saat Pasar Tutup, XAUT-USDT Jadi Incaran
Emas yang biasanya menjadi rujukan safe haven justru turun sekitar 3,6% ke $5.119/oz atau sekitar Rp86.546.933. Perak turun lebih dalam sekitar 6,2% ke $83/oz atau sekitar Rp1.403.281. Perbedaan arah ini menunjukkan bahwa label “safe haven” bersifat kontekstual, terutama saat pasar menimbang dolar AS, yield, dan kebutuhan likuiditas.
Agar mudah dibandingkan, berikut ringkasan angka kunci (kurs 1 USD = Rp16.907).
Konflik Iran juga mengangkat sensitivitas pasar terhadap energi, karena risiko pasokan sering cepat masuk ke harga. Brent disebut naik sekitar 4,5% ke $81/barel atau sekitar Rp1.369.467. Kenaikan energi seperti ini meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang kemudian memengaruhi ekspektasi suku bunga.
Ketika pasar melihat inflasi berpotensi lebih “lengket”, aset yang sensitif pada suku bunga ikut bergejolak. Saham, obligasi, dan logam mulia dapat tertekan karena penyesuaian ekspektasi return riil. Dalam kerangka ini, sebagian pelaku pasar menilai crypto dan cryptocurrency sebagai alternatif diversifikasi jangka pendek, meski volatilitasnya tetap tinggi.

Kenaikan energi dan ketidakpastian geopolitik dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati. Data probabilitas pasar yang disebutkan menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga seperempat poin hanya sekitar 2,6%. Jika skenario “rates higher for longer” menguat, emas yang tidak berimbal hasil bisa kalah menarik relatif terhadap instrumen berbunga.
Di saat yang sama, Bitcoin (BTC) dapat diuntungkan oleh dua mekanisme yang berbeda: narasi lindung nilai alternatif dan arus risk rotation dari ekuitas. Namun, kedua mekanisme ini tidak selalu stabil karena sentimen crypto dan cryptocurrency bisa berubah cepat saat volatilitas naik. Karena itu, reli BTC dalam episode seperti ini tetap perlu dibaca sebagai reaksi pasar, bukan kepastian tren baru.
Platform prediksi yang dikutip menggambarkan ekspektasi yang terbelah. Peluang Bitcoin (BTC) turun ke $55.000 atau sekitar Rp929.885.000 disebut 58%, sementara peluang menuju $84.000 atau sekitar Rp1.420.188.000 disebut 42%. Angka ini menegaskan bahwa reli jangka pendek bisa terjadi bahkan saat sentimen besar masih condong berhati-hati.
Dari sisi geopolitik, probabilitas gencatan senjata sebelum April disebut 45%, sedangkan peluang rezim Iran jatuh sebelum Oktober 38%. Ketidakpastian seperti ini biasanya menjaga volatilitas lintas aset tetap tinggi, termasuk di crypto dan cryptocurrency. Implikasinya, manajemen risiko menjadi lebih penting daripada menebak satu skenario tunggal.
Episode ini memberi sinyal bahwa “aset aman” tidak selalu identik dengan emas, terutama ketika dolar, energi, dan suku bunga bergerak bersamaan. Bitcoin (BTC) bisa terlihat lebih kuat relatif terhadap saham dan emas pada hari tertentu karena likuiditas global dan preferensi investor bergeser cepat. Namun, reli tersebut tetap berada dalam kerangka volatilitas tinggi yang melekat pada crypto dan cryptocurrency.
Jika kamu ingin membaca pasar secara lebih disiplin, fokus pada pemicu utamanya: harga energi, ekspektasi The Fed, dan arah risk appetite di ekuitas. Perubahan kecil pada tiga faktor ini dapat mengubah arus dana dari emas ke dolar, atau dari saham ke BTC. Dengan begitu, kamu bisa menilai pergerakan Bitcoin (BTC) sebagai bagian dari dinamika makro, bukan sekadar headline harian.
Baca Juga: 5 Keunggulan Deposito Emas Pegadaian
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.
Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.