Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – XRP kembali menjadi sorotan setelah data on-chain terbaru menunjukkan bahwa para holder aset crypto ini sedang menghadapi rugi belum terealisasi dalam jumlah sangat besar. Kondisi tersebut muncul setelah harga XRP mengalami koreksi tajam dari puncak reli 2025, sehingga banyak investor cryptocurrency kini tercatat berada di posisi rugi. Bagi kamu yang mengikuti pasar crypto, data ini penting karena dapat memberi gambaran tentang tekanan psikologis pasar dan potensi pergerakan harga berikutnya.
Data on-chain menunjukkan sekitar 36,8 miliar XRP saat ini dipegang dalam kondisi rugi. Secara nominal, nilai rugi belum terealisasi itu mencapai sekitar $50,8 miliar, atau setara dengan sekitar Rp863,9 triliun dengan kurs 1 USD = Rp16.987.
Rugi belum terealisasi berarti harga pasar saat ini berada di bawah harga beli rata-rata token yang dimiliki investor. Dengan kata lain, kerugian ini belum benar-benar direalisasikan selama holder belum menjual XRP mereka di pasar.
Besarnya angka tersebut menandakan bahwa sebagian besar pelaku pasar XRP kini sedang berada dalam tekanan. Dalam konteks cryptocurrency, kondisi seperti ini sering dipantau karena dapat menjadi sinyal melemahnya sentimen, terutama ketika harga gagal pulih dalam waktu singkat.
Baca Juga: Prediksi Gila! Bitcoin Bisa Tembus Rp2,02 Miliar Maret 2026, ETH ke Rp202 Juta?
Sepanjang 2025, XRP sempat mencatat kenaikan harga yang sangat agresif dan menembus beberapa level psikologis penting. Token ini sempat melampaui $1, lalu $2, dan akhirnya menembus $3, yang membuat hampir seluruh pasokan beredar saat itu berada dalam posisi untung.
Jika dikonversi ke rupiah, level harga tersebut setara dengan:
Pada fase euforia itu, hampir seluruh holder XRP menikmati unrealized profit. Namun, setelah reli tersebut berakhir, harga berbalik turun tajam ke kisaran $1 hingga $2, sehingga banyak investor yang membeli di area atas akhirnya terjebak dalam posisi rugi.
Perubahan dari fase untung massal ke rugi massal ini menunjukkan betapa volatilnya pasar crypto. Untuk investor pemula, situasi seperti ini menjadi contoh bahwa kenaikan tajam dalam waktu singkat sering kali diikuti koreksi besar yang sama cepatnya.
Lonjakan jumlah pasokan XRP yang berada di posisi rugi disebut mendekati ambang historis “max pain” yang sebelumnya terlihat saat fase bear market. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika tekanan pasar sangat tinggi karena banyak investor menahan kerugian besar dan mulai kehilangan keyakinan.
Dalam situasi seperti itu, pasar biasanya menghadapi dua kemungkinan utama. Pertama, holder bertahan sambil menunggu pembalikan tren jangka panjang; kedua, muncul gelombang kapitulasi ketika investor menyerah dan menjual asetnya di harga rendah.
Setelah sempat mengalami relief rally singkat pada Januari, XRP kembali terkena tekanan jual besar. Harga kemudian turun melewati beberapa level support psikologis dengan pantulan yang relatif lemah, yang menunjukkan bahwa kekuatan beli belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Saat ini, XRP diperdagangkan di sekitar $1,34 atau sekitar Rp22.763. Posisi harga ini berada dekat bagian bawah area konsolidasi, yang berarti pasar masih berada dalam fase rapuh dan belum menunjukkan pemulihan yang benar-benar meyakinkan.
Jika tekanan jual berlanjut, maka holder yang sudah berada dalam posisi rugi bisa terdorong untuk melakukan penjualan tambahan. Sebaliknya, bila pasar crypto secara umum membaik dan sentimen terhadap XRP pulih, area ini juga bisa menjadi titik awal pembalikan arah.
Bagi kamu yang memantau cryptocurrency, angka unrealized loss besar tidak selalu berarti harga pasti turun lebih dalam. Namun, data tersebut jelas menunjukkan bahwa pasar XRP sedang menghadapi ujian penting, karena keputusan holder untuk bertahan atau menjual akan sangat memengaruhi arah harga selanjutnya.
Data terbaru memperlihatkan bahwa XRP sedang berada dalam fase tekanan yang cukup berat, dengan sekitar 36,8 miliar XRP tercatat berada dalam posisi rugi dan total unrealized loss mencapai sekitar Rp863,9 triliun. Kondisi ini muncul setelah reli besar pada 2025 berbalik menjadi koreksi tajam yang menjebak banyak investor di harga atas.
Bagi investor dan pemula, situasi ini menegaskan bahwa pasar crypto sangat dipengaruhi oleh siklus euforia dan ketakutan. Memahami data on-chain seperti pasokan dalam kondisi rugi dapat membantu kamu membaca sentimen pasar dengan lebih objektif, sekaligus lebih berhati-hati saat menghadapi volatilitas cryptocurrency yang tinggi.
Baca Juga: 5 Isu Besar Crypto Maret 2026: FOMC, Stablecoin, hingga Unlock Token Bernilai Miliaran
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.