Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pada tahun 2026, pasar bear crypto kembali menjadi sorotan. Namun, berbeda dengan kejatuhan dramatis yang terjadi pada 2022, kali ini pasar bergerak dengan cara yang jauh lebih stabil dan terstruktur.
Tidak ada kepanikan massal, likuidasi besar-besaran, atau kolaps bursa seperti FTX yang mengguncang ekosistem. Justru, institusi keuangan, regulasi yang semakin jelas, dan adopsi nyata di dunia nyata menjadi penopang utama yang menjaga pasar tetap kokoh di tengah tekanan.
Jika pada siklus sebelumnya pasar crypto didominasi oleh trader ritel dan leverage tinggi yang memperparah penurunan, kini institusi keuangan menjadi penyeimbang utama.
Data Glassnode menunjukkan bahwa ETF Bitcoin (BTC) spot telah mengelola dana hampir $91.000.000.000, sementara perusahaan besar menggunakan aset crypto sebagai lindung nilai strategis. Para pemegang jangka panjang juga terus melakukan akumulasi, menandakan kepercayaan yang kuat terhadap masa depan aset digital ini.

Geoff Kendrick, Kepala Riset Aset Digital di Standard Chartered, menegaskan bahwa tidak ada ledakan besar di sektor crypto kali ini. Akumulasi oleh investor besar, penurunan cadangan di bursa, serta arus modal yang lebih disiplin membuat pasar terhindar dari kekacauan seperti empat tahun lalu.
Alih-alih aksi jual panik, arus keluar modal yang lebih taktis secara perlahan menyesuaikan harga pasar. Hal ini menciptakan suasana yang jauh lebih sehat dan terkendali dibandingkan masa lalu.
Baca juga: Prediksi Crypto Akhir Maret 2026: Bitcoin (BTC) Siap Melejit Seperti Minyak?
Pada 2022, pasar crypto masih dipenuhi ketidakpastian regulasi yang memicu spekulasi liar dan penilaian aset yang tidak rasional. Kini, hadirnya aturan seperti GENIUS Act untuk stablecoin dan CLARITY Act untuk token membawa kepastian hukum yang sangat dibutuhkan.
Penilaian aset pun mulai bergeser dari narasi spekulatif menuju model berbasis arus kas dan fundamental yang lebih kuat. Hal ini mendorong investor untuk lebih selektif dalam memilih proyek yang benar-benar memiliki nilai tambah nyata.
Matt Hougan, CIO Bitwise Asset Management, menyebutkan bahwa tidak ada lagi pertanyaan eksistensial di industri crypto. Altcoin seperti Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Solana (SOL) memang mengalami tekanan sejak 2021, namun likuiditas kini lebih terfokus pada proyek-proyek yang solid.
Proyek lemah perlahan tersingkir, sementara yang kuat terus berkembang, menandakan pasar yang semakin matang. Fenomena ini menjadi ciri khas pasar yang sehat, bukan pasar yang didorong oleh kepanikan.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Tembus $70.000, Sentimen Sosial Media Meledak Usai Pernyataan Trump Soal Iran
Lingkungan makroekonomi global pada 2026 juga sangat berbeda dibandingkan 2022. Tekanan deflasi, adopsi kecerdasan buatan (AI), dan kebijakan The Fed yang lebih hati-hati membuat koreksi aset tidak lagi terjadi secara serentak.
Aset pertumbuhan dan berisiko seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Pepe Coin (PEPE) justru mampu mengungguli pasar secara keseluruhan. Tidak ada lagi penurunan serempak yang melanda seluruh kelas aset seperti yang terjadi empat tahun lalu.

Arus keluar modal yang terjadi saat ini lebih bersifat taktis, bukan karena likuidasi paksa. Hal ini menjaga likuiditas tetap kuat dan mendukung proses konsolidasi pasar. Data menunjukkan bahwa pasokan stablecoin seperti Tether (USDT) dan Dogecoin (DOGE), nilai total terkunci (TVL) di DeFi, serta infrastruktur on-chain tetap tangguh.
Bahkan, penggunaan blockchain terus meningkat dengan volume settlement naik 18%, transaksi P2P naik 31%, dan aplikasi terdesentralisasi tumbuh 36% sepanjang 2025.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.