Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pada pertengahan Maret 2024, dunia kripto dikejutkan oleh langkah besar yang diambil oleh Ethereum Foundation. Organisasi nirlaba yang menjadi tulang punggung pengembangan jaringan Ethereum (ETH) ini resmi menjual 5.000 ETH senilai sekitar $10.000.000 kepada BitMine melalui transaksi over-the-counter (OTC).
Keputusan ini langsung memicu perdebatan di kalangan komunitas, terutama terkait potensi dampaknya terhadap desentralisasi dan masa depan ekosistem Ethereum (ETH).
Ethereum Foundation mengumumkan telah menyelesaikan penjualan 5.000 Ethereum (ETH) kepada BitMine dengan harga rata-rata $2.042,96 per token. Dana hasil penjualan ini akan digunakan untuk mendukung operasional inti, termasuk riset dan pengembangan protokol. Langkah ini diambil di tengah tekanan keuangan yang semakin terasa, di mana kas organisasi mulai menipis. Penjualan besar ini menjadi sorotan karena sebelumnya Ethereum Foundation dikenal sangat berhati-hati dalam melepas asetnya ke pasar.
Transaksi ini dilakukan secara OTC, sehingga tidak langsung mempengaruhi harga pasar Ethereum (ETH) secara signifikan. Namun, keputusan memilih BitMine sebagai mitra transaksi menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pengamat. BitMine sendiri dikenal sebagai perusahaan yang sangat agresif dalam mengakumulasi Ethereum (ETH) selama setahun terakhir. Dengan penjualan ini, Ethereum Foundation kini hanya menyisakan sekitar 200.000 ETH di kas, senilai kurang lebih $424.000.000.
Baca juga: STRC Milik Strategy Mencuri Perhatian, Primadona Baru Saham Crypto?
BitMine kini tercatat sebagai pemegang korporasi terbesar Ethereum (ETH), dengan kepemilikan lebih dari 4,47 juta token senilai sekitar $9.070.000.000. Perusahaan yang dipimpin oleh Tom Lee ini secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menguasai 5% dari total pasokan Ethereum (ETH) yang beredar.
Strategi akumulasi agresif ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya sentralisasi kekuatan di jaringan Ethereum (ETH). Dalam sistem proof-of-stake, kepemilikan token berbanding lurus dengan hak suara dan pengaruh dalam konsensus jaringan.
Penjualan langsung dari Ethereum Foundation ke BitMine dinilai bertentangan dengan prinsip desentralisasi yang selama ini dijunjung tinggi. Banyak pihak menilai, konsentrasi aset dalam satu entitas korporasi dapat mengancam keamanan dan integritas jaringan.
Jika BitMine berhasil mencapai target 5% pasokan, perusahaan ini akan memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan di ekosistem Ethereum (ETH). Hal ini berpotensi membuka celah bagi praktik monopoli dan manipulasi jaringan di masa depan.
Baca juga: Analis Cheeky Crypto: 10.000 Ripple (XRP) Tidak Lagi Cukup untuk Financial Freedom di 2026?
Selain menjual aset, Ethereum Foundation juga mulai mengubah strategi pengelolaan treasury. Baru-baru ini, organisasi tersebut mulai melakukan staking terhadap 70.000 Ethereum (ETH) untuk memperoleh imbal hasil.
Hasil staking ini akan dialokasikan untuk pengembangan ekosistem dan pemberian hibah kepada komunitas. Langkah ini menandai perubahan besar dari kebijakan lama yang cenderung membiarkan aset mengendap tanpa dimanfaatkan, demi menjaga netralitas dalam konsensus jaringan.
Tak hanya itu, Ethereum Foundation juga merilis manifesto tata kelola baru yang menegaskan komitmen terhadap prinsip desentralisasi dan open-source. Dalam dokumen tersebut, organisasi secara tegas menolak protokol yang dianggap mendukung sentralisasi atau pengawasan berlebihan.
Perubahan kebijakan ini bertepatan dengan pergantian kepemimpinan, di mana Tomasz Stańczak mundur dari posisi Co-Executive Director dan digantikan sementara oleh Bastian Aue. Semua langkah ini diambil untuk memastikan Ethereum (ETH) tetap menjadi jaringan yang terbuka dan inklusif di tengah tantangan baru.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.