Harga Bitcoin Melemah ke $70.000 Hari Ini (20/3/26): Apa yang akan Terjadi Selanjutnya?

Di-update
March 20, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) telah turun menembus level psikologis penting di $70,000, setelah merosot lebih dari $5,000 pada 19 Maret 2026 dan menghapus kenaikan yang sempat terbentuk sebelumnya. Pergerakan tajam ini cukup mengejutkan banyak pelaku pasar.

Penurunan Bitcoin kali ini tidak disebabkan oleh satu katalis tunggal. Sebaliknya, kombinasi sejumlah tekanan makroekonomi sedang memengaruhi selera risiko global dan mendorong perubahan sentimen pasar.

Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Harga Bitcoin Turun 0,65% dalam Waktu 24 Jam

Pada 20 Maret 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $70,733 atau setara dengan Rp1.208.645.959 mengalami koreksi 0,65% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.179.345.726 dan harga tertingginya di Rp1.216.524.404.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp23.845 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 2% menjadi Rp771,66 triliun.

Baca juga: Harga Pepe Coin Melonjak 20%, Seberapa Tinggi PEPE Bisa Terbang di Bulan Maret Ini?

Aksi Jual Bitcoin yang Dipicu Faktor Makro, Bukan Peristiwa Khusus Crypto

Per 19 Maret 2026, Bitcoin sempat diperdagangkan di level $69,913, turun hampir 5% dalam 24 jam terakhir dan kembali ke area harga yang terakhir terlihat lebih dari sepekan lalu. Berbeda dari koreksi sebelumnya yang biasanya dipicu oleh faktor internal industri kripto, pelemahan kali ini lebih mencerminkan tekanan yang lebih luas di pasar global. Secara khusus, kondisi ini dipengaruhi oleh:

  • kenaikan inflasi
  • tertundanya pemangkasan suku bunga, dan
  • likuiditas yang semakin ketat.

Seluruh faktor tersebut mendorong investor untuk meninjau ulang eksposur risiko mereka, sekaligus menjelaskan mengapa BTC gagal bertahan di atas $70,000 sebelum melanjutkan potensi kenaikan berikutnya. Di tengah sikap bank sentral yang masih mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama, aliran modal cenderung keluar dari aset spekulatif dan berpindah ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti obligasi dan kas.

Secara historis, situasi seperti ini cenderung kurang menguntungkan bagi Bitcoin, mengingat aset ini umumnya menunjukkan kinerja yang lebih baik ketika likuiditas di pasar sedang meningkat.

Krisis Energi Memicu Penyesuaian Harga di Pasar Global

Salah satu pemicu utama gelombang jual ini adalah memburuknya guncangan energi di Timur Tengah. Gangguan di sekitar Selat Hormuz dilaporkan telah menghambat sebagian besar pasokan minyak global, sehingga memicu apa yang disebut para analis sebagai salah satu shock pasokan paling serius dalam sejarah modern.

Pasar minyak fisik menunjukkan tekanan yang sangat tinggi. Harga minyak mentah Oman melonjak ke $173 per barel, sementara minyak mentah Dubai naik menembus $150. Level ini jauh melampaui acuan yang lebih umum dikutip seperti Brent dan WTI. Kesenjangan tersebut mengindikasikan bahwa pasar minyak global kemungkinan belum sepenuhnya mencerminkan tingkat keparahan kelangkaan pasokan yang sedang terjadi.

Ketika harga energi melonjak, ekspektasi inflasi ikut meningkat. Kondisi ini membuat pasar semakin menunda proyeksi pemangkasan suku bunga.

Emas dan Perak Mengonfirmasi Tekanan Pasar yang Lebih Luas

Aksi jual ini tidak hanya terjadi di pasar kripto. Aset safe haven tradisional juga ikut tertekan, yang semakin menegaskan bahwa peristiwa ini didorong oleh faktor makroekonomi.

Harga emas turun 5%, sedangkan perak merosot lebih dari 10% hanya dalam satu hari. Penurunan ini menunjukkan bahwa investor bukan sedang mengalihkan dana ke aset aman, melainkan melakukan likuidasi posisi di berbagai kelas aset.

Saat ini, emas telah melemah hampir $1,000 per ons dari puncak terbarunya, yang menunjukkan betapa cepat sentimen pasar berubah.

Sinyal Pasar Minyak Menunjukkan Adanya Guncangan Global yang Tersembunyi

Salah satu sinyal paling penting dalam kondisi pasar saat ini adalah semakin lebarnya selisih antara harga minyak Brent dan WTI.

Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, telah melonjak ke kisaran $115–$119 per barel. Sementara itu, WTI masih bergerak lebih rendah di sekitar $95–$99. Selisih ini mencerminkan adanya “premi perang” yang berkaitan dengan gangguan rantai pasok di Timur Tengah, terutama yang berdampak pada kawasan Eropa dan Asia.

Baca juga: Prediksi Harga Pi Network Terbaru setelah Peluncuran Smart Contract dan Migrasi Kedua

Para analis menilai dampak penuhnya masih belum sepenuhnya terasa di pasar Barat. Jika gangguan pasokan terus berlanjut, persediaan di Amerika Serikat dan Eropa berpotensi semakin ketat, yang pada akhirnya bisa mendorong harga global naik lebih tinggi lagi.

Kondisi Likuiditas Mulai Menekan Aset Berisiko

Keputusan Federal Reserve untuk menahan suku bunga sambil memberi sinyal bahwa belum ada pemangkasan dalam waktu dekat semakin memperkuat narasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini memperketat situasi keuangan di saat pasar sebelumnya sudah lebih dulu memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga pada pertengahan 2026.

Menurut pengamat pasar, perubahan ini memicu repricing yang sangat cepat pada aset berisiko, dengan Bitcoin turun dari $72,400 ke bawah $70,000 hanya dalam hitungan jam.

Secara historis, lingkungan seperti ini cenderung menekan aset spekulatif, karena modal biasanya berpindah ke instrumen yang menawarkan stabilitas dan imbal hasil yang lebih pasti.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya pada Bitcoin?

Terlepas dari volatilitas jangka pendek, para analis menilai bahwa koreksi yang dipicu faktor makro seperti ini bukanlah hal baru bagi Bitcoin. Dalam beberapa siklus kenaikan suku bunga sebelumnya, Bitcoin juga sempat mengalami penurunan tajam sebelum akhirnya pulih ketika kondisi likuiditas mulai membaik.

Strategis kripto Michael van de Poppe menilai bahwa penurunan lanjutan masih mungkin terjadi apabila tekanan di pasar energi terus memburuk. Meski begitu, level harga saat ini juga dinilai berpotensi menjadi area akumulasi jangka panjang.

Menurutnya, pasar tengah melemah seiring memanasnya kembali eskalasi di Timur Tengah. Apabila situasi ini tidak mereda, pasar dinilai belum memiliki alasan kuat untuk bergerak lebih tinggi. Ia memperkirakan berbagai pasar, termasuk Bitcoin, masih berpotensi turun ke area yang lebih rendah. Namun dalam perspektif jangka panjang, level harga seperti saat ini justru dianggap menarik untuk akumulasi Bitcoin.

Katalis makro utama yang perlu diperhatikan mencakup pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada 21 Maret serta perkembangan terbaru terkait ketegangan di Timur Tengah.

Kedua faktor tersebut akan sangat menentukan apakah ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali menguat, atau justru aksi jual saat ini berlanjut semakin dalam.

Kesimpulan

Penurunan Bitcoin ke bawah $70,000 bukan semata-mata koreksi khas pasar kripto. Pergerakan ini mencerminkan kombinasi tekanan likuiditas yang semakin ketat, kenaikan inflasi akibat lonjakan energi, serta meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Selama pasar masih terus menyesuaikan ulang persepsi risiko, Bitcoin akan tetap sangat sensitif terhadap perubahan kondisi makroekonomi.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8