3 Altcoin yang Layak Diperhatikan di April 2026 di Tengah Pasar yang Masih Bergejolak

Di-update
April 4, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Kapitalisasi pasar crypto global kembali melemah signifikan setelah sempat menunjukkan upaya pemulihan singkat pada 17 Maret. Per 31 Maret, nilainya berada di level $2,37 triliun, turun 2,37% dalam dua pekan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh ketidakpastian makro yang berkaitan dengan konflik AS/Israel/Iran yang masih berlangsung, sehingga terus menekan minat investor di pasar aset digital.

Di berbagai aset, investor institusional mulai mengurangi eksposur, trader futures cenderung mengambil posisi net short, sementara pelaku pasar spot memilih bersikap lebih hati-hati dan menunggu perkembangan berikutnya.

Seiring pasar yang diperkirakan bergerak lebih lesu, laman CCN telah merangkum sejumlah altcoin yang layak diperhatikan pada April.

Ethereum: Arus Keluar ETF dan Anjloknya Minat di CME Perkuat Sinyal Bearish

Altcoin terbesar, Ethereum (ETH), bergerak dalam pola kanal horizontal sejak 4 Februari. Sejak saat itu, ETH terus menghadapi resistance kuat di level $2.145 dan mendapat support di area $1.904.

Baca juga: Pi Network Rilis Server RPC, Langkah Besar untuk Pengembangan Aplikasi?

Meski beberapa kali mencoba menembus dan bertahan di atas garis resistance tersebut, pergerakan ETH selalu kembali tertekan. Kinerja pasar yang secara umum masih lemah mendorong pelaku pasar untuk melakukan aksi jual setiap kali harga mencatat kenaikan tipis.

Pergerakan harga ini belum mampu membangun kembali kepercayaan investor institusional. Arus masuk bulanan ke ETF spot Ethereum di AS terus menunjukkan tren penurunan, yang mencerminkan melemahnya minat dari investor besar.

Berdasarkan data SoSoValue, ETF spot ETH di AS berpotensi menutup kuartal I 2026 di zona negatif, dengan Maret saja mencatat arus keluar bersih sebesar $77,17 juta.

Tren ini juga bukan hal baru. Produk-produk tersebut telah terus mengalami arus keluar modal sejak Agustus 2025, yang turut memberi tekanan terhadap harga ETH. Jika kondisi ini berlanjut hingga April, harga Ethereum berisiko turun di bawah $2.000.

Selain itu, dalam beberapa hari terakhir juga terjadi penurunan signifikan pada open interest kontrak opsi ETH di Chicago Mercantile Exchange (CME).

Menurut Glassnode, angka tersebut turun ke level terendah dalam 30 hari di $251 juta pada 29 Maret, dari puncak bulanan $730 juta yang tercatat pada 18 Maret. Artinya, terjadi penurunan sekitar 66% dalam waktu kurang dari dua pekan.

Penurunan ini penting untuk dicermati karena open interest opsi CME merupakan salah satu indikator yang cukup andal untuk mengukur keterlibatan investor institusional. Metrik ini menunjukkan bagaimana whale, desk profesional, dana investasi, dan pelaku lindung nilai beroperasi di pasar derivatif yang teregulasi.

Ketika angkanya turun sedalam ini, artinya para pelaku utama tersebut mulai menutup posisi mereka sepenuhnya, biasanya karena menilai belum ada prospek jangka pendek yang cukup menarik untuk mempertahankan eksposur di ETH.

Dengan harga ETH yang masih kesulitan bertahan di atas $2.000 dan investor institusional yang mulai menjauh, aset ini berisiko mengalami tekanan lanjutan sepanjang April. Jika harga ditutup di bawah support $1.912, ETH berpotensi turun ke $1.754.

Namun, apabila sentimen pasar membaik, ETH masih berpeluang menembus level penutupan di atas $2.145 dan melanjutkan kenaikan menuju $2.463.

RIVER Melonjak Setelah Meluncur di Base, tetapi Divergensi Bearish Picu Risiko Koreksi

Setelah sebelumnya hadir di Ethereum dan BNB Chain, sistem stablecoin lintas-chain River resmi meluncur di jaringan Base pada hari Senin. Peluncuran ini mendorong kenaikan permintaan terhadap token native-nya, RIVER.

Lonjakan minat tersebut membuat harga RIVER naik 34% dalam 24 jam terakhir, sehingga menjadikannya sebagai aset dengan kenaikan tertinggi di pasar dalam periode tersebut. Meski demikian, pembacaan indikator teknikal RIVER menunjukkan adanya potensi koreksi dalam waktu dekat.

Sebagai contoh, walaupun RIVER terus bergerak naik dalam empat sesi terakhir, indikator Chaikin Money Flow (CMF)-nya masih berada di bawah nol, sehingga membentuk divergensi bearish. Saat ini, indikator momentum tersebut—yang digunakan untuk melacak arus masuk dan keluar modal—tercatat di level -0,09.

Divergensi bearish terjadi ketika harga aset terus naik, tetapi indikator CMF justru bergerak menurun. Kondisi ini menunjukkan bahwa aliran modal yang masuk ke aset tersebut tidak cukup kuat untuk mendukung kenaikan harga.

Baca juga: Saat 40% Altcoin Dekati Level Terendah, 22 Token Ini Masih Menunjukkan Kekuatan!

Dalam banyak kasus, divergensi seperti ini sering mendahului fase pullback, yang berarti momentum jangka pendek RIVER berpotensi melemah dalam waktu dekat.

Dalam skenario tersebut, RIVER bisa kehilangan sebagian kenaikan terbarunya dan turun ke level $12,46. Jika gagal mempertahankan area harga tersebut sebagai support, token ini berisiko melanjutkan pelemahan ke $7,82 sepanjang April. Sebaliknya, jika permintaan baru kembali masuk ke pasar, RIVER dapat memperoleh tenaga tambahan dan melanjutkan kenaikannya hingga mencapai $22,18.

Hyperliquid Catat Open Interest $1,99 Miliar, tetapi Struktur Harga HYPE Mulai Bearish

Seiring konflik AS/Israel/Ian yang berlanjut hingga April, permintaan terhadap kontrak perpetual tokenized real-world asset (RWA) yang diperdagangkan 24 jam di Hyperliquid (HYPE) diperkirakan akan terus meningkat.

Kondisi ini berpotensi mendorong total open interest harian HIP-3 semakin tinggi dari rekor saat ini, yaitu $1,99 miliar.

Baca juga: Harga Hyperliquid Bersiap Rebound? HYPE Uji Support Penting saat Sinyal Bullish Menguat

Lonjakan aktivitas pengguna di Hyperliquid sempat memicu permintaan kuat terhadap token HYPE pada paruh pertama Maret. Dampaknya, altcoin ini naik 44% dalam periode 9 Maret hingga 18 Maret.

Namun, momentum tersebut kini mulai melemah. Setelah mencapai puncaknya, HYPE bergerak dalam pola descending parallel channel, yang umumnya mengindikasikan berkurangnya tekanan beli dan membuka peluang pelemahan lanjutan.

Sinyal bearish ini juga diperkuat oleh indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD). Saat ini, garis MACD berada di bawah garis sinyal, sementara histogram merah terus muncul dan ukurannya membesar dalam beberapa sesi terakhir.

Ketika struktur MACD terbentuk seperti ini, artinya momentum penurunan sedang meningkat dan penjual mulai mengambil alih kendali pasar.

Jika tekanan jual semakin kuat sepanjang April, HYPE berpotensi turun ke level $34,87.

Sebaliknya, jika akumulasi kembali terjadi di pasar spot HYPE, harga aset ini bisa menembus resistance di $38,27 dan melanjutkan kenaikan menuju $43,75.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.