Harga Bitcoin Naik ke $81.000 Hari Ini (15/5): Data On-Chain Buktikan Siklus BTC Telah Berubah!

Di-update
May 15, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) mematahkan pola siklus yang menentukan setiap puncak harga sebelumnya. Data on-chain menunjukkan bahwa metrik yang menandai puncak-puncak awal tetap tenang, bahkan ketika BTC berada di atas $81.000.

MVRV Z-Score, saldo bursa (exchange balances), dan kepemilikan ETF spot mengindikasikan adanya pergeseran struktural daripada fase akhir siklus yang khas. Sinyal ritel tetap sepi, sementara akumulasi institusional mencapai tingkat rekor.

Harga Bitcoin Naik 2,76% dalam Waktu 24 Jam

Pada 15 Mei 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $81,181 atau setara dengan Rp1.425.032.411, mengalami kenaikan 2,76% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.385.535.991 dan harga tertingginya di Rp1.435.861.315.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp28.615 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 27% menjadi Rp798,4 triliun.

Baca juga: Sinyal ‘Altcoin Season’ Makin Kuat? Perbincangan di Medsos Sentuh Rekor 3 Bulan!

Siklus Bitcoin: MVRV Z-Score yang Tidak Pernah Terpicu

MVRV Z-Score mengukur celah antara nilai pasar (market value) Bitcoin dan nilai realisasinya (realized value). Angka di atas 6 secara historis telah menandai puncak siklus. Sementara angka yang mendekati nol menandai fase akumulasi.

Data Glassnode menunjukkan metrik ini mencapai puncak di sekitar 3,5 pada reli pasca-halving. Angka tersebut berada jauh di bawah rekor 12, 11, dan 7 yang menjadi batas puncak pada siklus 2013, 2017, dan 2021.

Siklus-siklus sebelumnya mencapai puncak ketika Z-Score naik ke zona merah di atas 6. Puncak tahun 2017 tercatat di angka 10. Puncak tahun 2021 tercatat di dekat angka 7. Siklus kali ini tidak pernah mendekati kedua angka tersebut.

Per 14 Mei 2026, Z-Score berada di dekat angka 1. Sinyal yang menandai setiap fase euforia sebelumnya ini tetap diam di sepanjang pergerakan sejak titik terendah tahun 2022.

Agar metrik ini mengonfirmasi puncak yang klasik, angkanya perlu terdorong kembali ke atas 3,5. Pergerakan berkelanjutan menuju angka 6 secara historis akan mendahului koreksi pasar selama beberapa bulan.

Kompresi ini menunjukkan bahwa kapitalisasi yang direalisasikan (realized capitalization) telah tumbuh cukup cepat untuk menyerap kenaikan harga. Divergensi mania yang menjadi ciri khas pada puncak-puncak harga sebelumnya belum muncul.

Pasokan di Bursa Terus Menyusut

Grafik saldo bursa (exchange balance) menunjukkan pergeseran struktural yang sama dari sudut pandang pasokan. Glassnode melacak total BTC yang berada di bursa-bursa yang dipantau di sepanjang sejarah pasar.

Cadangan tersebut mencapai puncaknya di atas 3,3 juta BTC pada awal tahun 2022. Sejak saat itu, jumlahnya terus menurun secara stabil, dan berada di sekitar 3 juta BTC pada Mei 2026.

Sementara itu, harga terus merangkak naik dalam periode waktu yang sama. Bitcoin menembus puncak siklus sebelumnya dan mencapai $126.000 pada bulan Oktober 2025, yang mana semuanya terjadi sementara pasokan yang tersedia di bursa menyusut.

Baca juga: 3 Meme Coin yang Menarik Perhatian Minggu Ini, Ada Apa?

Menurunnya pasokan beredar (float) yang diiringi dengan kenaikan harga menunjukkan bahwa pembeli memindahkan koin mereka langsung ke penyimpanan pribadi (custody). Pola ini sejalan dengan sinyal akumulasi whale dari kelompok wallet berskala besar.

Agar tren ini berbalik, saldo bursa perlu kembali naik ke atas 3,2 juta BTC. Pergerakan semacam itu akan mengindikasikan adanya distribusi (penjualan) dari para holder yang telah menyerap koin-koin tersebut selama tiga tahun terakhir.

ETF Spot Kini Menyimpan Sekitar 1,3 Juta BTC

ETF Bitcoin spot AS belum ada sebelum Januari 2024. Data agregat saldo dari Glassnode menunjukkan kelompok tersebut kini memegang hampir 1,3 juta BTC.

Angka tersebut mewakili sekitar 6,5 persen dari pasokan yang beredar (circulating supply). IBIT milik BlackRock tetap menjadi reksa dana yang dominan, diikuti oleh FBTC milik Fidelity dan gabungan produk dari Grayscale.

Akumulasi terus berlanjut bahkan selama periode ketika harga mandek, yang mengindikasikan adanya keputusan alokasi investasi ketimbang sekadar perilaku ritel yang mengejar harga. ETF telah menyerap BTC pada tingkat yang sering kali melebihi produksi penambangan harian (daily mining issuance).

Pembeli marjinal bersaing memperebutkan ketersediaan koin yang semakin menyusut. Hitung-hitungan tersebut menjelaskan bagaimana harga dapat naik tanpa adanya partisipasi on-chain yang menjadi ciri khas siklus-siklus sebelumnya.

Namun, tesis ini bersifat struktural alih-alih direksional (arah pergerakan harga). Kekuatan yang sama yang telah meredam euforia ritel juga dapat meredam koreksi khas di akhir siklus.

Aliran dana ETF dapat berbalik. Kepemilikan institusional yang terkonsentrasi memunculkan risiko baru yang terkait dengan penyeimbangan kembali (rebalancing) alokasi dan kondisi likuiditas makro.

Apa yang ditunjukkan oleh data ini adalah bahwa ambang batas historis mungkin tidak lagi berlaku secara presisi di pasar saat ini.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.