Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Dominasi kecerdasan buatan (AI) di dunia investasi semakin nyata, membuat aset kripto seperti Bitcoin (BTC) mulai kehilangan pamor. BlackRock, salah satu perusahaan investasi terbesar dunia, menyuarakan kekhawatiran serius terhadap masa depan Bitcoin (BTC) di tengah gelombang investasi besar-besaran pada sektor AI.
Fenomena ini tidak hanya mengubah arah investasi global, tetapi juga memaksa perusahaan tambang Bitcoin (BTC) untuk beradaptasi dengan kebutuhan baru pasar. Apakah era kejayaan Bitcoin (BTC) benar-benar akan berakhir karena ledakan AI?
Sejak awal tahun 2025, arus modal besar-besaran mengalir ke aset yang berhubungan langsung dengan teknologi AI. Robbie Mitchnick, Kepala Aset Digital BlackRock, menegaskan bahwa AI telah “menyedot oksigen” dari ruang investasi, membuat aset yang tidak terkait AI, seperti Bitcoin (BTC), semakin terpinggirkan.
Menurutnya, masa depan investasi akan sangat ditentukan oleh keterkaitan aset dengan AI, sementara aset yang tidak memiliki hubungan dengan teknologi ini akan dianggap usang dan kurang menarik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Bitcoin (BTC) bisa saja tertinggal jauh di belakang jika tren ini terus berlanjut.
Performa saham-saham AI bahkan telah melampaui Bitcoin (BTC) sepanjang tahun 2026, meskipun sektor AI sendiri menghadapi tantangan besar dalam hal belanja modal (capex). Sementara itu, aset kripto lain juga mengalami penurunan minat karena tidak mampu menawarkan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi AI.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa dunia investasi kini lebih memilih inovasi dan keterlibatan langsung dalam teknologi masa depan. Bitcoin (BTC) pun kini berada di bawah sorotan tajam para investor institusi yang semakin selektif.
Perubahan besar juga terjadi di sektor pertambangan Bitcoin (BTC), di mana sejumlah perusahaan kini mulai beralih mendukung kebutuhan energi untuk pusat data AI. Perusahaan seperti Core Scientific, IREN, HIVE Digital, dan TeraWulf telah menandatangani kontrak bernilai miliaran dolar untuk menyediakan pasokan energi ke data center AI, meninggalkan bisnis utama mereka sebagai penambang Bitcoin (BTC).

Langkah ini diambil karena profitabilitas dari mendukung AI kini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan menambang Bitcoin (BTC) secara tradisional. Transformasi ini menandai perubahan paradigma besar dalam industri kripto, di mana Bitcoin (BTC) yang dulu menjadi primadona kini mulai kehilangan daya tarik di mata pelaku industri. Dengan semakin banyaknya perusahaan tambang yang mengalihkan fokus ke AI, posisi Bitcoin (BTC) sebagai aset digital utama pun semakin terancam.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin (BTC) akan semakin terpinggirkan dalam peta investasi global. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa dunia kripto harus segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi terbaru.
BlackRock menilai bahwa aset yang tidak memiliki keterkaitan dengan AI akan menghadapi pengawasan ketat dari para investor. Bitcoin (BTC) kini dianggap sebagai bagian dari “dunia lama” yang mulai ditinggalkan, sementara AI menjadi simbol kemajuan dan masa depan. Jika perusahaan tambang terus meninggalkan Bitcoin (BTC) demi AI, maka likuiditas dan keamanan jaringan Bitcoin (BTC) bisa terancam dalam jangka panjang.
Selain itu, penurunan minat terhadap Bitcoin (BTC) juga dapat berdampak pada harga dan stabilitas pasar kripto secara keseluruhan. Investor institusi kini lebih memilih menanamkan modal pada saham-saham AI yang menjanjikan pertumbuhan eksponensial. Sementara itu, Bitcoin (BTC) dan aset kripto lain harus mencari cara baru agar tetap relevan di tengah perubahan lanskap investasi global. Jika tidak, era keemasan Bitcoin (BTC) bisa saja benar-benar berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.