Alasan Harga Bitcoin (BTC) Masih Tertahan di Bawah $100.000 Menurut Michael Saylor

Di-update
July 2, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali diguncang setelah harga Bitcoin (BTC) gagal menembus level psikologis $100.000 dan justru sempat anjlok di bawah $60.000. Fenomena ini membuat banyak investor bertanya-tanya, mengapa aset kripto terbesar di dunia ini tampak tertahan, padahal adopsi institusional terus meningkat.

Di tengah ketidakpastian makro dan volatilitas pasar, Michael Saylor, Executive Chairman Strategy, mengungkapkan penyebab utama stagnasi harga Bitcoin (BTC) yang ternyata jauh lebih sederhana dari dugaan banyak pihak. Menurutnya, arus modal saat ini sedang mengalir ke sektor lain yang sedang naik daun.

Modal Besar Berpindah ke Sektor AI dan IPO

Michael Saylor menyoroti bahwa perhatian Wall Street kini lebih tertuju pada investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) dan perusahaan teknologi yang sedang naik daun seperti SpaceX, Anthropic, Nvidia, hingga Google. Para investor institusi memilih untuk mengalihkan dana mereka ke saham-saham teknologi dan penawaran umum perdana (IPO) yang menjanjikan pertumbuhan pesat dalam waktu singkat.

Fenomena ini menyebabkan arus modal yang sebelumnya mengalir ke Bitcoin (BTC) kini sementara waktu berpindah ke sektor-sektor tersebut. Saylor meyakini, setelah hype di sektor AI dan IPO mereda, dana-dana besar itu akan kembali masuk ke pasar kripto. Menurut Saylor, pergerakan modal ini bukan berarti fundamental Bitcoin (BTC) melemah. Justru, investor institusi cenderung mencari peluang keuntungan jangka pendek di sektor yang sedang panas sebelum akhirnya kembali ke aset kripto.

Ia menegaskan bahwa investor besar tidak bersifat maksimalis pada satu aset saja, melainkan selalu mencari nilai relatif terbaik di pasar. Oleh karena itu, stagnasi harga Bitcoin (BTC) saat ini lebih disebabkan oleh rotasi modal, bukan karena penurunan kepercayaan terhadap aset digital ini.

Bitcoin (BTC) Kini Dianggap Undervalued

Saylor menegaskan bahwa kondisi saat ini justru membuat Bitcoin (BTC) menjadi semakin menarik bagi investor jangka panjang. Ia menyebut, biasanya Bitcoin (BTC) diperdagangkan dengan premi saat pasar bullish, namun menjadi undervalued ketika leverage dan spekulasi mulai berkurang. Semakin banyak modal yang keluar dari Bitcoin (BTC), semakin menarik pula harga yang ditawarkan bagi investor baru maupun lama.

Menurutnya, saat ini adalah momen yang tepat untuk mengakumulasi Bitcoin (BTC) sebelum arus modal kembali masuk. Lebih lanjut, Saylor memprediksi bahwa dana yang saat ini parkir di sektor AI dan IPO akan mulai berputar kembali ke Bitcoin (BTC) pada kuartal ketiga tahun ini. Ia juga optimistis bahwa kondisi pasar akan semakin membaik hingga kuartal keempat tahun 2026.

Dengan demikian, investor yang mampu bersabar dan melihat peluang jangka panjang akan mendapatkan keuntungan optimal. Saylor mengingatkan bahwa volatilitas jangka pendek seharusnya tidak mengubah pandangan terhadap potensi Bitcoin (BTC) di masa depan.

Investor Besar Mulai Akumulasi, Sinyal Kuat dari Aktivitas Whale

Di tengah sentimen ritel yang masih berhati-hati, data on-chain menunjukkan bahwa investor besar atau whale mulai aktif melakukan akumulasi Bitcoin (BTC). Berdasarkan laporan Santiment, setelah harga Bitcoin (BTC) sempat turun di bawah $60.000, tercatat lonjakan transaksi besar yang melibatkan 6.920 transaksi senilai lebih dari $100.000 dan 1.438 transaksi di atas $1 juta.

Aktivitas ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi mulai memanfaatkan harga rendah untuk menambah portofolio mereka. Secara historis, lonjakan aktivitas whale kerap terjadi saat pasar diliputi ketakutan dan ketidakpastian. Hal ini menandakan bahwa investor institusi justru melihat peluang di tengah kepanikan pasar.

Saylor menilai, akumulasi oleh whale menjadi bukti bahwa pelemahan harga Bitcoin (BTC) saat ini bersifat sementara. Ia tetap yakin bahwa narasi jangka panjang Bitcoin (BTC) belum berubah dan potensi pertumbuhan masih sangat besar.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.