Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Vitalik Buterin, sosok di balik Ethereum (ETH), baru saja mengguncang dunia kripto dengan mengumumkan roadmap Lean Ethereum. Rencana besar ini disebut-sebut sebagai evolusi ketiga terbesar jaringan Ethereum setelah The Merge.
Buterin menargetkan perubahan besar-besaran ini akan berlangsung selama tiga hingga empat tahun ke depan, menyentuh hampir seluruh bagian inti protokol. Namun, tak semua pihak sepakat dengan jadwal yang dianggap terlalu lambat tersebut.
Pusat dari Lean Ethereum adalah penerapan Recursive STARKs, sebuah sistem bukti kriptografi yang memungkinkan verifikasi blockchain tanpa harus setiap node mengeksekusi ulang seluruh transaksi. Vitalik Buterin ingin teknologi ini menjadi bagian inti dari protokol, sehingga efisiensi dan skalabilitas jaringan meningkat drastis.
Selain itu, keamanan terhadap ancaman komputer kuantum juga menjadi prioritas utama dengan mengganti kriptografi lama ke skema berbasis hash yang lebih tahan lama. Langkah ini sejalan dengan standar enkripsi pasca-kuantum yang baru saja dirilis oleh NIST di Amerika Serikat pada tahun 2024. Perubahan paling radikal juga menyasar cara penyimpanan data di Ethereum (ETH).
Buterin berencana mempertahankan arsitektur inti protokol saat ini, namun menambahkan tipe state baru yang lebih terbatas dan dapat diskalakan hingga 100 TB pada tahun 2030. Jika token ERC-20 atau NFT diubah ke format baru ini, biaya transaksi bisa turun lebih dari 10 kali lipat. Sementara itu, aplikasi kompleks seperti decentralized exchange tetap berjalan pada sistem yang ada.
Privasi kini menjadi tujuan utama, bukan lagi sekadar tambahan di Lean Ethereum. Buterin menegaskan bahwa perlindungan data pengguna harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan protokol ke depan. Dalam waktu dekat, upgrade Glamsterdam juga akan meningkatkan batas gas, sehingga transaksi bisa diproses lebih banyak dalam satu blok.
Keberhasilan The Merge pada 2022 yang mengubah Ethereum (ETH) menjadi proof of stake dan memangkas konsumsi energi lebih dari 99% menjadi alasan Buterin percaya diri dengan roadmap barunya. Buterin menyebut Lean Ethereum sebagai iterasi ketiga terbesar dalam sejarah jaringan, setara dengan dampak The Merge sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa hampir seluruh komponen utama akan diganti, namun tetap mengedepankan keamanan dan stabilitas. Dengan pengalaman sukses di masa lalu, Buterin optimis perubahan besar ini bisa berjalan tanpa gangguan berarti bagi pengguna maupun aplikasi. Namun, ia juga mengakui bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan.
Rencana peluncuran Lean Ethereum selama tiga hingga empat tahun langsung menuai kritik, bahkan dari internal Ethereum Foundation sendiri. Dankrad Feist, peneliti yang dikenal lewat konsep danksharding, menilai waktu tersebut terlalu lama dan kurang ambisius. Ia percaya dengan bantuan kecerdasan buatan, pengembangan bisa dipercepat hingga selesai dalam waktu satu tahun saja.
Feist menegaskan bahwa teknologi AI kini sudah cukup canggih untuk mempercepat riset dan implementasi fitur-fitur baru. Namun, sebagian pihak lain justru meminta agar Ethereum Foundation tidak terlalu menjanjikan target waktu yang terlalu singkat. Mereka berpendapat bahwa janji berlebihan justru bisa berujung pada kegagalan memenuhi ekspektasi.
Di sisi lain, restrukturisasi internal baru-baru ini membuat Ethereum Foundation memangkas sekitar 20% stafnya, atau sekitar 54 posisi, dan menerapkan anggaran yang lebih ketat. Roadmap Lean Ethereum sendiri masih berupa draft dan belum menjadi jadwal resmi, dengan fork Hegotá kemungkinan menjadi pembaruan terakhir sebelum era Lean dimulai.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.