5 Alasan Analis Yakin Bahwa XRP Tak Perlu CLARITY Act untuk Capai ke $10

Di-update
July 11, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Nasib Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act di Senat Amerika Serikat masih menggantung memasuki pekan kedua Juli 2026, namun sejumlah analis menilai XRP tidak harus menunggu palu regulasi itu diketok untuk bisa menanjak ke level $10.

RUU yang sempat lolos voting Komite Perbankan Senat dengan skor 15-9 pada pertengahan Mei itu kini terhenti di kalender legislatif tanpa jadwal voting pleno, sementara Senat baru kembali dari reses pada 13 Juli dengan waktu efektif yang sempit sebelum reses Agustus tiba. Di tengah ketidakpastian politik tersebut, harga XRP justru mencatat kenaikan sekitar 8 persen dalam sepekan terakhir dan diperdagangkan di kisaran $1,15 pada awal Juli 2026.

1. XRP Sudah Berstatus Komoditas Digital Sejak Maret 2026

Berbeda dengan aset kripto lain yang masih menunggu kepastian regulasi, XRP telah lebih dulu mendapatkan klasifikasi sebagai komoditas digital dari SEC dan CFTC pada 17 Maret 2026. Keputusan ini menempatkan XRP setara dengan Bitcoin dan Ethereum dalam hierarki regulasi AS, membuka akses lebih luas ke bursa, produk institusional, dan layanan kustodian yang sebelumnya berada di area abu-abu hukum.

Status ini menjadi bantalan penting karena artinya XRP tidak dalam posisi menunggu kepastian dari nol seperti sebelum penyelesaian gugatan SEC terhadap Ripple. CLARITY Act memang akan mengunci status komoditas ini secara permanen lewat undang-undang, sehingga tidak mudah dibalik lewat kebijakan eksekutif di masa depan, tetapi manfaat praktis dari klasifikasi komoditas sudah bisa dinikmati pasar sejak sekarang, dengan atau tanpa RUU tersebut.

2. ETF Spot XRP Sudah Berjalan dan Mencatat Inflow

Produk ETF spot XRP sudah beroperasi di pasar AS dan telah menyerap dana lebih dari $1,4 miliar sejak diluncurkan, setara sekitar 2,3 persen dari total suplai yang beredar. Meski arus masuk sempat melambat tajam dari sekitar $43 juta per minggu di awal Januari menjadi di bawah $2 juta per minggu pada awal Maret, tren ini kembali menguat pada April dengan inflow mingguan mencapai $119,6 juta, capaian tertinggi sejak Desember 2025 menurut data CoinShares.

Baca juga: β€œAnalisa XRP di Juli 2026: Apakah Harga XRP Akan Bangkit atau Terkoreksi Lebih Dalam?β€œ

Fakta bahwa produk investasi berbasis XRP sudah eksis dan menarik minat investor menunjukkan bahwa jalur institusional menuju XRP tidak sepenuhnya terkunci oleh nasib CLARITY Act di Senat. Sejumlah analis menilai RUU tersebut lebih berperan mempercepat dan memperbesar skala inflow ETF ke depan, misalnya lewat akses dana pensiun dan sovereign wealth fund, ketimbang menjadi syarat mutlak bagi ETF itu untuk bisa beroperasi.

Grafik trading kripto di laptop di samping koin emas menggambarkan pergerakan harga XRP
Ilustrasi grafik trading kripto yang menggambarkan dinamika harga aset digital seperti XRP. Sumber: Adrian Vieriu via Pexels / Pexels License

3. Bisnis ODL Ripple Berjalan Terlepas dari Status Legislasi

Layanan On-Demand Liquidity atau ODL milik Ripple menggunakan XRP sebagai aset jembatan untuk menyelesaikan transaksi lintas negara dalam hitungan detik, jauh lebih cepat dibanding sistem perbankan konvensional yang bisa memakan waktu berhari-hari. Model bisnis ini sudah berjalan dan terus memperluas kerja sama dengan mitra perbankan di berbagai negara sepanjang paruh pertama 2026, tanpa harus menunggu kepastian dari CLARITY Act di Amerika Serikat.

Nilai utilitas ODL inilah yang menurut sejumlah analis menjadi pembeda XRP dari aset kripto yang nilainya murni bertumpu pada spekulasi harga. Selama volume transaksi lintas batas lewat jaringan XRP Ledger terus tumbuh, permintaan riil terhadap token ini berpotensi naik terlepas dari drama politik di Washington. Argumen ini yang membuat sebagian analis menilai keputusan kongres bukan variabel tunggal penentu arah harga XRP ke depan.

4. Ekspektasi Pasar Sudah Terpecah, Bukan Berarti Bearish

Target harga dari kalangan analis institusional pun bervariasi tergantung skenario CLARITY Act. Geoffrey Kendrick dari Standard Chartered misalnya menetapkan target $8 untuk XRP jika RUU tersebut lolos dan inflow ETF terus terakselerasi hingga $10 miliar pada akhir tahun, namun tetap mematok target $2,80 sebagai skenario jika RUU tersebut mandek di komite. Adapun proyeksi gabungan dari berbagai analis menempatkan skenario dasar 2026 di kisaran $1,70 hingga $2,80, dengan potensi ekstrem naik ke $8 dan potensi ekstrem turun ke $0,53.

Baca juga: β€œXRP Tunjukkan 2 Sinyal Bullish, CLARITY Act Bidik Voting 20 Juli 2026β€œ

Sebaran proyeksi yang lebar ini justru menunjukkan bahwa CLARITY Act bukan satu-satunya variabel yang diperhitungkan pasar. Sejumlah analis teknikal bahkan menyebut pola pergerakan XRP saat ini mengingatkan pada rally 2017 yang berujung ke level tertinggi sepanjang masa, meski proyeksi semacam ini tetap tergolong skenario agresif dan bukan konsensus mayoritas. Dengan kata lain, target $10 memang bukan skenario dasar, tetapi juga tidak sepenuhnya bergantung pada nasib satu RUU di Senat.

Gedung Capitol AS tempat CLARITY Act dibahas dan berkaitan dengan regulasi XRP
Gedung Capitol Amerika Serikat, lokasi pembahasan regulasi kripto termasuk CLARITY Act. Sumber: Tim Mossholder via Unsplash / Unsplash License

5. Peluang Katalis Lain di Luar Jalur Kongres

Selain CLARITY Act, sejumlah analis menyoroti potensi katalis lain yang bisa mendorong harga XRP tanpa harus menunggu proses legislatif rampung. Salah satunya adalah kemungkinan β€œrelief pump” jika ada perkembangan politik positif di Washington sekalipun RUU belum resmi disahkan, mengingat sentimen pasar kripto kerap bergerak lebih cepat dibanding proses hukum itu sendiri.

Baker McKenzie dalam analisisnya turut mencatat bahwa penundaan CLARITY Act mencerminkan dinamika regulasi kripto yang lebih luas, bukan semata soal nasib XRP.

Di sisi lain, platform prediksi Polymarket saat ini menempatkan peluang CLARITY Act disahkan tahun ini di angka 39 persen, dengan tiga sengketa utama yang masih mengganjal di Senat, mulai dari aturan etika terkait perdagangan orang dalam hingga isu yield stablecoin.

Kombinasi antara ketidakpastian legislasi dan fundamental XRP yang tetap berjalan inilah yang membuat sejumlah analis tetap optimistis terhadap prospek jangka menengah hingga panjang XRP, terlepas dari kapan atau apakah CLARITY Act akhirnya benar-benar disahkan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

Β© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.