Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Dunia kripto kembali diingatkan akan bahaya besar yang mengintai para trader dan investor, terutama terkait penyimpanan aset digital. Adam Back, CEO Blockstream sekaligus salah satu tokoh penting di balik pengembangan Bitcoin (BTC), mengungkapkan bahwa kesalahan lama yang pernah menghancurkan bursa besar seperti FTX dan Mt. Gox masih terus terulang.
Ia menyoroti pentingnya pemisahan antara aktivitas trading dan penyimpanan aset, serta mengingatkan agar tidak tergoda menggunakan leverage. Nasihat Back ini menjadi peringatan keras di tengah volatilitas pasar kripto yang kian tak terduga.
Adam Back menegaskan bahwa kegagalan besar seperti Mt. Gox dan FTX memiliki akar masalah yang sama, yakni bursa yang menyimpan dana nasabah sekaligus melakukan trading melawan mereka. Hal ini menyebabkan kerugian yang terus membesar seiring waktu, seperti yang terjadi pada Mt. Gox yang kehilangan sekitar 850.000 Bitcoin (BTC) pada tahun 2014.
Proses kebangkrutan di Jepang bahkan membuat para kreditur terjebak hampir satu dekade, dan hingga kini pergerakan aset Mt. Gox masih mempengaruhi harga Bitcoin (BTC) secara global. Transfer senilai $739 juta pada Juni lalu, misalnya, sempat menekan harga Bitcoin (BTC) di bawah $70.000.
Kejadian serupa terulang pada FTX di tahun 2022, di mana para kreditur baru menerima pembayaran keempat senilai $2,2 miliar pada Maret 2026, lebih dari tiga tahun setelah bursa tersebut kolaps. Back melihat bahwa industri mulai belajar dari kesalahan ini, terutama dengan meningkatnya permintaan dari institusi untuk perjanjian trilateral.
Dalam skema ini, aset disimpan di kustodian independen, sementara bursa hanya memberikan kredit trading. Jika terjadi kegagalan platform, kepemilikan aset tetap berada di tangan kustodian, sehingga risiko kehilangan dana bisa diminimalisir.
Adam Back memberikan saran tegas bagi individu yang ingin bertahan di pasar kripto, yakni selalu menyimpan aset jangka panjang dalam self-custody dan menghindari pinjaman untuk membeli lebih banyak Bitcoin (BTC). Menurutnya, strategi leverage sangat berisiko karena nilai jaminan dan aset bisa turun bersamaan, sehingga potensi likuidasi sangat tinggi.
Ia juga menyoroti betapa sulitnya melakukan market timing, karena rata-rata hanya ada sekitar 12 hari perdagangan dalam setahun yang benar-benar memberikan keuntungan signifikan. Melewatkan momen-momen tersebut justru bisa membuat kerugian lebih besar daripada yang dibayangkan. Back sendiri mengaku telah melewati tiga kali penurunan harga Bitcoin (BTC) hingga 85%, namun tetap bertahan dengan strategi HODL.
Istilah HODL sendiri berasal dari salah ketik di forum pada tahun 2013, namun kini menjadi filosofi utama bagi para penggemar kripto yang memilih untuk tidak panik saat harga anjlok. Back bahkan dijuluki “cucumber” karena ketenangannya menghadapi volatilitas ekstrem. Ia percaya bahwa konsistensi dalam memegang aset lebih menguntungkan dibandingkan mencoba menebak pergerakan pasar.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.