Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Solana (SOL) tampil beda dari mayoritas pasar kripto pada Kamis, 9 Juli 2026. Saat Bitcoin (BTC) ambruk dan tercatat anjlok lebih dari 2 persen dalam 24 jam terakhir akibat sentimen geopolitik yang memanas, SOL justru bergerak naik 2,7 persen ke level $77. Pergerakan yang berlawanan arah ini membuat SOL menjadi salah satu aset paling diperhatikan pelaku pasar hari ini, sekaligus memunculkan pertanyaan soal seberapa kuat fundamental Solana menopang harganya di tengah tekanan jual di pasar utama.
Kenaikan SOL ke $77 terjadi tepat ketika Bitcoin bergerak ke arah sebaliknya. Menurut data pasar yang dihimpun pada 9 Juli 2026, Bitcoin turun sekitar 2,25 persen dalam 24 jam dan sempat anjlok tajam pada malam sebelumnya hingga menembus level di bawah $61.500. Penurunan tersebut dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat pelaku pasar global beralih ke aset yang dianggap lebih aman.

Di tengah kondisi itu, SOL justru mencatatkan penguatan. Fenomena ini sering disebut sebagai decoupling, yaitu ketika sebuah altcoin bergerak tidak searah dengan Bitcoin yang biasanya menjadi acuan utama arah pasar kripto secara keseluruhan. Meski decoupling semacam ini biasanya bersifat sementara, kemunculannya kerap menjadi sinyal bahwa ada faktor spesifik pada aset tersebut yang membuat investor tetap percaya diri walau sentimen makro sedang negatif.
Dari sisi kapitalisasi pasar, Solana masih tercatat sebagai salah satu aset kripto papan atas dengan posisi di kisaran 10 besar berdasarkan nilai kapitalisasi pasarnya. Volume perdagangan hariannya juga tetap ramai meski sempat mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya, menandakan minat transaksi terhadap SOL masih relatif tinggi di tengah gejolak pasar secara umum. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah altcoin lain yang justru ikut melemah seiring koreksi Bitcoin.
Pelemahan Bitcoin pada 9 Juli 2026 tidak lepas dari faktor eksternal. Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis utama yang mendorong investor global menarik dana dari aset berisiko, termasuk kripto. Bitcoin yang sepekan sebelumnya justru mencatat kenaikan sekitar 4 persen dari level terendah awal Juli, kini kembali tertekan dan berada di zona merah.
Pola semacam ini bukan hal baru di pasar kripto. Setiap kali muncul ketidakpastian geopolitik atau kebijakan makro, Bitcoin cenderung menjadi aset pertama yang terkena dampak jual karena likuiditas dan kapitalisasi pasarnya yang besar. Namun dampaknya ke altcoin seperti Solana tidak selalu identik, terutama bila altcoin tersebut sedang memiliki katalis fundamental yang kuat.
Baca juga: “Harga Bitcoin Hari Ini 6 Juli 2026: Bertahan di Kisaran $63.000, Lanjutkan Reli Sepekan“
Di balik kenaikan harga SOL, aktivitas on-chain Solana menunjukkan tren yang cukup solid. Jumlah alamat aktif di jaringan Solana tercatat mendekati level tertinggi sepanjang tahun, sementara jaringan mampu memproses volume transaksi harian yang mendekati kapasitas puncaknya. Aktivitas ini mengindikasikan penggunaan jaringan yang tetap tinggi meski harga aset kripto secara umum berfluktuasi.
Selain dari sisi jaringan, Solana juga mendapat dukungan dari sisi infrastruktur institusional. Clearstream, perusahaan kustodian yang dimiliki Deutsche Börse, dilaporkan memperluas layanan kustodi kripto teregulasinya dengan menambahkan SOL ke daftar aset yang didukung menggunakan sub-custodian berlisensi MiCA di Eropa. Langkah ini membuka akses yang lebih luas bagi investor institusional untuk memegang SOL melalui jalur yang teregulasi.
Dari sisi teknologi, ekosistem Solana juga tengah menyiapkan sejumlah pembaruan penting, termasuk pengujian upgrade Alpenglow yang ditujukan untuk mempercepat proses finalisasi transaksi, serta perluasan implementasi klien validator Firedancer. Kombinasi peningkatan infrastruktur dan aktivitas jaringan yang tinggi inilah yang kerap disebut sebagai alasan mengapa Solana masih diminati investor meski kondisi pasar secara umum sedang tertekan.
Minat institusional terhadap Solana juga tercermin dari perkembangan produk investasi berbasis SOL. Sebelumnya, Morgan Stanley diketahui mengajukan amendemen untuk produk ETF spot Solana ke regulator Amerika Serikat, dengan biaya sponsor yang tergolong rendah dan fitur staking yang memungkinkan hasil stakingnya dibagikan secara berkala kepada pemegang unit. Jika disetujui, produk semacam ini dapat membuka jalur investasi baru bagi investor institusional yang selama ini masih ragu masuk langsung ke aset kripto.
Kombinasi antara filing ETF, ekspansi layanan kustodi, dan pembaruan teknis jaringan menjadi alasan mengapa sebagian pelaku pasar menilai fundamental Solana bergerak lebih cepat dibandingkan pergerakan harganya. Meski begitu, penting diingat bahwa sentimen makro seperti ketegangan geopolitik yang menekan Bitcoin hari ini juga tetap berpotensi menjalar ke seluruh pasar kripto, termasuk Solana, bila situasi memburuk.
Baca juga: “Harga Solana (SOL) Hari Ini 22 Juni 2026: SOL $74.31 Naik 3,67% Pasca Morgan Stanley Filing“
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.