Dana $8,9 Miliar Kabur dari Gold ETF di Juni, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Di-update
July 14, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Fenomena besar terjadi di pasar investasi global pada bulan Juni 2026, di mana dana sebesar $8,9 miliar keluar dari produk Exchange-Traded Fund (ETF) emas. Penarikan dana besar-besaran ini menjadi sorotan utama karena terjadi di tengah penurunan harga emas yang cukup tajam.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, terutama setelah emas mencatatkan penurunan selama empat bulan berturut-turut. Laporan terbaru dari World Gold Council mengungkapkan berbagai faktor yang memicu gelombang penarikan dana ini, mulai dari kebijakan bank sentral hingga ketegangan geopolitik.

Gold ETF: Penarikan Dana Terbesar dalam Satu Dekade

Pada bulan Juni 2026, produk ETF emas di Amerika Utara mencatatkan penarikan dana terbesar, mencapai $5,5 miliar. Angka ini menjadi yang terburuk sejak tahun 2013, menandakan perubahan sentimen investor terhadap aset safe haven tersebut. Penurunan harga emas sebesar 11,7% selama empat bulan terakhir memperparah situasi, membuat banyak investor memilih untuk mengalihkan portofolio ke instrumen lain.

Selain itu, total aset yang dikelola oleh ETF emas global juga turun drastis sebesar 13% menjadi $526 miliar. Laporan World Gold Council juga mencatat bahwa kepemilikan emas di ETF global turun sebanyak 74 ton, sehingga total kepemilikan menjadi 4.047 ton. Penurunan ini terjadi setelah harga emas mengalami koreksi tajam, memaksa investor untuk menyesuaikan alokasi aset mereka.

Di sisi lain, kebijakan hawkish dari Federal Reserve di bawah pimpinan Kevin Warsh turut memperburuk sentimen pasar. Kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS meningkatkan biaya peluang dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Faktor Global: Pengaruh Kebijakan Moneter dan Geopolitik

Selain Amerika Utara, Eropa juga mengalami penarikan dana dari ETF emas sebesar $818 juta pada bulan Juni. Hal ini terjadi setelah European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang merupakan kenaikan pertama sejak September 2023. Kebijakan moneter yang lebih ketat di berbagai negara maju membuat investor semakin berhati-hati dalam menempatkan dana di aset non-yielding seperti emas.

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memicu kekhawatiran inflasi, namun belum cukup kuat untuk menahan arus keluar dana dari ETF emas. Wilayah di luar Amerika Utara, Eropa, dan Asia juga mencatatkan tren negatif, dengan total penarikan dana mencapai $262 juta pada bulan Juni. Australia menjadi penyumbang terbesar dengan penarikan sebesar $197 juta, diikuti oleh Afrika Selatan sebesar $36 juta.

Meski demikian, laporan World Gold Council menyebutkan bahwa ketidakpastian geopolitik, pertumbuhan ekonomi, dan volatilitas pasar keuangan masih dapat mendukung permintaan emas sebagai aset pelindung portofolio. Potensi stabilisasi arus dana di ETF emas tetap terbuka, terutama jika ketidakpastian global terus berlanjut.

Asia dan India: Cerita Berbeda di Tengah Arus Keluar Global

Menariknya, meskipun terjadi arus keluar besar-besaran di bulan Juni, secara keseluruhan arus dana ETF emas global masih positif sebesar $8 miliar sepanjang semester pertama 2026. Asia menjadi motor utama dengan penambahan dana sebesar $12 miliar, mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk semester pertama.

Namun, Asia juga mengalami arus keluar terbesar sepanjang masa pada bulan Juni, yakni sebesar $2,3 miliar, yang sebagian besar berasal dari dana di Tiongkok. India justru menunjukkan tren berbeda dengan mencatatkan arus masuk dana ke ETF emas, karena investor lokal memanfaatkan penurunan harga sebagai peluang investasi.

Secara global, kepemilikan emas di ETF naik 18 ton selama semester pertama, meski nilai aset yang dikelola turun 6% akibat penurunan harga emas. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun volatilitas tinggi, emas tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian investor di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan demikian, peran emas sebagai aset safe haven masih belum tergantikan di pasar global.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.