
Jakarta, Pintu News –Kurs rupiah hari ini, Senin (20/7/2026), kembali bergerak melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi. Pelemahan ini melanjutkan pola fluktuasi yang terjadi sepanjang pekan lalu, sementara pelaku pasar masih menimbang arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed serta pergerakan sentimen domestik yang datang dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pergerakan rupiah pada awal pekan ini juga menjadi acuan penting bagi pelaku usaha, eksportir, maupun masyarakat yang membutuhkan informasi kurs untuk kebutuhan transaksi harian, mulai dari kegiatan impor bahan baku hingga rencana perjalanan ke luar negeri.
Berdasarkan data yang dihimpun pada Senin pagi, nilai tukar rupiah bergerak melemah 56 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.977 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.921 per dolar AS. Pelemahan ini tergolong tipis jika dibandingkan dengan volatilitas yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya, ketika rupiah beberapa kali berayun di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.100 per dolar AS.

Data dari kurs referensi Bank Central Asia (BCA) turut menunjukkan gambaran serupa. Per pukul 08.16 WIB, kurs e-Rate BCA untuk dolar AS tercatat di level beli Rp17.885 dan jual Rp17.995, sehingga rupiah masih bertahan di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS. Sementara itu, kurs TT Counter maupun Bank Notes BCA menunjukkan rentang jual beli yang sedikit lebih lebar, yakni beli Rp17.765 dan jual Rp18.040.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru membuka perdagangan dengan penguatan 21,95 poin atau 0,36 persen ke posisi 6.197,48. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut naik 2,93 poin atau 0,47 persen ke posisi 624,84, sehingga pelemahan rupiah pagi ini tidak sepenuhnya mencerminkan sentimen negatif di pasar keuangan domestik secara keseluruhan.
Pergerakan rupiah beberapa hari terakhir masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, sebelumnya menjelaskan bahwa data inflasi AS yang cenderung lebih lemah dari perkiraan sempat memicu keyakinan bahwa ruang bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga acuan semakin terbatas. Kondisi tersebut sempat menekan penguatan dolar AS dan memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat pada beberapa sesi perdagangan sebelumnya.
Namun, tekanan terhadap rupiah kembali muncul seiring pelaku pasar yang masih berhati-hati menunggu sinyal lanjutan dari The Fed dan pergerakan indeks dolar AS (DXY). Selama pergerakan rupiah relatif stabil di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS, tekanan terhadap biaya impor, khususnya untuk produk elektronik dan bahan baku industri, masih dapat dikendalikan oleh pelaku usaha domestik.
Selain isu inflasi, harga minyak dunia turut menjadi salah satu variabel yang memengaruhi kekuatan dolar AS dalam beberapa pekan terakhir. Ketika harga minyak mentah global bergerak naik akibat ketegangan geopolitik, permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai atau safe haven cenderung meningkat, sehingga turut membebani mata uang negara berkembang termasuk rupiah. Sebaliknya, ketika tekanan geopolitik mereda, ruang penguatan bagi rupiah kembali terbuka.
Selain faktor eksternal dari kebijakan The Fed, sentimen domestik turut menjadi penopang rupiah dalam beberapa hari terakhir. Keputusan lembaga pemeringkat S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan prospek stabil menjadi salah satu faktor yang mendukung kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik. Keputusan tersebut turut membantu menjaga rupiah tidak melemah terlalu dalam meski tekanan eksternal masih membayangi.
Baca juga: “Kurs Rupiah Hari Ini 17 Juli 2026: Menguat Usai S&P Pertahankan Peringkat Utang“
Bank Indonesia (BI) juga terus memantau pergerakan nilai tukar melalui berbagai instrumen kebijakan, mulai dari intervensi di pasar valuta asing, operasi pasar terbuka, hingga optimalisasi instrumen Surat Berharga Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik arus modal asing masuk ke pasar domestik. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebelumnya mengungkapkan bahwa kenaikan BI-Rate sebesar 100 basis poin (bps) yang dilakukan pada Mei dan Juni 2026 telah mendorong aliran masuk modal asing atau foreign inflows ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan SRBI hingga sekitar Rp105 triliun sepanjang Juni hingga awal Juli 2026.
Menurutnya, kebijakan menaikkan suku bunga acuan tersebut bersifat temporer namun perlu diambil secara cepat untuk mendorong repricing terhadap aset-aset portofolio domestik di tengah tingginya ketidakpastian global.
Selain intervensi suku bunga, BI turut memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara melalui skema local currency transaction (LCT) bersama sejumlah negara mitra dagang, termasuk China dan Jepang. Langkah ini dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional sekaligus turut menopang stabilitas rupiah dalam jangka menengah.
Fluktuasi mata uang fiat yang terus bergerak membuat penyimpanan aset dalam bentuk dolar menjadi salah satu opsi diversifikasi. Kini semakin mudah dilakukan berkat kehadiran aset crypto berjenis stablecoin. Proses penukaran pun menjadi lebih praktis dan efisien tanpa perlu mengunjungi money changer secara fisik.
Melalui aplikasi Pintu, tersedia akses untuk berinvestasi pada stablecoin yang nilainya dipatok 1:1 dengan Dolar AS, seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC).
Selain menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi, penyimpanan USDT atau USDC di platform Pintu juga memberikan peluang keuntungan tambahan melalui fitur Earn.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi