
Robinhood adalah sebuah platform investasi modern berbasis aplikasi yang merevolusi cara orang berinvestasi di pasar keuangan. Sejak diluncurkan pada tahun 2013, Robinhood telah berkembang pesat dan menjadi salah satu pemain utama di dunia fintech, terutama di kalangan generasi muda yang menginginkan kemudahan, kecepatan, dan fleksibilitas dalam mengelola portofolio mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang profile Robinhood hingga performa harga sahamnya.
🪜 Robinhood didirikan pada tahun 2013 oleh dua pengusaha, Baiju Bhatt dan Vladimir Tenev, yang bertemu saat menempuh pendidikan di Universitas Stanford.
📊 Melantai di NASDAQ, Robinhood meluncurkan IPO pada 2021.
💰 Harga saham Robinhood berada di kisaran $117–$120 pada pertengahan Desember 2025.
🖥️ HOODX adalah bentuk tokenisasi saham yang didukung secara 1:1 oleh saham asli Robinhood.
Robinhood Markets, Inc. adalah perusahaan teknologi finansial (fintech) yang terdaftar secara publik, didirikan pada tahun 2013 dan berbasis di Menlo Park, California, jantung wilayah Silicon Valley. Beberapa tahun setelah didirikan, Robinhood meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) pada Juli 2021 dan sejak itu sahamnya diperdagangkan di bursa NASDAQ.
Melalui platform Robinhood, pengguna dapat berinvestasi secara praktis dalam berbagai instrumen seperti saham, ETF, opsi, emas, dan mata uang kripto. Selain kemudahan berinvestasi, Robinhood juga menawarkan fitur tambahan yang mendukung kebutuhan finansial pengguna, seperti perdagangan saham pecahan, investasi rutin, penarikan dana instan, dan akses ke investasi dengan margin. Beberapa layanan lainnya termasuk program pensiun, perdagangan 24 jam, serta berbagai jenis akun dan kontrak investasi.
Robinhood juga menyediakan berbagai solusi pembelajaran dan edukasi, antara lain:
Lebih lanjut, Robinhood menghadirkan kartu kredit Robinhood, kartu tunai, akun pengeluaran, dan dompet digital. Perusahaan ini mengoperasikan pasar mata uang digital yang memungkinkan individu maupun perusahaan dari seluruh dunia membeli dan menjual Bitcoin, Litecoin, Ethereum, Ripple, dan Bitcoin cash.
Robinhood didirikan pada tahun 2013 oleh dua pengusaha, Baiju Bhatt dan Vladimir Tenev, yang bertemu saat kuliah di Universitas Stanford, California. Setelah lulus, mereka pindah ke New York dan mendirikan dua perusahaan fintech yang menyediakan perangkat lunak untuk hedge fund. Di sana, mereka menyadari bahwa perusahaan pialang besar hampir tidak membayar apa pun untuk melakukan transaksi, namun tetap membebankan biaya komisi kepada investor ritel.
Dari situlah muncul ide Robinhood, sebuah platform investasi tanpa komisi yang memberi akses pasar yang lebih adil bagi semua orang, bukan hanya untuk pemain besar. Nama “Robinhood” terinspirasi dari tokoh legendaris Inggris yang dikenal karena membela rakyat kecil.
Beberapa tonggak penting dalam perjalanan Robinhood antara lain:
Untuk tetap unggul, Robinhood terus mengembangkan fitur baru, termasuk pembelian saham dalam jumlah kecil (saham pecahan). Robinhood juga menjadi salah satu pelopor dalam memberi akses ke investasi mata uang kripto bagi investor ritel melalui Robinhood Crypto.
Robinhood menyediakan tiga jenis akun utama: Robinhood Cash, Robinhood Instant, dan Robinhood Gold. Dua jenis akun pertama bisa digunakan secara gratis, sementara Robinhood Gold menawarkan fitur tambahan dengan biaya bulanan yang terjangkau.
Salah satu keunggulan utama Robinhood adalah fitur perdagangan tanpa komisi. Berbeda dengan pialang tradisional yang biasanya mengenakan biaya setiap kali pengguna melakukan transaksi, Robinhood memungkinkan pengguna membeli dan menjual saham, ETF, opsi, dan mata uang crypto tanpa biaya tambahan.
Aplikasi Robinhood dirancang agar mudah diakses dan digunakan, terutama bagi pengguna baru. Interface sederhana dan intuitif, memudahkan pengguna untuk melakukan pencarian informasi dan melakukan transaksi dengan cepat. Aplikasi ini juga menyediakan data harga secara real-time dan berita pasar terkini, membantu pengguna membuat keputusan investasi yang lebih tepat.
Robinhood juga menawarkan fitur investasi dalam bentuk saham pecahan. Artinya, pengguna bisa membeli sebagian kecil dari saham atau ETF, meskipun tidak memiliki dana untuk membeli satu lembar penuh. Misalnya, jika harga satu saham adalah $1.000, pengguna tetap bisa berinvestasi hanya dengan $100 dan memiliki 1/10 bagian saham tersebut.
Robinhood menyediakan beragam pilihan aset investasi seperti saham, ETF, opsi, dan mata uang kripto. Dengan berbagai pilihan ini, pengguna bisa menyesuaikan investasinya sesuai dengan tujuan dan tingkat toleransi risiko masing-masing. Robinhood juga menyediakan daftar saham dan ETF pilihan untuk membantu pengguna menemukan peluang investasi baru.
Untuk mendukung penggunanya, Robinhood juga menyediakan berbagai materi edukatif. Di dalam aplikasi terdapat artikel, video, dan glosarium istilah investasi yang dirancang untuk membantu pengguna memahami konsep dasar dan strategi investasi.
HOODX adalah bentuk saham yang telah ditokenisasi, yaitu aset digital berbasis blockchain yang merepresentasikan saham Kelas A dari Robinhood Markets, Inc. Setiap token digital HOODX didukung secara 1:1 oleh saham asli Robinhood yang disimpan oleh kustodian pihak ketiga, yaitu Backed Finance.
Robinhood tokenized stock seperti HOODX dirancang bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur harga terhadap Robinhood Markets, Inc. (HOOD) tanpa harus melalui infrastruktur pasar saham tradisional. Alih-alih membeli saham HOOD melalui akun pialang, investor bisa mengikuti pergerakan saham Robinhood lewat token berbasis blockchain yang diperdagangkan di platform crypto.
Dengan membeli HOODX, trader mendapatkan akses tidak langsung ke saham Robinhood yang diperdagangkan di pasar publik. Namun, penting untuk diketahui bahwa memiliki token ini bukan berarti seseorang benar-benar memiliki saham aslinya. Karena itu, pemilik token HOODX tidak mendapatkan hak-hak seperti pemegang saham biasa, misalnya hak suara dalam rapat pemegang saham atau menerima dividen.
Perbedaan Dasar: Saham Tokenisasi (HOODX) Vs Saham Tradisional (HOOD)
Proses Kepemilikan dan Perdagangan: Dari Akun Broker ke Dompet Crypto
Akses Pasar dan Efisiensi Perdagangan: 24/7 vs Jam Perdagangan Tertentu
Ambang Investasi dan Biaya: Kepemilikan Pecahan vs Satu Lembar Saham
Regulasi dan Keamanan: Teknologi Baru vs Sistem yang Sudah Matang
Berikut adalah beberapa risiko membeli saham Robinhood:
Tekanan Regulasi Bisa Mengganggu Model Bisnis Utama Robinhood
Saat ini, Robinhood masih sangat bergantung pada model payment for order flow (PFOF) dan pendapatan berbasis transaksi, dua aspek yang terus menjadi sorotan regulator. Jika ada perubahan aturan, bisa berdampak besar pada bisnis inti mereka.
Bisnis Robinhood Masih Sangat Bergantung pada Siklus Pasar
Kinerja Robinhood meningkat seiring pasar yang sedang naik, tingginya volume perdagangan opsi, dan kebangkitan pasar crypto. Meskipun ini mendorong pertumbuhan, hal ini juga menunjukkan bahwa Robinhood sangat tergantung pada aktivitas perdagangan.
Persaingan di Dunia Fintech dan Broker Semakin Ketat
Robinhood memang menjadi pelopor dalam investasi berbasis aplikasi mobile, tetapi kini banyak pesaing bermunculan. Broker tradisional seperti Charles Schwab dan Fidelity telah memperbarui aplikasi mereka, menghapus biaya komisi, dan menambahkan fitur pembelian saham pecahan, menjadikan persaingan semakin sengit.

Robinhood (HOOD) mencatat salah satu kinerja terkuatnya sepanjang tahun 2025. Seperti terlihat dalam grafik di atas, harga sahamnya berada di kisaran $117–$120 pada pertengahan Desember 2025, melonjak lebih dari 200% sejak awal tahun. Menurut laporan BingX, kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Robinhood, baik sebagai platform perdagangan ritel maupun sebagai perusahaan fintech yang semakin terintegrasi dengan dunia crypto.
Beberapa faktor utama di balik lonjakan saham HOOD tahun ini antara lain: peningkatan pendapatan dan laba, naiknya aktivitas perdagangan dari investor ritel, serta ekspansi sukses ke produk-produk baru seperti layanan crypto, pasar prediksi, dan aset yang ditokenisasi.
Selain itu, masuknya Robinhood ke dalam indeks S&P 500 pada akhir 2025 turut meningkatkan visibilitas di kalangan investor institusional dan menarik aliran dana dari reksa dana pasif, yang memperkuat reli sahamnya.
Menurut laporannya, pendapatan bersih Robinhood pada kuartal ketiga 2025 mencapai rekor tertinggi sebesar $1,27 miliar—dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan yang merata di berbagai lini bisnis.

Berikut sorotan kinerja utama Robinhood di Q3 2025:
Kinerja yang kuat ini juga mendorong peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) menjadi $191, naik 82% dibanding tahun sebelumnya, seiring semakin aktifnya pelanggan dalam menggunakan layanan perdagangan dan langganan.

Robinhood mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna dan total aset yang dikelola sepanjang tahun 2025:
Paparan aset crypto meningkat seiring rebound pasar, sementara akun Robinhood Retirement kini menampung dana sebesar $24,2 miliar, tumbuh 144% YoY.
Pelanggan Robinhood Gold (layanan premium) hampir dua kali lipat menjadi 3,9 juta pengguna, yang turut berkontribusi pada pertumbuhan aset melalui:
Data ini menunjukkan bahwa setiap pengguna semakin aktif dan berkontribusi lebih besar terhadap ekosistem Robinhood, baik dari sisi aset maupun keterlibatan.

Pada periode awal 2021 hingga 2023, rasio P/E Robinhood relatif rendah dan stabil, bahkan sempat berada di area negatif, mengindikasikan kinerja laba yang belum stabil atau potensi kerugian bersih. Namun, memasuki tahun 2024, terjadi lonjakan tajam pada rasio P/E, mencapai puncaknya di atas 150, yang kemungkinan besar dipicu oleh kenaikan harga saham yang signifikan sebelum pertumbuhan laba sempat menyusul. Ini menandakan valuasi saham menjadi sangat tinggi relatif terhadap pendapatan saat itu.
Setelah mencapai puncak, rasio P/E mulai menurun sepanjang 2025 seiring dengan penyesuaian harga saham dan/atau perbaikan kinerja laba. Meski turun, angkanya tetap berada di atas level tahun-tahun sebelumnya, mencerminkan pemulihan fundamental dan ekspektasi pertumbuhan yang masih kuat.
Analisis Teknikal Saham Robinhood (HOODX)
Dalam grafik yang dibagikan analis laman Coin Republic, Nambiampurath, harga saham Robinhood saat ini semakin mendekati rata-rata pergerakan 200 hari—level teknikal yang sebelumnya sering menjadi acuan penting. Jika harga tetap di atas garis ini, tren jangka panjang biasanya tetap positif. Namun, jika harga jatuh di bawahnya, sering kali diikuti oleh koreksi yang lebih dalam.

Nambiampurath – 26 Januari 2026
Saat ini, posisi saham HOOD berada sangat dekat dengan level tersebut. Jika tidak mampu bertahan, dua level support berikutnya yang perlu diperhatikan adalah $101 dan $95. Kedua angka ini bukan acak; keduanya merupakan area di mana saham Robinhood sebelumnya menemukan support sebelum mengalami lonjakan besar.
Dari sisi teknikal jangka pendek, struktur harga juga terlihat lemah. Saham belum mampu menembus garis tren turun, dan setiap kali mencoba naik, langsung mendapat tekanan jual.
Apa artinya? Penjual masih aktif, sementara pembeli masih menunggu perkembangan. Untuk menunjukkan kekuatan yang lebih meyakinkan, harga saham Robinhood perlu kembali naik di atas $117. Bahkan, baru bisa dianggap benar-benar pulih jika berhasil menembus $124. Jika tidak, risiko penurunan masih tetap ada.
Di Pintu, cara investasi Robinhood cukup mudah. Pembelian HOODX dapat dimulai dengan nominal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp11.000, sehingga pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap valuasi Robinhood tanpa modal besar.
Selain HOODX Pintu juga menyediakan berbagai tokenized stock lain seperti NVDAX, AAPLX, TSLAX, dan aset sejenis lainnya melalui laman Market Tokenized Stocks, memungkinkan pengguna mengakses beragam saham global dalam bentuk on-chain dengan mudah.
Berikut cara mudah beli HOODX di Pintu:
Robinhood telah berkembang pesat sejak didirikan pada 2013, menjadi pionir dalam investasi berbasis aplikasi dengan model bebas komisi. Pada 2025, perusahaan mencatat pertumbuhan signifikan dalam pendapatan, jumlah pengguna, dan aset yang dikelola, didorong oleh lonjakan aktivitas perdagangan, ekspansi ke crypto dan aset tokenisasi, serta peningkatan langganan layanan premium.
Secara keseluruhan, Robinhood menunjukkan prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat, tetapi tetap memiliki risiko dari sisi regulasi, ketergantungan pada siklus pasar, dan persaingan yang semakin ketat di industri fintech.
Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.
Referensi:
Bagikan
Lihat Aset di Artikel Ini
Harga HOODX (24 Jam)
Kapitalisasi Pasar
-
Volume Global (24 Jam)
-
Suplai yang Beredar
-