
Di awal 2026, Pendle menjalani dua perubahan paling signifikan dalam sejarahnya yaitu sistem staking lama yang berbasis lockup bertahun-tahun diganti dengan sPENDLE yang jauh lebih fleksibel dan platform Boros yang diluncurkan oleh Pendle membuka pasar funding rate futures yang sebelumnya tidak ada di Decentralized Finance . Artikel ini merangkum semua update terbaru soal Pendle coin dan protokol yang perlu diketahui investor maupun trader.
Ringkasan Artikel
Pendle adalah protokol DeFi yang memungkinkan pemisahan aset yield-bearing (aset yang menghasilkan imbal hasil otomatis, seperti token dari protokol lending atau staking) menjadi dua komponen yang bisa diperdagangkan secara terpisah. Prosesnya sebagai berikut:
Analoginya seperti obligasi di keuangan tradisional. PT adalah obligasi zero-coupon yang nilai masa berlakunya yang sudah pasti, sementara YT adalah kupon yang nilainya fluktuatif. Keduanya diperdagangkan lewat AMM (Automated Market Maker) yang dibangun khusus oleh Pendle. Menurut dokumentasi resmi Pendle, mekanisme ini membuka akses ke pasar derivatif suku bunga yang di keuangan tradisional bernilai lebih dari US$400 triliun.
📚 Pelajari lebih lanjut mengenai Pendle di Pintu Academy: Apa Itu Pendle?

Sebelum Januari 2026, pengguna yang ingin mendapat bagian dari pendapatan protokol Pendle harus mengunci token PENDLE lewat vePENDLE (vote-escrow PENDLE) dalam jangka waktu yang panjang. Token yang dikunci tidak bisa dipindahtangankan dan tidak bisa digunakan di protokol DeFi lain. Dengan mekanisme seperti itu, protokol hanya menarik sekitar 20% dari total pasokan PENDLE yang berpartisipasi.
Pada 20 Januari 2026, Pendle mengumumkan sPENDLE sebagai pengganti vePENDLE, sebagaimana dilaporkan CoinDesk. sPENDLE bersifat fungible dan bisa dipindahtangankan ke seluruh ekosistem DeFi. Rasio staking 1:1, yang artinya satu PENDLE menghasilkan satu sPENDLE. Untuk menarik kembali menjadi PENDLE, tersedia dua opsi yaitu menunggu 14 hari tanpa biaya, atau membayar biaya 5% untuk pencairan secara instan.
Pengguna yang sebelumnya punya vePENDLE mendapat keistimewaan berupa boost virtual hingga 4x dalam distribusi sPENDLE yang berkurang secara linier selama 2 tahun. Snapshot diambil pada 29 Januari 2026, jam 00:00 UTC, untuk mencatat durasi lock yang tersisa.
Dalam update terbaru ini, 80% pendapatan protokol dialokasikan untuk buyback PENDLE yang kemudian didistribusikan ke pemegang sPENDLE. Model emisi juga berubah dari gauge voting manual ke sistem algoritmik yang diperkirakan memangkas total emisi PENDLE sekitar 30%.

Di luar perubahan tokenomics, tim Pendle meluncurkan Boros di jaringan Arbitrum. Platform ini membuka pasar yang sebelumnya tidak ada di DeFi yaitu perdagangan funding rate dari pasar perpetual futures.
Funding rate adalah biaya yang dibayarkan secara periodik antara posisi long dan short di pasar perpetual. Jika harga perpetual lebih tinggi dari harga spot, funding rate bergerak positif dan trader long membayar trader short. Selama ini, komponen ini hanya bisa diterima atau dibayar oleh trader, belum bisa diperdagangkan secara aktif.
📚 Baca juga: Apa Itu Funding Rate? Mengapa Ini Penting? Panduan dasar funding rate untuk memahami mekanisme Boros.
Boros mengubah mekanisme tersebut lewat instrumen bernama Yield Unit (YU). Setiap YU mewakili yield dari funding rate untuk satu unit aset kolateral hingga batas tanggal yang sudah ditentukan. Untuk mendapat eksposur ke funding rate 100 BTC di Hyperliquid, seorang trader bisa membeli 100 YU di Boros dengan modal yang jauh lebih kecil dibandingkan membuka posisi perpetual secara langsung, karena YU hanya merepresentasikan komponen yield-nya saja. Menurut analisis OAK Research (0xDominus, Agustus 2025), ini adalah keunggulan utama Boros dari sisi efisiensi modal.
Boros menggunakan oracle Chainlink untuk data funding rate dari exchange seperti Binance dan Hyperliquid secara real-time, dengan leverage maksimal 1,4x. Sejak diluncurkan, Boros mencatat volume lebih dari US$2,83 miliar dengan open interest notional US$6,9 miliar. Tim Pendle berencana melakukan ekspansi Boros ke instrumen aset yang lebih banyak, termasuk obligasi, ekuitas, dan real-world assets (RWA).
Pendle merupakan salah satu protokol DeFi yang telah berhasil membangun ekosistem dengan TVL dan basis pengguna yang signifikan. Namun, seperti platform DeFi lainnya, Boros juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami.
Kelebihan:
Kekurangan:

TVL Pendle tercatat mengalami penurunan signifikan, dari $1,44 miliar pada Mei 2026 menjadi $1,02 miliar per 23 Juni 2026, turun sekitar 29% dalam kurang dari sebulan.
Penurunan ini sejalan dengan tren koreksi yang lebih luas. TVL Pendle sempat mencapai puncaknya di kisaran $10 miliar pada awal 2025, namun terus terkoreksi hingga saat ini. Di sisi revenue, bulan Mei 2026 hanya menghasilkan $1,09 juta, jauh di bawah puncak revenue sekitar $8 juta yang terjadi bersamaan dengan ATH TVL di 2025. Kondisi ini mengindikasikan aktivitas pengguna dan likuiditas yang masuk ke protokol Pendle masih bergantung pada kondisi pasar yang aktif untuk menghasilkan revenue yang signifikan.
Di sisi keamanan, ekosistem DeFi menghadapi ancaman yang makin canggih seiring meluasnya penggunaan AI. Kasus Zcash di pertengahan 2026 menjadi peringatan nyata. Seorang peneliti keamanan menggunakan AI untuk menemukan kerentanan empat tahun yang tersembunyi dalam kode Zcash, hanya dalam 24 jam setelah model tersebut dirilis. Kerentanan itu bisa memungkinkan pencetakan aset ZEC palsu tanpa adanya batasan. Setelah informasi mencuat, pada 5 Juni 2025, harga ZEC turun sekitar 40% dalam satu hari.
Bagi Pendle dan Boros khususnya, platform dengan mekanisme yang lebih kompleks membutuhkan audit keamanan yang berkelanjutan, karena AI memungkinkan identifikasi celah secara otomatis jauh lebih cepat dari metode audit konvensional.
Di pasar DeFi yang semakin ramai, Pendle tidak sendirian di segmen yield. Protokol seperti Spectra dan Centrifuge juga menawarkan produk berbasis yield, meski dengan pendekatan dan model bisnis yang sangat berbeda.
| Aspek | Pendle | Centrifuge (CFG) | Spectra |
|---|---|---|---|
| Fokus utama | Yield tokenization crypto-native dan funding rate (Boros) | Tokenisasi yield dari RWA (real-world assets) | Yield tokenization crypto-native |
| TVL | US$1,068 miliar | US$1,571 miliar | US$37,18 juta |
| Market cap | US$213,92 juta | US$155,64 juta | US$1,32 juta |
| Jumlah chain | 11 | 9+ | 12 |
| Mekanisme | PT/YT splitting • AMM khusus | Tokenisasi pool kredit RWA | PT/YT splitting (serupa Pendle) |
| Distribusi Revenue | 80% buyback ke pemegang sPENDLE | Tidak ada distribusi ke pemegang CFG | Distribusi sebagian ke pemegang veSPECTRA |
Di antara ketiga protokol, Pendle adalah satu-satunya yang mendistribusikan pendapatan langsung ke pemegang token secara signifikan. Centrifuge tidak mendistribusikan pendapatan ke pemegang CFG sama sekali, sementara Spectra hanya mendistribusikan sebagian ke pemegang veSPECTRA. Model 80% buyback ke pemegang sPENDLE yang diperkenalkan di awal 2026 memberikan kelebihan bagi investor jika dibandingkan dua kompetitor ini.
Keunggulan paling signifikan dari update Pendle 2026 adalah platform Boros, yang tidak dimiliki Centrifuge maupun Spectra. Boros membuka segmen yang tidak dimiliki keduanya. Centrifuge tetap fokus pada tokenisasi yield dari RWA, dan Spectra hanya menawarkan yield tokenization konvensional seperti mekanisme Pendle sebelumnya. Dari sisi skala pasar yield crypto-native, TVL Pendle US$1,068 miliar jauh melampaui Spectra di US$37,18 juta, memperkuat posisi Pendle sebagai pemimpin segmen ini.
sPENDLE membuka akses yang lebih luas ke pendapatan protokol. Model yang lebih fleksibel berpotensi menarik lebih banyak partisipan, yang secara organik mendorong permintaan token PENDLE. Boros juga membuka pasar yang sebelumnya tidak bisa diakses di DeFi, pasar perpetual futures memproses US$150-200 miliar volume harian, dengan volume sebesar itu, terdapat potensi terhadap tokenisasi funding rate, namun ini masih tergolong sangat baru sehingga masih membutuhkan waktu dan ruang untuk berkembang dan melihat pertumbuhannya. Dari ekspansi produk ini, Boros memberi Pendle jalur masuk ke segmen pasar yang lebih besar dan lebih konservatif.
Di sisi risiko, harga PENDLE saat ini berada 80% di bawah ATH dengan pendapatan protokol turun signifikan dari puncak Q1 2025. Penurunan ini lebih mencerminkan kondisi pasar secara umum, tapi angka ini penting untuk diketahui sebelum membuat keputusan apapun. Untuk Boros secara spesifik, ada risiko likuidasi akibat volatilitas funding rate yang bisa bergerak drastis dan risiko lainnya. Mekanisme global deleveraging di Boros juga bisa memengaruhi posisi trader di kondisi ekstrem.

Pendle membentuk pola head & shoulders pada timeframe harian, mengindikasikan tekanan bearish. Sejak awal Juni, harga turun lebih dari 5% dan ditolak di resistance shoulder area $1,432-$1,489. Berdasarkan pola ini, neckline sekaligus area support kritis berada di $1,172-$1,239.
Di sisi atas, terdapat supply zone kuat di area $2,100-$2,200 yang sebelumnya menjadi titik balik harga pada bulan Mei. Selama harga belum mampu menembus area tersebut, momentum bullish sulit terbentuk. Saat ini harga berada di $1,334 dan bergerak di antara dua level kunci, jika support neckline $1,172-$1,239 gagal dipertahankan, potensi penurunan lanjutan menuju area $1,000 terbuka lebar.
Pendle memasuki tahun 2026 dengan dua gebrakan yang mengubah cara protokol ini bekerja, sPENDLE membuat staking lebih efisien dan inklusif, sementara Boros membuka dimensi baru dalam perdagangan yield yang belum pernah ada sebelumnya di DeFi. Bagi kamu yang ingin memahami mekanisme yield di DeFi lebih dalam, perkembangan Pendle di 2026 layak untuk dicermati dengan lebih serius.
Disclaimer: Semua informasi yang ditampilkan dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, rekomendasi, ajakan untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu, maupun dasar pengambilan keputusan finansial. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing.
Kapan Coin Pendle Diluncurkan?
Coin PENDLE pertama kali diluncurkan pada April 2021, dengan mainnet Pendle di Ethereum resmi berjalan pada Juni 2021. Protokol kemudian dirombak besar-besaran lewat Pendle V2 yang diluncurkan pada November 2022, dan terus berkembang hingga update besar di 2026 dengan sPENDLE dan platform Boros.
Bagaimana Potensi Pendle di 2026?
Dua penggerak utama pertumbuhan Pendle di 2026 adalah sPENDLE yang membuka distribusi pendapatan lebih luas, dan Boros yang membuka pasar funding rate baru. TVL US$1,068 miliar menunjukkan protokol masih aktif digunakan. Penurunan revenue dari 2025 ke 2026 mengingatkan bahwa performa Pendle sangat bergantung pada kondisi pasar.
Apakah Pendle aman digunakan?
Pendle adalah protokol DeFi yang sudah beroperasi sejak 2021 dengan track record dan audit keamanan. Seperti semua protokol DeFi, ada risiko smart contract yang tidak bisa sepenuhnya dihilangkan. Untuk Boros, ada risiko likuidasi tambahan dari volatilitas funding rate yang perlu dipahami sebelum mengambil keputusan untuk mencoba platform.
Setelah mengetahui update terbaru dari Pendle, kamu bisa mulai berinvestasi Pendle coin serta aset lainnya langsung melalui Pintu. Selain itu, di Pintu Pro Web, kamu juga bisa langsung trading Futures!
Ayo download aplikasi Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu diregulasi dan diawasi oleh Bappebti dan Kominfo.
Bagikan
Table of contents
Lihat Aset di Artikel Ini
Harga ZEC (24 Jam)
Kapitalisasi Pasar
-
Volume Global (24 Jam)
-
Suplai yang Beredar
-