
Pada Maret 2026, Google mempublikasikan riset yang mengubah kalkulasi keamanan crypto, untuk membobol Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) yang dipakai Bitcoin, dibutuhkan sekitar 1.200 logical qubit, bukan 4.000 seperti estimasi sebelumnya. Sekitar 6,9 juta BTC (32% dari total pasokan beredar) tersimpan di dompet yang public keynya sudah terekspos di blockchain, tepat di titik kerentanan yang bisa dieksploitasi komputer quantum. Sebagian besar jaringan crypto belum punya solusi di mainnet, tapi beberapa project sudah membangun post-quantum cryptography (PQC) dari awal. Artikel ini membahas project-project yang dianggap sudah memiliki teknologi anti-quantum.
Pada 31 Maret 2026, Ryan Babbush dan Hartmut Neven dari Google Quantum AI menerbitkan paper dengan estimasi terbaru kebutuhan sumber daya quantum untuk membobol kriptografi kurva eliptik Bitcoin. Dua rangkaian sirkuit yang mereka kompilasi bisa membobol ECDSA, satu dengan kurang dari 1.200 logical qubit (90 juta Toffoli gate) dan satu lagi dengan kurang dari 1.450 logical qubit (70 juta Toffoli gate), keduanya menggunakan kurang dari 500.000 physical qubit dalam hitungan menit, sekitar 20 kali lebih efisien dari estimasi sebelumnya.
Google menerbitkan sebuah zero-knowledge proof yang memungkinkan siapa pun memverifikasi klaim tersebut tanpa mendapat detail sirkuit yang bisa disalahgunakan. Google menargetkan migrasi penuh ke post-quantum cryptography pada 2029, berkolaborasi dengan Coinbase, Stanford Institute for Blockchain Research, dan Ethereum Foundation untuk mendorong transisi ini.
Rekomendasi utama yang ditekankan Google dalam paper tersebut adalah hindari penggunaan ulang alamat dompet yang public key-nya sudah pernah terekspos di blockchain.
Sebagian besar jaringan blockchain menggunakan ECDSA untuk mengotentikasi transaksi. ECDSA bekerja berdasarkan masalah matematika yang sulit dipecahkan komputer klasik, yaitu memfaktorkan kurva eliptik. Komputer quantum menggunakan Shor’s algorithm untuk menyelesaikan masalah ini secara drastis lebih cepat, sehingga bisa menurunkan private key dari public key yang sudah terekspos.
Yang membuat ancaman ini tidak bisa diabaikan adalah model “harvest now, decrypt later”, artinya data transaksi on-chain bisa dikumpulkan hari ini, lalu didekripsi saat mesin quantum yang cukup kuat sudah tersedia.
Mesin quantum terbaik saat ini masih berada di kisaran 100 logical qubit, jauh di bawah standar yang dapat menyerang sistem tersebut.
Dalam penyalahgunaan quantum, ancaman ditujukan kepada sistem tanda tangan (ECDSA) daripada ke proses mining. Algoritma Grover yang digunakan untuk menyerang SHA-256 (basis mining Bitcoin) hanya memberikan percepatan kuadrat, bukan secara drastis, sehingga tidak meruntuhkan proses mining secara tiba-tiba.
Pada 24 April 2026, peneliti Giancarlo Lelli membobol kunci ECC 15-bit menggunakan hardware quantum publik, memenangkan 1 BTC dari Q-Day Prize Project Eleven. Rekor sebelumnya hanya 6-bit, meningkat 512 kali lipat dalam tujuh bulan. Bitcoin masih jauh dari ancaman langsung (kunci 256-bit), tapi laju ini mempersempit jendela waktu migrasi.
National Institute of Standards and Technology (NIST), lembaga pemerintah Amerika Serikat yang menetapkan standar teknologi global, menerbitkan empat algoritma PQC resmi pada Agustus 2024:
Keempat algoritma ini menjadi tolak ukur utama komunitas crypto untuk menilai seberapa andal klaim anti-quantum sebuah project.
Pada aset seperti Bitcoin dan Ethereum belum anti-quantum hari ini, tetapi keduanya sedang aktif mengerjakan jalur migrasi untuk mengantisipasi perkembangan quantum.
Bitcoin Improvement Proposal (BIP) 360, dikenal sebagai Pay-to-Merkle-Root (P2MR), menyembunyikan public key di dalam Merkle tree dan baru mengungkapkannya saat transaksi dieksekusi. Ini mempersulit serangan quantum yang membutuhkan public key sebagai titik masuk penyerangan. Per Juni 2026, BIP-360 sudah berjalan di testnet dengan partisipasi lebih dari 50 penambang dan melampaui 100.000 blok pada tahap uji coba.
Vitalik Buterin mempublikasikan peta jalan post-quantum Ethereum pada Februari 2026. Ada empat area yang perlu dimigrasi:
EIP-8141 diajukan untuk hard fork Hegotá yang ditargetkan rampung pada paruh kedua 2026. Lebih dari 10 tim klien Ethereum sudah menjalankan devnet mingguan untuk PQC, dengan target penyelesaian penuh sekitar 2029 per pq.ethereum.org.
Berikut ini adalah proyek-proyek kripto yang dan sudah mengimplementasikan atau sedang secara aktif mengembangkan PQC.

Algorand adalah L1 blockchain dengan menggunakan mekanisme Pure Proof-of-Stake, diciptakan oleh Silvio Micali, profesor MIT dan pemenang Turing Award.
Algorand mengeksekusi transaksi post-quantum pertama di mainnet menggunakan Falcon-1024, tanda tangan berbasis kisi yang disetujui NIST. Diintegrasikan sebagai opcode native falcon verify di AVM v12 tanpa hard fork dengan state proof berbasis Falcon yang juga sudah mengamankan rantai setiap 256 blok.
Keunggulan:
Kekurangan:
Pelajari lebih lanjut mengenai Algorand di Pintu Academy: Apa itu Algorand (ALGO)?

Hedera adalah jaringan berbasis hashgraph (struktur Directed Acyclic Graph/DAG). Dikelola oleh Hedera Governing Council yang beranggotakan Google, IBM, dan Boeing.
Hedera menggunakan SHA-384 sebagai fungsi hash utama, memberikan 192-bit security level bahkan terhadap serangan quantum karena Grover’s algorithm hanya memberi percepatan kuadratik. Pada Desember 2024, Hedera bermitra dengan SEALSQ untuk mengembangkan chip semikonduktor QS7001 yang quantum-resistant, dirancang mengamankan perangkat IoT di jaringan Hedera.
Keunggulan:
Kekurangan:

Starknet adalah ZK-rollup Layer 2 di atas Ethereum yang dikembangkan oleh StarkWare, menggunakan STARK proof (Scalable Transparent Argument of Knowledge) untuk memvalidasi transaksi secara kriptografis.
STARK proof berbasis fungsi hash, bukan kurva eliptik, sehingga tidak terpapar serangan Shor’s algorithm. Starknet sedang bermigrasi dari hash Pedersen ke Poseidon yang lebih tahan quantum. Native account abstraction menjadikan seluruh dompet sebagai smart contract, sehingga upgrade protokol otomatis diimplementasi oleh semua dompet.
Keunggulan:
Kekurangan:

Succinct adalah proyek infrastruktur zero-knowledge yang mengembangkan SP1, sebuah zkVM (zero-knowledge virtual machine) yang menghasilkan bukti ZK untuk program yang dikompilasi ke arsitektur RISC-V. Berbeda dari ALGO, HBAR, atau STRK, Succinct beroperasi sebagai lapisan infrastruktur pembuktian terdesentralisasi di ekosistem Ethereum.
SP1 menggunakan sistem bukti berbasis hash, bukan kurva eliptik, sehingga lapisan pembuktian ini tidak rentan terhadap Shor’s algorithm. SP1 Hypercube membuktikan blok Ethereum rata-rata dalam waktu 10,3 detik, dengan 93% blok selesai secara real-time menggunakan 200 GPU. Succinct juga bekerja sama dengan Ethereum L2 seperti Base dalam mengintegrasikan teknologi SP1 pada Mei 2026.
Keunggulan:
Kekurangan:
Baca juga: Apa itu Succinct (PROVE)?
Ancaman komputer quantum memang nyata, tetapi tidak ada kepastian kapan mesin yang cukup kuat akan tersedia. Estimasi dari para peneliti bervariasi antara 5 hingga 15 tahun. Project anti-quantum yang ada saat ini masih tergolong awal dan perlu dibuktikan secara konkret terhadap ketahanan quantum.
Berikut faktor penting yang perlu diperhatikan:
Meski komputer quantum belum bisa membobol Bitcoin atau Ethereum, tetapi riset terbaru menunjukkan bahwa ambang batasnya lebih rendah dari yang diperkirakan, dan sebagian besar jaringan crypto belum punya solusi yang diproduksi di mainnet untuk mengantisipasi hal ini. Bitcoin sedang mengerjakan BIP-360, Ethereum menyiapkan hard fork Hegotá, Algorand sudah menerapkan standar NIST di mainnet, dan Succinct menyediakan infrastruktur pembuktian berbasis hash yang sudah digunakan oleh Google. Pemahaman tentang ancaman komputer quantum terhadap crypto akan semakin relevan dalam beberapa tahun ke depan, seiring perkembangan quantum computing yang terus berlanjut.
Disclaimer: Semua informasi yang ditampilkan dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, rekomendasi, ajakan untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu, maupun dasar pengambilan keputusan finansial. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing.
Apa itu komputer quantum dan kenapa berbahaya bagi crypto?
Komputer quantum adalah mesin yang menggunakan prinsip mekanika quantum untuk memproses informasi jauh lebih cepat dari komputer biasa untuk jenis masalah tertentu. Bahayanya bagi crypto adalah algoritma bernama Shor’s algorithm yang bisa memecahkan ECDSA, sistem tanda tangan yang dipakai Bitcoin dan Ethereum, sehingga berpotensi dapat mencuri aset dari dompet yang public keynya sudah terekspos.
Apakah Bitcoin bisa diretas komputer quantum sekarang?
Belum. Mesin quantum terkuat saat ini masih di kisaran 100 logical qubit, sedangkan dibutuhkan sekitar 1.200 logical qubit untuk membobol ECDSA Bitcoin. Ancaman ini bisa menjadi nyata dalam beberapa tahun ke depan jika perkembangan quantum computing terus berlanjut.
Apa itu post-quantum cryptography?
Post-quantum cryptography (PQC) adalah kriptografi yang dirancang tahan terhadap serangan komputer quantum. NIST menetapkan empat standar resmi pada 2024 yaitu Dilithium, Falcon-1024, SPHINCS+, dan XMSS. Algoritma ini menggunakan matematika berbasis masalah kisi (lattice) atau fungsi hash, yang tidak bisa dipercepat secara signifikan oleh komputer quantum.
Apakah aman berinvestasi di project crypto anti-quantum?
Tidak ada jaminan. Algorand sudah memiliki implementasi teknis yang terverifikasi di mainnet dengan standar NIST. Hedera dan Starknet masih dalam proses migrasi penuh ke PQC. Succinct (PROVE) menyediakan infrastruktur pembuktian berbasis hash yang sudah dipakai Base dan Ethereum. Keempatnya tersedia di Pintu. Risiko volatilitas tetap lebih tinggi dari Bitcoin atau Ethereum, jadi lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.
Bagikan
Table of contents
Lihat Aset di Artikel Ini
Harga ALGO (24 Jam)
Kapitalisasi Pasar
-
Volume Global (24 Jam)
-
Suplai yang Beredar
-