Apa Itu OTP Dalam Dunia Digital?

Updated
October 3, 2021
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Apa Itu OTP Dalam Dunia Digital?
Reading Time: 4 minutes

Zaman sudah semakin modern dan teknologi semakin canggih. Yang mana hampir seluruh lini kehidupan sudah memanfaatkan teknologi ini. Sebut saja smartphone, ponsel pintar yang bisa memberikan informasi dari seluruh dunia secara cepat. Adapun beberapa game online yang bisa mengajarkan edukasi baik pada anak-anak masa kini.

Teknologi canggih ini juga menawarkan berbagai macam kemudahan untuk manusia. Mulai dari mudahnya belanja kebutuhan primer dan sekunder secara online. Ataupun pemesanan tiket perjalanan dengan aplikasi. Setiap transaksi melalui internet pastinya memerlukan kode OTP. Berikut pengertian OTP beserta cara untuk mendapatnya.

Apa itu OTP?

OTP merupakan singkatan dari One-Time Password. Pengertian OTP adalah sebuah kode verifikasi maupun kata sandi yang berisikan 6 digit karakter yang rahasia dan unik. Biasanya kode OTP dikirimkan melalui email ataupun SMS. Namun kini beberapa developer juga menawarkan pengiriman OTP melalui pesan WhatsApp sehingga lebih terjaga kerahasiaannya.

Keamanan kode OTP semakin baik dengan masa berlaku yang hanya 5 menit. Setelah 5 menit maka kode OTP tersebut hangus dan kamu harus meminta ke developer untuk mengirimkan kode otp tersebut kembali. Karena pentingnya kode OTP ini maka jangan sampai kamu berikan orang lain termasuk orang yang mengaku developer itu sendiri agar terhindar dari aksi penipuan.

Macam-Macam OTP

Setelah tahu apa itu OTP, maka selanjutnya yang harus kamu tahu adalah macam-macam kode OTP**.** Kebanyakan orang menganggap jika kode OTP hanya ada satu, namun pada kenyataannya kode OTP dibagi menjadi 3 jenis. Adapun macam-macam kode OTP (One-Time Password) adalah:

1. Hard Token

Menduduki posisi pertama, hard token dinobatkan sebagai kode OTP dengan keamanan paling kuat. Ini karena hard token tidak memerlukan perangkat lain untuk menghubungkan kodenya ke fisik token kalkulator. Bahkan hebatnya lagi kode OTP satu ini tidak memerlukan media seperti email dan sms untuk menyampaikan kode mereka sehingga lebih sulit untuk diretas.

Hard token ini biasanya digunakan untuk verifikasi transaksi keuangan seperti transfer uang atau pembayaran melalui suatu bank.

2. Soft Token

Setelah hard token, ada soft token yang keamanannya tidak setinggi hard token namun tetap aman untuk digunakan. Yang mana kode ini menggunakan aplikasi autentikasi yang bisa mengolah kode OTP berdasarkan set kunci yang dimiliki. Kekurangan dari soft token adalah semua perangkat yang tersambung ke aplikasi tersebut akan menerima kode autentikasinya.

Salah satu contoh soft token yang sering digunakan adalah aplikasi Google Authenticator sebagai keamanan lapis kedua dimana setelah kamu memasukkan username dan password pada suatu aplikasi, akan ada permintan kode tambahan yang berasal dari aplikasi Google Authenticator.

3. On Demand Token

Dibandingkan kedua jenis kode OTP di atas, on demand token memiliki sistem keamanan yang paling rendah. Meski begitu, jenis OTP satu ini masih banyak peminatnya sebab sangat mudah digunakan. On demand token memerlukan bantuan pihak ketiga untuk menghubungi pengguna karena on demand token tidak bisa mengolah datanya sendiri.

Pada on demand token, biasanya kode keamanan akan dikirimkan melalui SMS atau Whatsapp ketika kamu akan melakukan login pada aplikasi tertentu.

Bagaimana Cara Mendapatkan Kode OTP?

Ketika kamu mendaftar suatu aplikasi maka kemungkinan besar kamu akan dikirimi kode OTP sebagai verifikasi masuk ke dalam aplikasi tersebut. Kode OTP tersebut kamu terima melalui email, SMS, atau aplikasi messaging yang kamu gunakan.

Pada dasarnya OTP sendiri merupakan kode keamanan yang hanya boleh diketahui oleh satu orang. Karena keamanannya yang menjanjikan inilah maka banyak developer aplikasi yang menggunakan OTP.

Cara mendapatkan kode OTP sendiri cukup mudah. Sebab kode ini akan otomatis muncul di hp kamu yang nomornya sudah kamu daftarkan pada sebuah aplikasi. Selain berperan sebagai kode masuk sebuah aplikasi, OTP juga biasa digunakan untuk memverifikasi pembayaran secara online. Sehingga developer aplikasi tau yang melakukan transaksi tersebut kamu dan bukan orang lain.

Tips Agar Kode OTP Tetap Aman

Semakin canggih sebuah teknologi maka akan semakin beragam pula jenis kejahatannya. Tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan kejahatan penipuan online, pencurian data, bahkan hilangnya sebuah website karena hacker. OTP memang berperan sebagai kode keamanan namun bukan berarti kode ini tidak bisa dibajak. Adapun tips agar kode OTP tetap aman adalah:

1. Hindari meminjamkan nomor telepon dan akun email

Biasanya kode OTP akan dikirimkan melalui SMS ataupun email. Oleh karena itu jangan pernah memberikan nomor telepon kamu pada orang lain dengan alasan apapun. Apalagi jika beralasan meminjam akun email guna mendaftar suatu aplikasi. Dengan begitu maka kode OTP dari developer hanya akan sampai ke kamu bukan orang lain.

2. Rutin mengganti PIN dan password

Saat ini tidak hanya belanja saja yang bisa dilakukan secara online. Namun aktivitas perbankan seperti transfer uang. Oleh karena itu kamu harus rutin mengganti password dan PIN yang kamu miliki. Sehingga akun yang kamu miliki baik di marketplace maupun di aplikasi lain tetap aman dan terhindar dari pembajakan akun.

3. Hindari memberikan OTP ke nomor asing

Setiap developer aplikasi pasti memiliki nomor tersendiri untuk mengirimkan kode OTP tersebut ke pengguna aplikasinya. Apabila ada nomor asing yang mengaku dari developer aplikasi dan meminta kode OTP maka jangan pernah kamu berikan apapun alasannya.

4. Selalu cek aktivitas aplikasi

Selain rutin mengganti PIN dan password, kamu juga harus rutin melihat aktivitas pada aplikasi. Terutama untuk kamu yang sering bertransaksi di marketplace maupun aplikasi bank online. Cek riwayat aplikasi apakah ada yang mencurigakan.

Pembajakan sebuah akun secara online kini seringkali terjadi. Oleh karenanya, OTP sangat membantu untuk mengamankan data dan aktivitas transaksi pada aplikasi keuangan seperti Pintu.

Pintu merupakan aplikasi jual beli aset kripto yang sangat mudah digunakan. Kamu juga dapat menerima atau mengirim aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum atau coin lainnya. Selalu gunakan aplikasi Pintu untuk aktivitas trading atau investasi yang mudah dan aman serta terdaftar di BAPPEBTI.

Referensi:

Kathleen Richards, One-Time Password (OTP). Diakses tanggal: 22-09-2021

Populix, Apa itu Kode OTP? Cek Bedanya dengan PIN dan Peran pada Bisnis. Diakses tanggal: 22-09-2021

Wikipedia, One Time Password. Diakses tanggal: 22-09-202

Wildana Husada
Author
Wildana Husada
Topik
#otp
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Lihat Artikel Lainnya ->
Mulai Investasi Sekarang
Daftar dalam hitungan menit, langsung mulai investasi.
tampilan aplikasi pintu crypto
Alamat Perusahaan
Kantor Pusat
The City Tower Lantai 27 Jalan M.H Thamrin No.81, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310 Indonesia
Operasional & Customer Support
Rukan Permata Senayan Blok H1-H2 Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12210 Indonesia
Terdaftar dan Diawasi
Lisensi aplikasi pintu menkominfo dan bappebti
Foundations/Reg-license/ISO27001
Lisensi ISO
© 2021 PT. Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Kinerja pada masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Kinerja historikal, expected return dan proyeksi probabilitas disediakan untuk tujuan informasi dan illustrasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto merupakan keputusan independen oleh pengguna.
Pintu App Logo
Pintu App
The Easiest way to Trade Bitcoin and other Cryptos
10K+