Pengertian, Fungsi dan Contoh Bisnis Ritel

Updated
August 19, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Pengertian, Fungsi dan Contoh Bisnis Ritel
Reading Time: 4 minutes

Bisnis ritel adalah salah satu model bisnis yang menguntungkan dengan jumlah peminat yang tinggi. Meski terkesan mudah dijalankan, tetapi pelaku bisnis ritel juga butuh banyak pengetahuan sebelum menjalankan model bisnis yang satu ini, terutama soal apa itu bisnis ritel dan bagaimana cara kerjanya. Yuk, simak selengkapnya!

Pengertian Bisnis Ritel

gambar bisnis ritel

Sederhananya, pengertian bisnis ritel adalah bentuk bisnis yang menghubungkan penjualan produk dan layanan kepada pembeli dengan kuantitas ritel (satuan atau eceran). Biasanya, konsumen yang membeli produk ini adalah konsumen akhir. Jadi produknya digunakan sendiri, bukan untuk dijual kembali. Jelas hal ini berbeda dengan bisnis yang menjual produk secara grosir. Karena grosir biasanya dibeli konsumen untuk dijual kembali.

Faktor ini tentu berpengaruh besar ke harga produk atau layanan yang ditawarkan oleh bisnis ritel dan grosir, yang mana harga grosir cenderung akan lebih murah dibandingkan harga ritel. Selain itu, dalam bisnis ritel, terjadi kontak langsung dengan konsumen akhir. Jadi pemilik bisnis ritel harus menyediakan metode transaksi yang mudah, praktis dan cepat.

Pengertian Bisnis Ritel Menurut Para Ahli

Dalam Bahasa Inggris, bisnis ritel adalah retail business atau retailing. Selain itu, berikut pengertian bisnis ritel menurut para ahli:

Berman dan Evans dalam Buku Retail Management: A Strategic Approach

Retailing merupakan suatu usaha bisnis yang memasarkan barang dan jasa kepada konsumen akhir yang menggunakannya untuk keperluan pribadi dan rumah tangga.

David Gilbert dalam Retail Marketing Management

Retail adalah semua usaha bisnis yang secara langsung mengarahkan kemampuan pemasarannya untuk memuaskan konsumen akhir berdasarkan organisasi penjualan barang dan jasa sebagai inti dari distribusi.

Levy dan Weitz dalam Buku Retailing Management Information

Retailing adalah satu rangkaian aktivitas bisnis untuk menambah nilai guna barang dan jasa yang dijual kepada konsumen untuk konsumsi pribadi atau rumah tangga.

Philip Kotler, Pengarang, Konsultan dan Profesor di Bidang Pemasaran

Penjualan eceran meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang atau jasa pada konsumen akhir untuk dipergunakan yang sifatnya pribadi, bukan bisnis.

Fungsi Bisnis Ritel

Pada intinya, bisnis ritel adalah bisnis menjual barang secara eceran kepada konsumen akhir. Beberapa fungsi bisnis ritel adalah:

  • Membeli dan merakit barang agar dapat dijual ke konsumen akhir dalam keadaan sudah jadi
  • Menyimpan barang sebelum dijual ke konsumen akhir
  • Menjual barang ke konsumen akhir
  • Memaksimalkan kepuasan konsumen dengan produk yang berkualitas
  • Menilai pergantian keinginan pasar sesuai tren
  • Mempromosikan produk untuk menarik konsumen.

Unsur-unsur Bisnis Ritel

Untuk membedakan model bisnis ritel dengan mode bisnis yang lainnya, bisa dilihat dari unsur-unsur bisnis ritel, yaitu:

  • Menjalankan operasional bisnis secara optimal (executional excellence)
  • Menghadirkan brand yang unik (brand experience)
  • Memperhatikan proses konsumen berbelanja, termasuk waktunya (expediting)
  • Menjalin hubungan baik dengan pelanggan (engagement)
  • Menangani masalah yang muncul (problem recovery).

Klasifikasi Bisnis Ritel

Menurut Kotler, bisnis ritel bisa diklasifikasikan menurut lini produk yang mereka jual. Berikut beberapa jenis-jenis bisnis ritel.

Toko Pengecer

Toko pengecer bentuknya sangat variatif, mulai dari toko kelontong yang banyak ditemukan di dekat perumahan, gerai minimarket, hingga supermarket yang menjual harga retail, bukan harga grosir.

Penjualan Eceran Bukan Toko

Jenis bisnis ritel ini melakukan direct selling atau penjualan secara langsung, misalnya saja produk dan jasa yang dijual dari rumah ke rumah atau kantor ke kantor. Penjualan bisa dilakukan oleh satu orang ke satu orang lain atau oleh satu orang ke banyak orang atau bahkan ke satu komunitas sekaligus.

Contoh lainnya adalah penjualan lewat vending machine. Proses jual beli dilakukan oleh sebuah mesin yang bukan toko. Biasanya, vending machine diletakkan di lokasi strategis yang dilewati banyak orang.

Organisasi Pengecer

Seperti namanya, organisasi pengecer adalah pengecer yang berada di bawah satu organisasi, misalnya saja koperasi pengecer yang anggotanya merupakan pengecer independen lalu membentuk organisasi terpusat supaya bisa melakukan organisasi bersama.

Selain itu, bisa juga berupa koperasi konsumen, yaitu toko yang dimiliki dan dikelola oleh konsumen yang membentuk komunitas. Contoh lain dari organisasi pengecer adalah organisasi waralaba yang membeli hak untuk mengelola bisnis.

Baca juga: 10 Tips Memulai Bisnis Online Bagi Pemula

Contoh Bisnis Ritel

contoh bisnis ritel

Supaya lebih mudah memahami tentang apa itu bisnis ritel, berikut beberapa contoh bisnis ritel yang pastinya sering kamu temui dalam kehidupan sehari-hari.

Pasar Swalayan

Pasar swalayan menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan dan minuman, kemasan, makanan segar, obat-obatan, alat bersih-bersih, alat kecantikan, dan lain-lain.

Toko Kebutuhan Rumah Tangga

Jenis toko ini adalah toko khusus yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga. Pilihannya lengkap mulai dari lampu, keran air, hingga furniture dan dekorasi seperti sofa, kursi taman, pigura, dan masih banyak lagi.

Toko Khusus

Yang dimaksud toko khusus adalah toko yang menjual satu jenis kategori produk, misalnya saja toko perlengkapan olahraga, toko suku cadang motor, toko buku, dan masih banyak lagi.

Ritel Tanpa Toko

Sekarang, bisnis ritel tanpa toko banyak sekali ditemukan, terutama dengan tren belanja online yang semakin marak, sehingga pemilik toko tidak perlu lagi memiliki toko secara offline. Pegawai yang dipekerjakan pun tidak perlu sebanyak toko sungguhan.

Restoran

Restoran juga merupakan bisnis ritel karena produk atau jasa yang ditawarkan langsung dikonsumsi oleh pembelinya, tidak untuk dijual lagi. Model restoran pun berbeda-beda, di antaranya ada yang bisa makan langsung di tempat, take-away atau bahkan hanya menyediakan layanan secara online.

Itu dia pengertian, fungsi, dan contoh bisnis ritel. Semoga informasi ini bermanfaat!

Selain membuka bisnis, investasi jadi salah satu cara yang dilakukan banyak orang untuk menumbuhkan aset mereka. Salah satu investasi yang sedang banyak diminati masyarakat saat ini adalah crypto.

Bahkan, per Desember 2021 lalu, jumlah investor crypto di Indonesia telah mencapai 11 juta orang. Buat kamu yang tertarik untuk berinvestasi crypto namun tidak tau harus mulai dari mana, download Pintu sekarang di  App Store dan Play Store kamu masing-masing

Pintu menyediakan berbagai fitur yang cocok bagi investor pemula, salah satunya Pintu Earn, di mana kamu bisa mendapatkan bonus APY hingga belasan persen cukup dengan menyimpan aset crypto di Pintu Earn saja, yang mana top-up dan tarik saldo bisa kamu lakukan kapan saja.

Referensi:

Erplay. What Is Retail?. Diakses 9 Agustus 2022

Ireap. Retail Business: Definition, Types, and How to Start for Beginners. Diakses 9 Agustus 2022

Rick Suttle. What Types of Businesses Are Considered Retail?. Diakses 9 Agustus 2022

Uny. Kajian Pustaka. Diakses 9 Agustus 2022

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->