Pintu Blog
/
Berita
/
Netflix Diperkirakan akan Menyusul Tesla untuk Membeli Bitcoin
Netflix Diperkirakan akan Menyusul Tesla untuk Membeli Bitcoin
Combined Shape 2
3 Menit
Bagikan
Reading Time: 3 minutes

Tren positif harga Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir membuat banyak perusahaan tertarik untuk memilikinya. Bayangkan saja, harga Bitcoin saat ini setara dengan Rp800 juta rupiah. Oleh karenanya, tak heran kalau investor terkemuka dan perusahaan besar dunia mempertimbangkan kepemilikan aset berupa Bitcoin.

Baca Juga: Harga Bitcoin Terkini Mencapai Rp825 Juta

Tesla melakukan pembelian Bitcoin secara besar-besaran pada Februari kemarin. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai US$1,5 miliar atau setara Rp21 triliun. Nah, kabarnya akan ada perusahaan terkemuka dunia lain yang mengikuti jejak Tesla. Salah satunya adalah Netflix.

Kemungkinan Netflix mengikuti langkah Elon Musk diungkapkan oleh investor Bitcoin Tim Draper. Di kalangan investor Bitcoin, nama Draper memang sangat terkenal. Sosok yang satu ini pernah melelang sebanyak 30 ribu BTC dengan harga rata-rata US$632 pada 2014 melalui marketplace Silk Road.

Draper mengungkapkan prediksinya dengan landasan yang kuat. Apalagi, Draper mempunyai kedekatan yang cukup personal dengan CEO sekaligus co-founder Netflix, Reed Hastings. Draper mengatakan kalau Reed merupakan sosok yang inovatif dan selalu mencoba berpikir kreatif.

Lebih lanjut, Draper berkata bahwa Reed akan berupaya untuk mempertahankan posisinya sebagai CEO di Netflix. Untuk membantu upayanya tersebut, keputusan membeli BTC adalah tindakan yang tepat. Dia pun percaya kalau divisi finansial perusahaan terkemuka seperti Netflix tengah mempelajari tentang BTC.

Amazon Bakal Mulai Menerima Pembayaran Bitcoin

Draper tidak hanya memperkirakan langkah Netflix untuk terjun dalam dunia Bitcoin. Dia juga menyebut Amazon yang saat ini dikenal sebagai ecommerce terbesar dunia saat ini sebagai perusahaan yang bakal menerima keberadaan BTC. “Saya percaya kalau Amazon akan mulai menerima Bitcoin dalam waktu dekat,” ujarnya.

Peluang Amazon dalam menerima pembayaran dengan Bitcoin ini berkaitan erat dengan kebijakan terbaru mereka. Alasannya, karena mereka baru saja mengumumkan kalau Amazon Web Services (AWS) mulai memberi support untuk pemakaian Ethereum dalam Amazon Managed Blockchain.

Kebijakan terbaru itu membuat para pelanggan Amazon bisa memanfaatkan node Ethereum untuk terhubung dengan mainnet dan test network lainnya semacam Ropsten atau Rinkeby. Kalau kebijakan seperti ini terus berlanjut, tak menutup kemungkinan perusahaan yang dipimpin Jeff Bezos itu akan mulai menerima BTC sebagai alat pembayaran.

Tren Harga BTC yang Terus Meningkat

Draper bukan satu-satunya pihak yang memprediksi dampak kebijakan Tesla terhadap industri cryptocurrency, khususnya BTC. Perusahaan investasi terkemuka seperti JP Morgan juga sempat mengungkapkan perkiraan serupa. Dalam riset terbarunya, JP Morgan menuliskan kalau akan ada banyak perusahaan yang melakukan tindakan serupa.

Lebih lanjut, JP Morgan memprediksi kalau pengumuman dari Tesla akan menimbulkan pergerakan harga BTC dalam jangka pendek. Pada awal bulan Maret ini, nilai tukar Bitcoin mampu mencapai angka yang fantastis, yakni US$51 ribu atau setara Rp732 juta. Per 20 Maret 2021, nilai BTC mengalami peningkatan jadi US$58 ribu per koin.

Fakta yang cukup menarik, angka US$58 ribu bukanlah harga tertinggi Bitcoin dalam bulan ini. Pada 13 Maret kemarin, BTC sempat menginjak posisi pada harga US$61 ribu per koin. Angka ini berbanding sangat jauh pada situasi di awal Januari 2021, saat Bitcoin punya nilai tukar di angka US$35 ribu per koin.

Angka $61 ribu per koin diperkirakan tidak akan menjadi harga tertinggi Bitcoin. Draper pernah mengungkapkan kalau harga BTC akan meningkat ke angka US$250 ribu dalam beberapa tahun ke depan. Sementara itu, JP Morgan pernah pula menyebutkan bahwa BTC akan meroket ke angka US$146 ribu dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan pergerakan yang cukup tinggi tersebut, tak heran kalau akan ada banyak perusahaan yang berbondong-bondong melakukan pembelian BTC dalam jumlah besar. Apalagi, sudah ada berbagai lembaga finansial terkemuka yang memprediksi kalau Bitcoin akan menggantikan peran emas dan bahkan muncul sebagai alat pembayaran alternatif.

Baca Juga: Market Crypto di Indonesia Diperkirakan Hingga 28 Juta di 2025

Nah, Teman Pintu, apakah kamu juga tertarik berinvestasi dengan Bitcoin? Pelajari risikonya lebih dulu agar dapat menghindari kerugian dan memperoleh cuan. Unduh aplikasi Pintu untuk memulai investasi Bitcoin. Download sekarang juga di sini!

Bagikan
Artikel Terkait

Aplikasi Jual/Beli Bitcoin dan Crypto.

Mudah. Praktis. Instan.

Download Aplikasinya sekarang
Terdaftar dan Diawasi
Alamat Perusahaan
Kantor Pusat
The City Tower Lantai 27 Jalan M.H Thamrin No.81, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310 Indonesia
Operasional & Customer Support
Rukan Permata Senayan Blok H1-H2 Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12210 Indonesia
Terdaftar dan Diawasi
© 2021 PT. Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Kinerja pada masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Kinerja historikal, expected return dan proyeksi probabilitas disediakan untuk tujuan informasi dan illustrasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto merupakan keputusan independen oleh pengguna.