Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional menurut Prinsip Mekanisme Kerja

Updated
May 12, 2023
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional menurut Prinsip Mekanisme Kerja
Reading Time: 4 minutes

Bank merupakan institusi keuangan yang menjadi tulang punggung perekonomian suatu negara. Dalam perkembangannya, terdapat beberapa jenis bank yang bisa dipilih oleh masyarakat, yaitu bank konvensional dan bank syariah. 

Kedua jenis bank ini memiliki perbedaan dalam prinsip dasar, tujuan pendirian, sumber pendanaan, produk dan layanan, mekanisme pengembalian dana nasabah, pengelolaan risiko, dan bagian keuntungan.  Dengan memahami perbedaan bank syariah dan bank konvensional kamu bisa memilih jenis bank yang sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu Memahami memahami perbedaan bank syariah dan bank konvensional juga dapat membantu kamu mengetahui apa saja perbedaan pada tujuan pendirian, sumber pendanaan, produk dan layanan, hingga mekanisme pengembalian dana nasabah.

Agar dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai perbedaan bank syariah dan bank  konvensional, simak penjelasannya di bawah ini. 

Baca juga: Manfaat Investasi

Pengertian Bank Konvensional dan Syariah

Pengertian Bank Konvensional dan Syariah

Sebelum membahas lebih jauh mengenai perbedaan bank syariah dan bank konvensional, kamu perlu tahu dulu pengertian dari masing-masing bank tersebut. Berikut ini pengertian antara bank syariah dan bank konvensional:

Bank Konvensional

Bank konvensional adalah bank yang beroperasi berdasarkan prinsip keuntungan, yang biasa disebut bunga. Bank konvensional meminjamkan uang ke nasabah dengan bunga yang harus dibayar oleh nasabah. Selain itu, bank konvensional juga menawarkan berbagai produk dan layanan seperti tabungan, deposito, kredit, dan kartu kredit. Bank konvensional memperoleh keuntungan dari selisih bunga yang diperoleh dari pemberian kredit dan bunga yang dibayarkan oleh nasabah yang menabung.

Bank Syariah

Bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah atau Islam. Bank syariah memperoleh keuntungan dari kegiatan bisnis yang bersifat halal dan sesuai dengan prinsip syariah. Keuntungan dari bank syariah dibagi antara bank dan nasabah sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati. Bank syariah menawarkan berbagai produk dan layanan seperti tabungan, deposito, pembiayaan, dan kartu kredit yang sesuai dengan prinsip syariah.

Prinsip Dasar Bank Konvensional dan Syariah

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang paling mendasar ada pada prinsipnya. Yuk cari tahu perbedaan keduanya melalui penjelasan di bawah ini:

Prinsip Dasar Bank Konvensional

Prinsip dasar bank konvensional adalah mencari keuntungan dengan memberikan pinjaman uang kepada nasabah dengan bunga yang dikenakan. Bank konvensional meminjamkan

uang ke nasabah dengan harapan mendapatkan keuntungan dari selisih bunga yang dikenakan pada nasabah peminjam dan bunga yang diterima dari nasabah yang menabung.

Prinsip Dasar Bank Syariah

Prinsip dasar bank syariah adalah mencari keuntungan dengan melakukan kegiatan bisnis yang halal dan sesuai dengan prinsip syariah. Bank syariah memperoleh keuntungan dengan mengambil bagian dari keuntungan yang dihasilkan dari kegiatan bisnis yang dilakukan, bukan dari bunga yang dikenakan pada nasabah. Bank syariah mempunyai mekanisme bagi hasil, dimana keuntungan dibagi antara bank dan nasabah sesuai dengan kesepakatan.

Baca juga: Redemption: Waktu Terbaik Menjual Saham

Perbedaan Bank Konvensional dan Syariah

Ada beberapa faktor yang menjadi perbedaan bank syariah dan bank konvensional. Beberapa perbedaan tersebut ada pada tujuan pendirian, sumber pendanaan, hingga metode bagi hasil, berikut ini penjelasannya:

Tujuan Pendirian

Bank konvensional didirikan untuk mencari keuntungan dengan memberikan pinjaman uang kepada nasabah dengan bunga yang dikenakan. Sedangkan bank syariah didirikan untuk memberikan pelayanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Sumber Pendanaan

Bank konvensional mendapatkan sumber pendanaan dari tabungan dan deposito yang diterima dari nasabah, serta dari pasar modal melalui penjualan surat berharga. Sedangkan bank syariah mendapatkan sumber pendanaan dari pemilik modal, nasabah yang menanamkan modal, dan pembiayaan.

Produk dan Layanan

Bank konvensional menawarkan berbagai produk dan layanan seperti tabungan, deposito, kredit, dan kartu kredit. Sedangkan bank syariah menawarkan produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip syariah, seperti tabungan syariah, deposito syariah, pembiayaan, dan kartu kredit syariah.

Mekanisme Pengembalian Dana Nasabah

Bank konvensional mengembalikan dana nasabah dengan bunga yang telah disepakati. Sedangkan bank syariah mengembalikan dana nasabah dengan hasil yang diperoleh dari kegiatan bisnis yang dilakukan oleh bank.

Pengelolaan Risiko

Bank konvensional mengelola risiko dengan menggunakan prinsip kehati-hatian dan melakukan diversifikasi portofolio. Sedangkan bank syariah mengelola risiko dengan prinsip syariah yang mencakup halal dan haram, adil dan tidak diskriminatif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagian Keuntungan

Bank konvensional memberikan keuntungan kepada nasabah dengan memberikan bunga pada tabungan dan deposito. Sedangkan bank syariah memberikan keuntungan kepada nasabah dengan mekanisme bagi hasil sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, perbedaan bank syariah dan bank konvensional  ada  pada prinsip dasar, tujuan pendirian, sumber pendanaan, produk dan layanan, mekanisme pengembalian dana nasabah, pengelolaan risiko, dan bagian keuntungan.

Dalam memilih jenis bank yang sesuai dengan kebutuhan, nasabah harus mempertimbangkan nilai-nilai yang dimiliki oleh bank tersebut.

Bagi nasabah yang memperhatikan aspek kehalalan dalam bertransaksi keuangan, bank syariah merupakan pilihan yang tepat. Namun, bagi nasabah yang memprioritaskan tingkat keuntungan yang lebih tinggi, bank konvensional dapat menjadi pilihan.

Namun, perlu diingat bahwa pemilihan bank harus didasarkan pada pertimbangan yang matang dan sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang dimiliki. Sebagai nasabah, kita harus selalu mengevaluasi dan mempertimbangkan kembali pilihan kita dalam memilih bank yang tepat untuk memenuhi kebutuhan keuangan kita.

Penutup

Selain kedua jenis bank tersebut, ada alternatif keuangan lain yang juga dapat digunakan sebagai sarana investasi dan simpan-pinjam yaitu cryptocurrency. 

Sebagai infrastruktur terdesentralisasi, cryptocurrency menawarkan berbagai kemudahan yang tidak bisa didapat melalui perbankan konvensional mulai dari keamanan,kecepatan, efisiensi, dan biaya transaksi yang rendah. Tidak hanya itu, cryptocurrency juga menawarkan aksesibilitas yang tinggi karena dapat diakses oleh siapa saja di seluruh dunia, tanpa memerlukan rekening bank atau persyaratan khusus lainnya.

Kamu bisa mulai rasakan manfaat cryptocurrency melalui aplikasi Pintu, hanya dengan modal awal Rp11.000, kamu bisa memiliki berbagai token cryptocurrency pilihan seperti Ethereum BNB, Solana, Bitcoin dan masih banyak lagi.

Mau investasi crypto secara mudah mulai dari Rp 11.000 saja? Download aplikasi crypto Pintu dan mulai investasi crypto sekarang!

Dapatkan juga informasi terbaru seputar berita crypto di Pintu News dan perdalam wawasan kamu melalui Pintu Academy untuk mendapatkan materi belajar crypto untuk level pemula hingga level mahir.

Kamu hanya perlu download aplikasi Pintu melalui App Store atau Play Store!

Referensi:

Evan Tarver, Islamic Banking and Finance Definition: History and Example, diakses tanggal 16 April 2023 

UBLDigital, Differences between Conventional Bank and Islamic Bank, diakses tanggal 16 April 2023

AIMS, Islamic Banking VS Conventional Banking, diakses tanggal 16 April 2023

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->