Perbedaan Metode Biaya dan Metode Ekuitas dalam Investasi

Updated
December 31, 2021
• Waktu baca 2 Menit
Gambar Perbedaan Metode Biaya dan Metode Ekuitas dalam Investasi
Reading Time: 2 minutes

Metode biaya dan metode ekuitas adalah dua metode yang sering kali tertukar satu sama lain oleh investor. Simak perbedaan metode biaya dan metode ekuitas dalam artikel berikut ini agar kamu tidak salah menggunakannya!

Kapan Metode Biaya dan Metode Ekuitas Dibutuhkan?

penggunaan metode biaya dan metode ekuitas

Kedua metode ini dibutuhkan dalam pencatatan laporan keuangan perusahaan ketika sebuah perusahaan (perusahaan induk, investor) mengakuisisi perusahaan lain (perusahaan anak, investee) dengan berbagai tujuan, di antaranya:

  • Memperoleh keuntungan dari potensi pendapatan masa depan investee.
  • Keinginan investor untuk memperoleh kendali atas perusahaan lain
  • Kemudahan memasuki pasar baru apabila perusahaan anak (investee) telah cukup dikenal di area atau bidang bersangkutan.
  • Diversifikasi operasi
  • Memperoleh teknologi baru yang bisa menunjang bisnis
  • Mengurangi jumlah kompetitor

Baca juga: Apa itu Bitcoin?

Apa itu Metode Ekuitas (Equity Method)?

Metode ekuitas adalah suatu metode pencatatan investasi yang mencatat investasi awal sebagai biaya perolehan dan akan ditambah atau dikurangi dengan laba maupun rugi yang didapatkan setelah tanggal perolehan.

Sementara itu, pengertian metode ekuitas berdasarkan PSAK 15 adalah sebagai berikut.

Metode ekuitas merupakan sebuah metode akuntansi yang mencatat investasi pada mulanya sebagai biaya perolehan (at cost) dan selanjutnya akan disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan investor atas aktiva bersih investee setelah tanggal perolehan.

Metode ini berlaku apabila kepemilikan atau kendali perusahaan induk (investor) terhadap anak perusahaan (investee) lebih besar dari 20%.

Baca juga: Apa itu Harga Keseimbangan?

Apa itu Metode Biaya (Cost Method)?

apa itu metode biaya

Menurut Moemarhadi (2017), metode biaya adalah suatu metode pencatatan investasi yang mencatat nilai investasi sebagai harga perolehan. Dalam hal ini, penghasilan investasi dianggap sebagai bagi hasil dan tidak mempengaruhi besaran investasi dari investor bersangkutan.

Metode biaya digunakan apabila besar kendali atau kepemilikan investor terhadap perusahaan tersebut lebih kecil dari 20%.

Nah, itu dia perbedaan metode biaya dan metode ekuitas secara umum. Untuk kamu yang ingin mempelajari cara menghitung metode ekuitas dan biaya secara lebih spesifik, kamu bisa mengecek beberapa buku berikut yang bisa kamu temukan secara gratis melalui Google Books.

  • Akuntansi Keuangan Lanjutan Berbasis IFRS & SAK Terbaru Buku 1 – oleh Eddy Winarso dan Nunung Nuryani
  • Akuntansi Keuangan Lanjutan – oleh Ulfa Nurhayani, Choms Gary GT Sibarani, dan La Hanu.

Selain berinvestasi di perusahaan lain, investasi crypto kini juga tengah menjadi minat banyak investor institusional, lho. Beberapa di antaranya adalah:

  • Microstrategy Inc, perusahaan perangkat lunak yang dipimpin oleh Michael Saylor telah lama dikenal berinvestasi pada aset bitcoin.
  • Square Inc, perusahaan pemrosesan pembayaran yang didirikan oleh Jack Dorsey, CEO Twitter
  • Tesla, perusahaan mobil listrik Elon Musk yang pada Februari lalu berinvestasi senilai Rp21,8 triliun di aset bitcoin.

Mau investasi crypto secara mudah mulai dari Rp 11.000 saja? Download aplikasi crypto Pintu dan mulai investasi crypto sekarang!

Referensi:

Eddy Winarso, dkk, Akuntansi Keuangan Lanjutan Berbasis IFRS & SAK Terbaru Buku 1. Diakses tanggal: 30-08-2021.

Moemarhadi, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Diakses tanggal: 30-08-2021.

Ulfa Nurhayani, dkk, Akuntansi Keuangan Lanjutan. Diakses tanggal: 30-08-2021.

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->