Profitability Ratio: Penjelasan Lengkap Fungsi dan Rumusnya

Updated
January 30, 2023
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Profitability Ratio: Penjelasan Lengkap Fungsi dan Rumusnya
Reading Time: 4 minutes

Analisis ratio keuangan selalu dimulai dengan melihat laporan keuangan sebagai rangkuman dari seluruh aktivitas dan kinerja keuangan perusahaan.

Terdapat tiga laporan keuangan utama yakni laporan laba/rugi, neraca keseimbangan, dan laporan arus kas. Namun hanya dengan menggunakan laporan laba/rugi kamu sudah bisa melakukan sebagian besar analisa rasio keuangan.

Laporan laba/rugi memberikan kita rangkuman seluruh pemasukan dikurangi total biaya dalam kurun waktu tertentu . sedangkan neraca keseimbangan atau balance sheet adalah rangkuman dari jumlah aset, hutang, dan ekuitas yang dimiliki perusahaan. Lantas apa itu profitability ratio?

Profitability ratio adalah salah satu rasio keuangan yang dapat digunakan untuk mengetahui perbandingan antara laba bersih dan laba kotor. Hal ini digunakan untuk mengetahui seberapa efisien sebuah perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.

Pada artikel Pintu kali ini, kita akan belajar secara khusus tentang apa itu profitability ratio. Yuk baca selengkapnya apa itu profitability ratio melalui artikel di bawah ini!

Apa Itu Profitability Ratio?

Profitability ratio adalah rasio untuk mengukur seberapa efisien sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dari empat komponen. Keempat komponen tersebut di antaranya adalah aset, ekuitas, modal, dan pemasukan.

Dari profitability ratio, kita dapat memecah kedalam dua jenis rasio, yang pertama adalah margin ratio dan yang kedua adalah return ratio.

Margin ratio adalah seberapa baik perusahaan menghasilkan keuntungan bersih dari laba kotor. Kita dapat menemukan besaran margin ratio dengan membagi total laba bersih dengan total laba kotor.  Terdapat dua jenis margin ratio yakni Gross Profit Margin dan Net Profit Margin.

Untuk menemukan nilai laba bersih dan laba kotor, kamu dapat melihatnya pada laporan laba/rugi.

Sedangkan return ratio adalah keuntungan atau kerugian bersih dari investasi yang dihitung dalam jangka waktu tertentu dan dinyatakan sebagai persentase dari biaya awal investasi. Return ratio juga sering disebut dengan tingkat pengembalian. Terdapat dua jenis return ratio yakni Return on Asset atau ROA dan Return on Equity atau ROE.

Baca juga: Apa itu Rentabilitas?

Manfaat profitability ratio

Profitability ratio adalah komponen penting dalam analisa kinerja perusahaan. Seringkali profitability ratio digunakan untuk membandingkan kinerja perusahaan yang berjalan pada sektor industri yang sama. Semakin tinggi profitability ratio menunjukkan bahwa perusahaan bekerja dengan baik.

Beberapa industri menunjukkan kinerja yang berbeda karena mengalami peristiwa musiman. Itu sebabnya penggunaan profitability ratio tidak dapat digunakan pada kuartal yang berbeda pada perusahaan yang mengalami kenaikan atau penurunan musiman. Sebagai contoh perusahaan retail yang mengalami kenaikan permintaan pada saat libur hari besar keagamaan atau nasional.

Jenis Profitability Ratio

jenis profitability ratio

Profitability ratio terbagi menjadi beberapa jenis yaitu gross profit margin, net profit margin, return on assets (ROA), dan return on equity (ROE). Masing-masing rasio tersebut memiliki fungsi dan komponen yang berbeda. Berikut ini penjelasan detail mengenai keempat jenis rasio tersebut:

Gross Profit Margin

Gross profit margin atau laba kotor adalah salah satu rasio yang paling sering digunakan. Perlu diingat bahwa gross profit berbeda dengan total penjualan dan biaya produksi.

Gross profit adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi biaya pembuatan dan penjualan, atau biaya yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan tertentu.

Laba kotor akan muncul di laporan laba rugi perusahaan dan dapat dihitung dengan mengurangkan harga pokok penjualan  dari pendapatan penjualan. Laba kotor juga dapat disebut sebagai laba penjualan atau pendapatan kotor.

Rumus Gross Profit Margin Ratio:

(Total Pendapatan – Biaya Penjualan):Total Pendapatan X 100%

Contoh kasus:

Sebuah perusahaan panel surya berhasil menjual 1.000 unit produk dengan harga Rp10.000.000/unit. Total biaya penjualan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan adalah sebesar Rp5.000.000.000. Biaya tersebut digunakan untuk membiayai biaya transportasi, pemasaran, asuransi, dan sebagainya. Maka gross profit margin ratio yang dimiliki perusahaan adalah:

(Rp10.000.000.000-Rp5.000.000.000): Rp10.000.000.000=X100%= 50%

Net Profit Margin

Net profit margin adalah rasio untuk mengukur berapa laba bersih yang dihasilkan sebagai persentase dari pendapatan.

Margin laba bersih biasanya dinyatakan sebagai persentase tetapi juga dapat direpresentasikan dalam bentuk desimal.

Margin laba bersih adalah salah satu indikator terpenting kesehatan keuangan perusahaan. Dengan melacak kenaikan dan penurunan margin laba bersihnya, perusahaan dapat menilai apakah praktik saat ini berhasil dan memperkirakan laba berdasarkan pendapatan.

Rumus Net Profit Margin:

(Total Pendapatan- Total Biaya Penjualan- Biaya Operasional- Biaya Bunga- Pajak) : Total Pendapatan X 100 persen

Contoh kasus:

Sebuah perusahaan pompa air menjual 1.000 unit produk seharga Rp500.000. biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjual produk tersebut adalah 10 persen dari harga produk. Biaya operasional untuk memproduksi dan membayar gaji pegawai adalah 50 persen dari harga jual produk. Biaya yang dibayarkan perusahaan kepada kreditur adalah 7 persen dari harga produk dan pajak yang dikenakan pemerintah adalah 13 persen produk. Maka net profit margin produk tersebut adalah sebagai berikut.

(Rp500.000.000-Rp50.000.000-Rp250.000.000-Rp35.000.000-Rp65.000.000):Rp500.000.000 X 100 persen =20 persen.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Analisis Kelayakan Investasi

Return on Assets (ROA)

Istilah Return on Assets (ROA) merujuk pada rasio keuangan yang menunjukkan seberapa baik perusahaan dalam menggunakan aset yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan. ROA biasanya ditampilkan dalam bentuk persentase dengan membandingkan pendapatan bersih dibagi total aset. Semakin tinggi nilai ROA semakin baik dan produktif sebuah perusahaan dalam menggunakan aset yang dimiliki. ROA biasanya digunakan oleh manajemen untuk melakukan evaluasi kinerja dan juga digunakan oleh investor untuk melakukan analisa keuangan.

Rumus ROA:

Total Pendapatan Bersih: Aset

Contoh kasus:

Sebuah perusahaan memiliki pendapatan tahunan sebesar Rp1,5 miliar. Jumlah aset yang dimiliki perusahaan adalah sebesar Rp8 Miliar. Rasio ROA yang dimiliki perusahaan tersebut adalah:

ROA= Rp1,5 miliar:Rp8 Miliar X 100 persen

ROA=18.75 persen.

Return on Equity (ROE)

Istilah Return on Equity (ROE) merujuk pada rasio yang menunjukkan seberapa baik kinerja keuangan atas ekuitas (saham) yang dimiliki investor terhadap keuntungan yang dihasilkan.  ROE dapat ditemukan dengan membagi pendapatan bersih dengan ekuitas yang dimiliki oleh pemegang saham.

ROE disebut juga dengan nama return on net assets karena pada dasarnya ROE setara dengan jumlah total aset perusahaan dikurangi hutang. Semakin tinggi nilai ROE menunjukkan produktivitas perusahaan yang tinggi atas modal yang ditanamkan oleh investor.

Rumus ROE:

Total Pendapatan Bersih: Jumlah Saham

Perusahaan otomotif memiliki pendapatan tahunan sebesar Rp10 Miliar. Perusahaan ini memiliki saham ekuitas sebesar Rp100 Miliar. Maka ROE perusahaan ini adalah sebesar

ROE= Rp10 Miliar/Rp 100 Miliar X 100 persen

ROE=10 persen

Kesimpulan

Profitability ratio adalah salah satu rasio yang harus kamu tahu untuk dapat melakukan analisa kinerja keuangan perusahaan. Dengan memahami profitability ratio kamu dapat menentukan kelayakan sebuah perusahaan untuk dijadikan kendaraan investasi. Selain investasi saham, kamu juga bisa investasi kripto melalui Pintu. Hanya dengan Rp11.000 saja kamu sudah bisa investasi ke berbagai koin terbaik seperti Bitcoin, Ethereum, BNB, Theter, dan sebagainya.

Dapatkan juga informasi berita crypto terbaru melalui Pintu News dan perdalam wawasan kamu dengan belajar crypto hanya di Pintu Academy. Buruan Install aplikasinya sekarang juga!

Referensi:

Investopedia, Profitability Ratios: What They Are, Common Types, and How Businesses Use Them, diakses 15 Januari 2023

CFI, Profitability Ratios, diakses 15 Januari 2023

AccountingTool, What are Profitability Ratios?, diakses 15 Januari 2023

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->