Pengertian dan Contoh Analisis Kelayakan Investasi

Updated
November 2, 2022
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Pengertian dan Contoh Analisis Kelayakan Investasi
Reading Time: 3 minutes

Pernahkah kamu mendengar tentang analisis kelayakan investasi? Jika iya, apakah kamu tahu untuk apa analisis tersebut dilakukan? Kali ini, tim Pintu akan membahas lengkap tentang pengertian dan contoh analisis kelayakan investasi. Yuk, cek selengkapnya di bawah ini!

Pengertian Analisis Kelayakan Investasi

metode analisis kelayakan investasi

Sebelum kamu melakukan investasi, kamu perlu melakukan analisis kelayakan investasi untuk menentukan apakah investasi tersebut bisa dilaksanakan dan bisa menghasilkan keuntungan atau malah kebalikannya.

Analisis kelayakan investasi adalah penelitian terhadap suatu jenis investasi apakah investasi tersebut layak atau tidak untuk dilaksanakan. Dari beberapa contoh analisis kelayakan invetasi yang tersedia, terdapat beberapa kriteria yang cukup populer untuk mengukur kelayakan suatu investasi, di antaranya adalah Net Present Value, Profitability Index, dan Payback Period.

Baca juga: 5 Metode Penilaian Investasi dan Contohnya, Investor Wajib Tau!

Metode Analisis Kelayakan Investasi

Berikut rumus, cara perhitungan dan metode analisis kelayakan investasi yang bisa kamu gunakan.

Metode PP (Payback Period)

Payback Period adalah teknik penilaian terhadap periode atau lamanya waktu pengembalian investasi suatu proyek atau usaha. Rumus PP yang bisa kamu gunakan:

Payback Period = Investasi Awal / Arus kas (cashflow) x 1 tahun

Kriteria penilaiannya:

  • Jika PP lebih kecil dari target kembalinya investasi, maka usulan investasi dinilai layak atau bisa diterima.
  • Jika PP lebih besar dari target kembalinya investasi, maka usulan investasi dinilai tidak layak atau perlu ditolak.

Kelebihan dari metode PP adalah penggunaan dan perhitungannya tergolong mudah, berguna untuk memilih investasi dengan masa pemulihan tercepat, dan masa pemulihan bisa dipakai sebagai alat prediksi risiko ketidakpastian pada masa mendatang.

Adapun beberapa kelemahan dari metode PP, yaitu dinilai kurang persisi karena mengabaikan perubahan nilai uang dari waktu ke waktu, arus kas setelah periode pemulihan modal tercapai, nilai sisa proses, serta sering menjebak analis apabila biaya modal tidak diperhitungkan dalam arus kas.

Metode NPV (Net Present Value)

Net Present Value adalah metode yang memerhatikan adanya perubahan nilai uang akibat faktor waktu. Rumus yang digunakan untuk menghitung NPV adalah:

NPV = Total PV Kas Bersih – Total PV Investasi

Kriteria penilaiannya:

  • Apabila nilai NPV > 0, maka usulan investasi bisa diterima
  • Apabila nilai NPV < 0, maka usulan investasi tidak layak atau harus ditolak.

Kelebihan metode NPV adalah memperhitungkan nilai uang sehingga lebih realistis terhadap perubahan harga, memperhitungkan arus kas selama usia ekonomis investasi, dan memperhitungkan adanya nilai sisa investasi.

Kelemahan metode NPV yaitu perhitungannya tergolong rumit atau sulit, dan derajat kelayakan selain dipengaruhi arus kas juga dipengaruhi oleh faktor usia ekonomis investasi.

Metode PI (Profitabilitas Indeks)

Profitabilitas Indeks adalah metode analisis investasi dengan menggunakan rasio atau antara jumlah nilai arus kas sekarang selama umur ekonomisnya dengan pengeluaran awal proyek.

Rumus untuk mendapatkan nilaI PI:

Profitabilitas Indeks = Total PV Kas Bersih : Total Investasi

Kriteria penilaiannya:

  • Proyek dinilai layak apabila PI ≥ 1
  • Proyek dinilai tidak layak apabila PI < 1.

Contoh Analisis Kelayakan Investasi

contoh analisis kelayakan investasi

Untuk bisa lebih memahami penggunaan metode analisis kelayakan investasi yang telah disebutkan sebelumnya, simak contoh analisis kelayakan investasi berikut.

Diketahui, untuk membeli 1 mesin printing dibutuhkan modal investasi sebesar Rp375.000.000 dan jumlah net benefit tahun pertama adalah Rp369.387.904. Pertanyaannya, berdasarkan analisis PP, apakah PT Radja Digital Printing Samarinda harus mengganti mesin printing?

Investasi yang belum tertutup setelah 1 tahun pertama = modal investasi – net benefit tahun pertama

Investasi yang belum tertutup setelah 1 tahun pertama = Rp375.000.000 – Rp369.387.904

Sehingga, investasi yang belum tertutup setelah 1 tahun pertama = Rp5.612.096

Dengan menggunakan rumus sebelumnya, berikut nilai PP-nya.

Payback Period = Investasi Awal / cashflow x 1 tahun

Payback Period = Rp5.612.096 / Rp406.326.694 x 12 bulan = 1 bulan

Berdasarkan perhitungan yang didapatkan, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa investasi layak untuk direalisasikan karena dengan investasi pembelian mesin printing baru Rp375.000.000 sudah bisa dikembalikan dalam waktu 1 tahun 1 bulan.

Itulah pembahasan lengkap mengenai definisi, metode, hingga contoh analisis kelayakan investasi. Berbicara tentang investasi, kini semakin banyak instrumen investasi yang beredar di pasaran, mulai dari saham, obligasi hingga crypto.

Crypto sendiri menjadi salah satu instrumen investasi yang tengah menarik perhatian masyarakat luas, baik di Indonesia maupun internasional. Buat kamu yang ingin berinvestasi crypto namun tidak tau harus mulai dari mana, download Pintu sekarang lewat  App Store atau Play Store kamu masing-masing! Di Pintu, kamu bisa mengecek harga crypto terbaru sekaligus mengecek berita crypto terbaru lewat Pintu News.

ReferensI:

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->