Pengertian dan Rumus Anuitas, Lengkap!

Updated
December 1, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Pengertian dan Rumus Anuitas, Lengkap!
Reading Time: 4 minutes

Istilah anuitas mengacu pada kontrak asuransi yang diterbitkan dan didistribusikan oleh lembaga keuangan. Tujuannya adalah membayar dana yang diinvestasikan sebagai pendapatan tetap di masa depan. Berapa besarnya dana yang harus dibayarkan bisa ditentukan dengan rumus anuitas. Simak pengertian anuitas, jenis, dan contoh-contohnya, lengkap dalam artikel berikut ini.

Pengertian Anuitas

contoh anuitas

Anuitas adalah produk finansial berupa kontrak asuransi yang menyediakan garansi pembayaran dalam jangka waktu yang ditentukan. Sebelum berinvestasi pada anuitas, sangat penting untuk memahami apa saja pro dan kontranya. Tujuan anuitas biasanya adalah untuk menyediakan aliran dana yang stabil selama masa pensiun.

Dengan anuitas, para pensiunan jadi tidak perlu khawatir akan menghabiskan dana dari aset yang mereka miliki, serta bisa membiayai masa pensiun dengan gaya hidup seperti saat usia aktif. Karena itulah, investor akan menuju perusahaan asuransi atau institusi finansial lainnya untuk membeli kontrak anuitas.

Bisa disimpulkan, kontrak anuitas sangat cocok bagi para investor yang menginginkan kestabilan dan jaminan pendapatan tetap di masa tua mereka nanti. Bagi investor muda yang membutuhkan instrumen investasi likuid atau mudah dicairkan kapan saja, kontrak anuitas tidak disarankan, karena tidak cocok dengan kebutuhan.

Baca juga: Bagaimana Cara Menjadi Sleeping Investor?

Apa itu Rate Anuitas?

Untuk bisa menentukan hitung-hitungan dalam anuitas, terdapat istilah anuitas rate. Rate anuitas adalah metode penilaian untuk menentukan berapa jumlah yang harus dibayarkan. Penilaian ini sangat tergantung dengan tingkat bunga dan nilai di waktu yang akan datang serta penilaian yang dipilih.

Rumus Anuitas

Untuk menghitung anuitas tentu tidak bisa asal-asalan. Ada rumus anuitas yang bisa kamu gunakan, yaitu:

PV = P x 1 – (1+r)ˉⁿ : r

  • PV = nilai anuitas saat ini
  • P = nilai tiap pembayaran
  • r = suku bunga per periode
  • n = jumlah periode.

Sebenarnya, ada banyak cara menghitung anuitas, tapi rumus bunga anuitas di atas adalah yang paling sering digunakan. Nilai anuitas saat ini sangat tergantung pada nilai mata uang. Menurut Harvard Business School, nilai uang akan lebih berharga saat ini dibandingkan dengan nilai di masa depan. Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi ekonomi yang tidak bisa ditebak.

Yang dimaksud adalah uang yang saat ini berjumlah Rp100 juta, di masa depan mungkin nilainya tidak lagi sama. Biasanya, nilai tersebut mengalami penurunan karena adanya inflasi. Jadi, Rp100 juta yang saat ini besar, maka 10 tahun lagi tidak akan terlalu besar.

Jenis Anuitas

rumus anuitas

Anuitas terbagi menjadi berbagai jenis, tergantung detail dan faktor yang mempengaruhinya. Misalnya, berdasarkan durasi waktu atau hal lainnya. Berikut ini adalah beberapa jenis anuitas:

Anuitas yang Bersifat Segera dan Anuitas Ditangguhkan

Berdasarkan waktu pembayaran, anuitas dibagi menjadi anuitas segera dan ditangguhkan.

Anuitas segera adalah jenis anuitas yang langsung dimulai segera setelah investor melakukan setoran. Jadi, pembayaran anuitas akan langsung diberikan kepada pemilik kontrak segera setelah deposit disetorkan. Biasanya, jenis kontrak ini dipilih oleh seseorang atau pasangan yang sudah pensiun.

Di sisi lain, ada anuitas ditangguhkan atau ditunda (Deferred Income Annuity). Anuitas ditunda adalah anuitas di mana pembayaran kepada pemilik tidak langsung dilakukan begitu dilakukan setoran deposit pertama. Melainkan, pemilik anuitas akan memilih sendiri secara spesifik sejak usia berapa mereka ingin mulai menerima pembayaran anuitas.

Anuitas Tetap dan Anuitas Variabel

Selain itu, berdasarkan jumlah dan frekuensi pembayarannya, anuitas dibagi menjadi anuitas tetap dan variabel.

Anuitas tetap adalah jenis anuitas yang memberikan pembayaran berkala dalam jumlah tetap kepada pemiliknya.

Sedangkan, anuitas variabel adalah jenis anuitas yang memberikan pembayaran berkala dalam jumlah yang menurun setiap periodenya kepada pemiliknya.

Anuitas Jatuh Tempo dan Anuitas Seumur Hidup

Selain itu, ada pula anuitas jatuh tempo dan anuitas seumur hidup. Anuitas seumur hidup adalah jenis anuitas di mana pembayaran terus berlanjut hingga penerimanya meninggal dunia.

Sedangkan, anuitas jatuh tempo adalah jenis anuitas yang penerima mungkin masih bisa menerima pengembalian uang pokok yang tersisa. Bisa juga ahli warisnya yang menerima, jika pemilik anuitas meninggal.

Contoh Anuitas

Untuk bisa lebih memahami tentang anuitas simak tentang contoh perhitungan anuitas berikut.

Polis asuransi jiwa adalah salah satu contoh anuitas tetap yang mengharuskan penerimanya untuk membayar sejumlah biaya tetap setiap bulannya selama jangka waktu yang telah ditentukan (biasanya selama 59,5 tahun). Dengan asuransi ini, pemiliknya akan menerima pendapatan tetap selama masa pensiun mereka.

Sedangkan, contoh dari anuitas segera adalah saat pemilik anuitas membayar premi tunggal, misalnya sebesar Rp20 juta kepada perusahaan asuransi. Lalu, mereka menerima pembayaran tetap tiap bulannya sebanyak Rp1 juta, dalam jangka waktu tertentu. Jumlah pembayaran anuitas segera biasanya tergantung dari kondisi pasar dan suku bunga.

Salah satu kritik terhadap anuitas adalah sifatnya yang tidak likuid. Deposit untuk anuitas biasanya akan terkunci selama beberapa waktu, sehingga tidak bisa diambil kembali oleh pemiliknya jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Masa ini dinamakan surrender period. Pemilik anuitas bisa saja meminta deposit ditarik, tapi tentu ada penalti yang harus dibayar. Biasanya. surrender period berlangsung paling lama 10 tahun.

Temukan informasi lainnya seputar finansial dan keuangan di Pintu Blog. Sementara untuk kamu yang ingin tau lebih lanjut tentang crypto, salah satu aset yang tengah menarik perhatian masyarakat dunia saat ini, cek artikel berita crypto terbaru di Pintu News.

Referensi:

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->