Target Costing Adalah: Pengertian dan Tahapannya

Updated
June 15, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Target Costing Adalah: Pengertian dan Tahapannya
Reading Time: 4 minutes

Mungkin banyak dari kamu yang sudah menyadari tentang perbedaan harga HP pada setiap jenis merek ternyata tidak berbeda jauh atau bahkan sama. Terlebih lagi dengan harga HP yang lama alias kenaikan harganya tidak terlalu besar. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang target costing, berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

Apa itu Target Costing

Target costing adalah pendekatan atau strategi yang dilakukan oleh pebisnis untuk menetapkan titik harga kepada suatu produk dan merekayasanya ke titik tersebut. 

Dengan arti lain, target costing adalah cara memanajemen biaya produk di mana perusahaan membandingkan potensi manfaat yang diharapkan dari produk tersebut. Target costing juga disebut sebagai solusi pemasaran dengan harga yang optimal.

Pengertian Target Costing Menurut Ahli

Cooper dan Slagmulder (1997) yang dikutip oleh Duygu Celayir dalam tulisannya menyebutkan bahwa target costing merupakan strategi yang menentukan harga jual dan biaya siklus hidup di mana disesuaikan dengan profitabilitas yang diinginkan. Strategi ini bertujuan untuk memperoleh manfaat dari suatu produk atau jasa yang akan diproduksi sesuai dengan tingkat kualitas dan fungsi tertentu. 

Everaert dkk (2006) juga menjelaskan target costing adalah proses menentukan biaya produk pada tahap awal pengembangan produk baru. Penentuan biaya produk ini dapat memungkinkan target biaya tersebut bisa tercapai. 

Sejalan dengan pendapat Schmelze dan Geiger (1996) yang mengatakan target costing ini sebagai salah satu metode yang paling efektif dan terbukti berhasil dalam mengurangi biaya biaya produk sepanjang siklus pengembangan produk tanpa meningkatkan lama waktunya. Kemudian produk dirancang dan dikembangkan.

Dapat disimpulkan bahwa target costing adalah salah satu strategi yang efektif untuk digunakan dalam menetapkan harga produk dalam jangka waktu tertentu selama siklus pengembangan produk tersebut. Selain itu, pengembangannya pun disesuaikan dengan profitabilitas yang diinginkan.

Baca juga: Arti Sinking Fund dan Contohnya, Sudah Tau?

Tujuan Target Costing

tujuan target costing

Tujuan utama dari target costing adalah untuk mengelola bisnis supaya lebih menguntungan di pasar yang sangat bersaing atau kompetitif. Adapun tiga tujuan utama lainnya sebagai berikut:

  • Untuk menurunkan biaya produk baru sehingga tingkat profitabilitas yang dibutuhkan bisa dipastikan
  • Produk baru yang akan dipasarkan akan dapat memenuhi tingkat kualitas, waktu pengiriman dan harga yang diperlukan oleh pasar
  • Untuk memotivasi semua karyawan perusahaan dalam mencapai target laba selama pengembangan produk. Hal ini dilakukan dengan menjadikan target costing ini sebagai kegiatan manajemen laba perusahan dengan jangkauan yang lebih luas

Karakteristik Target Costing

Berikut ini ciri atau karakteristik utama dari target costing yang perlu diketahui antara lain:

  • Dengan target costing, untuk melihat pengurangan biaya produk bisa diidentifikasi dengan mudah. Pasalnya, strategi ini melibatkan pencarian peluang untuk mengurangi biaya tanpa harus mengurangi kualitas produk. Sehingga target costing juga dapat mengidentifikasi peluang tersebut.
  • Penentuan target biaya di mana dengan cara mengurangi pendapatan target dari harga targetnya. 
  • Telah menjadi bagian integral dari strategi dan pengenalan produk baru ke pasaran.
  • Sebagai perkiraan harga pasar produk. Dengan arti lain, target costing akan memakai berbagai teknik perkiraan penjualan dengan membuat pertimbangan untuk spesifikasi desain produk dan kondisi pasar yang kompetitif. 
  • Sebagai target pengurangan biaya di mana membutuhkan estimasi biaya produk baru saat ini.

Kelebihan Target Costing

kelebihan target costing

Adapun kelebihan target costing yang akan diperoleh bila dipakai dalam strategi bisnis antara lain:

1. Dapat Mengoptimalkan Biaya

Kelebihan utama dari target costing adalah memungkinkan kamu dalam menganalisis bagaimana cara terbaik untuk membuat produk dengan biaya serendah mungkin. Akan tetapi masih mempertahankan kualitas atau standar produk yang sama.

2. Cara yang Lebih Sistematis dan Formal

Dengan target costing, cara menentukan harga tentu jauh lebih formal dan sistematis agar bisa berfokus pada optimalisasi biaya. Hal ini tentunya jauh berbeda dengan strategi lain yang kurang formal di mana sering dipakai oleh usaha-usaha kecil. 

Meskipun demikian, usaha ini dibutuhkan lebih banyak waktu. Jangan khawatir, hasil yang diperoleh biasanya jauh lebih baik. 

3. Meminimalisir Waktu Siklus Produk

Ini menjadi titik penekanan dalam target costing. Pasalnya, kamu harus memperhitungkan jumlah waktu yang diperlukan mulai dari membuat konsep produk sampai produk siap dijual di pasaran. Dengan waktu siklus yang lebih singkat tentu akan mempercepat dalam mempresentasikan produk ke pasaran.

4. Profitabilitas Bisnis Jauh Lebih Besar

Jika target costing yang dilakukan efektif tentunya akan memberikan profitabilitas yang lebih besar. Begitupun sebaliknya, bila salah dalam menentukan target costing maka akan berampak pula pada profitabilitasnya.

Baca juga: Apa itu Index Fund?

Perbedaan Target Costing dan Target Pricing

Perbedaan antara target costing dengan target pricing ini dapat dilihat cara perusahaan dalam menentukan harga jual pada produknya. Target costing biasanya dilakukan ketika perusahaan telah menentukan harga jual. 

Sedangkan target pricing dilakukan setelah perusahaan menetapkan target costing. Target pricing dapat berhasil saat perusahaan telah menetapkan costing tersebut dengan sebaik mungkin.

Sehingga biaya tersebut dapat digunakan untuk proses produksi di tahap selanjutnya dan tepat dengan sasaran. Jadi, untuk lebih mudah memahami keduanya yaitu sebenarnya target cost merupakan salah satu dari bagian penting dari target pricing.

Akan tetapi, risiko yang akan diterima itulah yang menyebabkan banyak orang menganggap keduanya adalah sama. Risiko utama yang terjadi jika salah dalam menentukan harga tentu akan mengakibatkan kegagalan produksinya.

Tahap Penentuan Target Costing

Dalam teknik target costing (biaya target), biaya direncanakan serta dikelola dari suatu produk di awal fase pengenalannya seperti pengembangan atau perencanaan produk. Kemudian melakukannya di fase akhir dari pengembangan produk tersebut.

Adapun tahap-tahap dalam menentukan target costing sebagai berikut:

  1. Tentukan harga jual untuk produk baru dan perkirakan output dari analisis pasar dan target laba.
  2. Kemudian lakukan penetapan biaya target dengan mengurangi keuntungan dari harga jual.
  3. Analisis biaya fungsional untuk komponan dan proses tertentu.
  4. Setelah itu, baru menentukan perkiraan biaya produk.
  5. Bandingkan antara estimasi biaya dan target biaya.
  6. Apabila perkiraan biaya jauh lebih besar dari apa yang ditargetkan, maka ulangi analisis biaya untuk mengurangi perkiraan biaya tersebut.
  7. Keputusan akhir yang akan diambil berpacu pada pengenalan produk setelah perkiraan biaya sudah tepat sasaran.
  8. Terakhir, manajemen biaya ketika produksi dilakukan.

Kini kamu sudah tahu apa itu target costing, apakah kamu tahu apa itu trading kripto? jika belum kamu bisa ikuti Pintu Academy untuk mendapatkan banyak pengetahuan seputar trading Kripto. atau kamu bisa langsung install aplikasi Pintu di HP kamu!

Referensi:

Reaserchgate, Target Costing as a strategic cost, diakses tanggal 14 Mei 2022

Smallbusiness, benefits of target costing, diakses tanggal 14 Mei 2022Accountingnotes, target costing, diakses tanggal 14 Mei 2022

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->