Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Selama setahun terakhir, Dogecoin (DOGE) telah berkembang dari sekadar meme coin menjadi aset cadangan yang semakin diakui. Namun, memasuki tahun 2026, sejumlah indikator menunjukkan bahwa harga DOGE berpotensi terus melemah dan mungkin mencetak titik terendah baru.
Apa saja sinyal-sinyal tersebut, dan apa yang bisa diantisipasi investor terhadap pergerakan DOGE di tahun 2026?

Pada 2 Januari 2026, harga Dogecoin tercatat mengalami kenaikan 7,10% dalam waktu 24 jam, diperdagangkan pada harga $0.1267 atau setara dengan Rp2.128. Dalam periode 24 jam terakhir, harga DOGE bergerak dalam kisaran Rp1.978 hingga ke Rp2.132.
Saat penulisan, market cap Dogecoin berada di sekitar Rp354,82 triliun, dengan volume perdagangan di sekitar Rp29,88 triliun dalam waktu 24 jam.
Baca juga: 3 Meme Coin yang Patut Diwaspadai di Januari 2026, Apa yang Terjadi?
Menjelang akhir tahun 2025, harga Dogecoin (DOGE) turun di bawah $0,12, menutup tahun dengan penurunan lebih dari 70% dari puncak tertingginya. Tekanan beli yang lemah menghambat potensi pemulihan harga secara langsung. Pada hari-hari perdagangan awal tahun 2026, harga DOGE tetap berada di bawah $0,12.
ETF Dogecoin spot yang diluncurkan di Amerika Serikat pada akhir November 2025 tampak kesulitan menarik minat investor.
Berdasarkan data dari SoSoValue, sejak perdagangan dimulai pada 24 November, sebagian besar hari menunjukkan nol arus masuk bersih ke ETF DOGE. Total aset bersih yang tercatat saat ini hanya sekitar $5,07 juta—terendah dibandingkan semua ETF kripto yang terdaftar di AS.

Tren ini mencerminkan minimnya ketertarikan dari investor institusional maupun ritel terhadap DOGE. Situasi ini sangat kontras dengan performa ETF XRP dan SOL yang jauh lebih kuat.
Tanpa adanya arus dana baru dari ETF, DOGE kehilangan dorongan naik. Tekanan jual yang berkelanjutan terus membebani harga. Jika kondisi ini berlanjut hingga 2026, DOGE kemungkinan akan kesulitan pulih dalam waktu dekat.
“Permintaan ETF yang lemah serta penurunan open interest pada kontrak berjangka semakin memperkuat tren penjualan yang sedang berlangsung,” ujar investor Marzell.
Faktor kedua yang memberi sinyal tekanan jual adalah meningkatnya saldo Dogecoin di dompet Binance (alamat DE5…ToX), yang merupakan salah satu pemegang DOGE terbesar. Saldo dompet ini kembali naik pada paruh kedua tahun 2025, mengindikasikan potensi tekanan jual dalam waktu dekat.

Menurut data dari Bitinfocharts, jumlah DOGE yang disimpan di dompet tersebut naik dari 7,9 miliar menjadi 10,9 miliar sepanjang tahun 2025. Berdasarkan tren historis, ketika saldo melebihi 11 miliar DOGE, harga cenderung berada di puncaknya.
Dalam kondisi pasar yang kuat, peningkatan saldo di bursa bisa mendukung redistribusi aset ke investor baru. Namun, di tengah permintaan yang rendah, cadangan DOGE yang tinggi di bursa seperti Binance justru menciptakan risiko jual yang terus-menerus dari sisi penawaran.
Baca juga: Harga Ethereum Tertahan di $2.994 Hari Ini (2/1/2026): ETH Berpotensi Melonjak 20%?
Faktor ketiga yang menambah tekanan pada Dogecoin adalah turunnya minat dari investor ritel. Berdasarkan data Google Trends, minat pencarian terhadap Dogecoin mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir—sebuah tren yang juga tercermin di banyak altcoin lainnya.

DOGE selama ini dikenal sebagai koin yang populer di kalangan investor ritel. Namun, menurunnya minat berarti semakin sedikit partisipasi baru. Akibatnya, likuiditas menurun dan harga menjadi lebih rentan terhadap fluktuasi tajam.
Beberapa perusahaan seperti CleanCore Solutions dan BitOrigin diketahui menyimpan DOGE sebagai aset cadangan. Namun, kondisi pasar saat ini menempatkan posisi mereka dalam tekanan.
BitOrigin diketahui membeli DOGE di kisaran harga $0,22. Sementara itu, CleanCore Solutions melaporkan pada 6 Oktober 2025 bahwa mereka memiliki lebih dari 710 juta DOGE, dengan keuntungan belum terealisasi senilai lebih dari $20 juta pada saat itu. Namun sejak Oktober, harga DOGE telah turun lebih dari 50%. Saham CleanCore Solutions sendiri anjlok 90%, menunjukkan bahwa strategi penyimpanan DOGE sebagai aset cadangan belum meyakinkan para investor.
“Saham CleanCore Solutions (ZONE) sekarang turun 95% dalam tiga bulan terakhir. Ini mencoreng nama Dogecoin,” ujar investor KrissPax.
Meskipun sinyal negatif terus bermunculan, laporan dari BeInCrypto menyebutkan bahwa para pemegang jangka panjang justru mulai menunjukkan tanda-tanda akumulasi. Bagi kelompok ini, penurunan harga saat ini dianggap sebagai peluang beli, bukan tanda menyerah.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan kontrak berjangka atas aset crypto dilakukan oleh PT Porto Komoditi Berjangka, suatu perusahaan Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh BAPPEBTI serta merupakan anggota CFX dan KKI. Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja dan PT Porto Komoditi Berjangka tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.