7 Alasan The Fed Bisa Picu Lonjakan Harga Bitcoin (BTC): Analisis Terbaru Pasar Crypto

Di-update
January 14, 2026

Jakarta, Pintu News – Pasar cryptocurrency global kembali menjadi sorotan setelah analis pasar memperingatkan bahwa krisis kepercayaan terhadap kebijakan Federal Reserve AS (The Fed) dapat menciptakan kondisi yang memicu lonjakan harga Bitcoin (BTC). Skenario ini muncul dari perpaduan faktor makroekonomi, likuiditas global, dan perubahan perilaku investor yang semakin mencari aset alternatif sebagai pelindung nilai terhadap risiko moneter. Berikut tujuh alasan utama yang perlu dipahami oleh investor crypto dalam konteks ini.

1. Ketidakpastian Kebijakan The Fed Meningkat

Kebijakan moneter The Fed yang sedang dipertanyakan menciptakan ketidakpastian besar di pasar finansial. Langkah bank sentral AS dalam menetapkan suku bunga dan intervensi pasar menjadi sorotan karena berpengaruh luas terhadap aset tradisional maupun aset digital. Ketidakpastian ini memicu investor mencari aset alternatif seperti Bitcoin sebagai diversifikasi portofolio.

Perubahan kebijakan suku bunga yang tidak terduga dapat memengaruhi ekspektasi imbal hasil dari surat berharga pemerintah, sehingga daya tarik aset berisiko seperti saham menurun. Dalam konteks ini, cryptocurrency seperti BTC dipandang punya potensi menarik modal investor yang mencari hedging terhadap kebijakan moneter. Permintaan terhadap Bitcoin sering meningkat ketika sentimen risiko global memburuk, menghasilkan tekanan beli yang kuat.

Selain itu, ketidakpastian kebijakan juga sering memperpendek horizon investasi jangka pendek dan menengah, sehingga mendorong investor mempertimbangkan aset yang lebih likuid dan transparan seperti Bitcoin dengan sistem yang desentralisasi.

Baca Juga: 6 Fakta Prediksi Robert Kiyosaki: Perak Menuju US$100 dan All-Time High Baru di 2026?

2. Likuiditas Global Menurun

Pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed cenderung mengurangi likuiditas global, yang berarti modal beredar menjadi lebih ketat. Ketika likuiditas turun, investor cenderung mengalihkan modalnya dari aset berisiko tinggi ke aset dengan persepsi nilai lindung lebih kuat. Bitcoin, meskipun volatil, sering dikategorikan sebagai aset alternatif dengan likuiditas tinggi dalam pasar crypto.

Penurunan likuiditas di pasar global juga dapat memperbesar pergerakan harga Bitcoin jika tekanan jual menurun sementara permintaan naik. Kondisi ini menciptakan volatilitas tinggi yang dapat mempercepat tren harga baik naik maupun turun tergantung pada sentimen investor.

Selain itu, ketika modal tradisional mengalir keluar dari pasar saham atau obligasi karena kebijakan moneter, sebagian aliran modal tersebut bisa menuju pasar crypto, memperkuat dinamika harga jangka pendek.

3. Posisi Bitcoin sebagai Aset Alternatif

Bitcoin semakin dilihat sebagai aset alternatif selain emas dan instrumen lain seperti Tether Gold (XAUt) atau stablecoin. Ketika kepercayaan terhadap sistem keuangan konvensional menurun, Bitcoin sering menjadi pilihan bagi investor yang mencari mekanisme lindung nilai terhadap inflasi atau penurunan nilai mata uang fiat.

Persepsi ini semakin kuat ketika data makroekonomi menunjukkan ketidakpastian yang berkelanjutan. Bitcoin, dengan sifatnya yang terdesentralisasi dan terbatas pasokannya, sering dipandang memiliki karakteristik yang mirip dengan emas digital.

Permintaan Bitcoin sebagai aset alternatif meningkatkan arus modal masuk ke pasar crypto terutama di tengah volatilitas pasar tradisional. Investor besar juga sering memanfaatkan korelasi negatif antara risk assets dan Bitcoin dalam perencanaan alokasi asetnya.

4. Aliran Dana Institusional Masuk Crypto

capula bitcoin etf
Sumber: Bitcoin News

Masuknya modal institusional ke pasar cryptocurrency semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir melalui produk investasi terstruktur seperti ETF Bitcoin, dana kripto, maupun alokasi portofolio institusional. Ketika pasar tradisional menghadapi tekanan, aliran dana institusional ke Bitcoin dapat meningkat sebagai bagian dari strategi diversifikasi.

Permintaan institusional ini memberi dukungan tambahan terhadap harga Bitcoin, terutama ketika investor besar melihat peluang yang lebih stabil dibandingkan imbal hasil yang menurun di pasar lain. Arus masuk modal ini merupakan sinyal fundamental bagi stabilitas dan pertumbuhan harga jangka panjang.

Selain itu, kehadiran modal institusional seringkali menarik partisipasi investor ritel yang melihat tren serupa. Dampak perpaduan antara modal institusional dan ritel dapat memperkuat tren harga naik secara bersamaan.

5. Volume Perdagangan Crypto Meningkat

Volume perdagangan Bitcoin dan aset kripto lain cenderung meningkat saat investor merespons pergeseran besar dalam pasar global. Ketika trader melihat lonjakan permintaan atau volatilitas tinggi, aktivitas trading biasanya meningkat secara signifikan.

Kenaikan volume trading ini menjadi salah satu indikator teknikal bahwa tren harga sedang diperkuat. Lonjakan volume juga menunjukkan bahwa lebih banyak pelaku pasar terlibat dalam arah harga tertentu, yang sering berarti kekuatan tren dapat berlanjut dalam jangka pendek.

Dalam konteks Bitcoin, volume trading yang kuat dapat membantu harga untuk menembus level teknikal penting, sekaligus menciptakan momentum yang semakin sulit diabaikan oleh algoritma pasar maupun trader aktif.

6. Perubahan Sentimen Pasar Crypto

Sentimen pasar adalah salah satu pendorong utama dalam pergerakan harga crypto. Ketika sentimen berubah dari netral ke positif karena harapan terhadap lindung nilai atau pelindung nilai aset, permintaan terhadap Bitcoin dapat melonjak. Perubahan sentimen ini sering dipicu oleh berita kebijakan, data makroekonomi, atau masuknya modal besar.

Sentimen positif yang berkelanjutan dapat menarik arus modal baru dari investor jangka panjang dan jangka pendek. Ketika persepsi risiko global meningkat, daya tarik terhadap aset kripto sebagai alternatif investasi juga turut meningkat.

Perubahan sentimen ini juga sering diukur melalui indikator sosial, volume pencarian aset kripto, serta data on-chain yang menunjukkan akumulasi oleh dompet besar atau whale.

7. Korelasi dengan Aset Tradisional

Korelasi antara Bitcoin dan aset tradisional seperti indeks saham atau logam mulia sering berubah tergantung pada kondisi ekonomi global. Dalam beberapa fase, Bitcoin bergerak searah dengan pasar saham, sementara di fase lain, ia menunjukkan korelasi negatif sebagai aset alternatif.

Ketika pasar tradisional melemah karena ancaman kebijakan moneter, aliran modal menuju Bitcoin dapat meningkat. Hal ini menjadikan Bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, tetapi juga alat diversifikasi risiko portofolio ketika aset tradisional menghadapi tekanan.

Investor perlu memahami dinamika ini untuk menilai bagaimana Bitcoin bereaksi terhadap kondisi makro secara realistis.

Baca Juga: Monero Cetak Rekor Tertinggi, Investor Tinggalkan Zcash!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari iniharga Solana hari iniPepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8