5 Fakta Penting Kesenjangan Pasokan Perak vs Emas dan Dampaknya ke Crypto & Aset Komoditas

Di-update
January 26, 2026

Jakarta, Pintu News – Laporan terbaru menunjukkan pasokan silver bullion di dunia jauh lebih kecil dibandingkan emas, memunculkan pertanyaan mendasar tentang valuasi relatif komoditas ini dalam konteks pasar aset yang lebih luas, termasuk mata uang kripto dan safe haven lain seperti Bitcoin (BTC) dan emas. Data ini relevan bagi investor yang mengevaluasi perbedaan karakter antara aset digital dan komoditas tradisional dalam strategi diversifikasi.

1. Kesenjangan Pasokan yang Signifikan

Silver bullion di seluruh dunia diperkirakan sekitar 2,5 miliar ons yang tersimpan di vault global. Nilai total ini sekitar US$257 miliar (sekitar Rp4.31 kuadriliun dengan kurs Rp16.763 per 1 USD). Sebaliknya, emas bullion mencapai sekitar 7 miliar ons dengan nilai hampir US$34,9 triliun (sekitar Rp584.9 kuadriliun).

Ini menunjukkan kesenjangan pasokan yang sangat besar antara kedua logam mulia. Perbedaan ini mencerminkan peran emas sebagai aset store of value yang dominan dibandingkan silver, meskipun silver juga memiliki permintaan industri yang tinggi.

Baca Juga: Prediksi Harga Perak 2026–2030, Bagaimana Nasibnya 5 Tahun ke Depan?

2. Implikasi Valuasi Komoditas

Kesenjangan pasokan tersebut mengarah pada pertanyaan tentang kemungkinan mispricing atau perbedaan valuasi intrinsic antara silver dan emas. Dalam konteks komoditas, ketersediaan supply biasanya menjadi faktor utama penentu harga jangka panjang. Ketika suplai relatif terbatas sementara permintaan industri meningkat, tekanan harga bisa berubah signifikan. Investor sering membandingkan metrik fundamental ini dengan aset lain, termasuk cryptocurrency, untuk menentukan alokasi portofolio jangka panjang.

3. Perak Memiliki Permintaan Industri Tinggi

Silver dikenal memiliki permintaan yang luas di sektor industri, termasuk elektronik, energi terbarukan, dan fotografi. Sebagai akibatnya, perubahan siklus permintaan di sektor industri bisa berdampak langsung pada harga silver dibanding emas yang lebih banyak dipengaruhi oleh permintaan investasi. Karena itu, perbedaan dinamika ini memperjelas mengapa supply silver yang lebih kecil tidak langsung diterjemahkan ke valuasi yang lebih tinggi dibanding emas dalam jangka panjang.

4. Relevansi untuk Investor Aset Diversifikasi

Perbedaan supply dan valuasi antara perak dan emas memberi pelajaran bahwa komoditas memiliki karakteristik fundamental yang berbeda dari aset digital seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH).

Cryptocurrency tidak memiliki supply fisik yang disimpan di vault, sehingga perbandingan langsung lebih mengacu pada mekanisme konsensus, utilitas jaringan, serta permintaan pasar digital. Namun pemahaman tentang bagaimana supply tradisional memengaruhi harga dapat membantu investor kripto memahami nilai relatif aset di luar pasar crypto.

5. Risiko Pasar dan Sentimen Macro

Kesenjangan pasokan ini juga relevan dalam konteks sentimen pasar makro. Ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, investor biasanya mencari aset safe haven seperti emas dan kadangkala Bitcoin.

Silver, karena perannya yang juga sebagai komoditas industri, bisa mengalami volatilitas harga yang berbeda dibanding emas atau kripto ketika terjadi perubahan siklus ekonomi global. Dengan demikian, memahami dasar supply perak versus emas dapat membantu dalam strategi alokasi aset di tengah volatilitas pasar global.

Baca Juga: 3 Mata Uang Kripto yang Siap Bangkit Kembali di Tahun 2026

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8