Mengapa 98% Investor Emas Tidak Memiliki Batangan Emas Fisik?

Di-update
January 31, 2026

Jakarta, Pintu News – Dalam dunia investasi, emas selalu dianggap sebagai aset yang stabil dan menguntungkan. Namun, ada masalah tersembunyi yang mungkin tidak disadari oleh banyak investor. Menurut Björn Schmidtke, CEO dari perusahaan penyimpanan emas Tether, Aurelion (AURE), sebagian besar investor emas sebenarnya tidak memiliki emas fisik, melainkan hanya memiliki klaim atas emas tersebut melalui apa yang disebut sebagai “emas kertas”.

Problematika Emas Kertas

Emas kertas adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan produk investasi emas yang tidak melibatkan kepemilikan fisik emas, seperti saham di dana yang diperdagangkan di bursa (ETF). Investor yang membeli emas kertas berpikir bahwa mereka telah membeli emas fisik, padahal yang mereka miliki hanyalah selembar kertas yang menyatakan hak atas emas tersebut. Ini menghindari kerumitan dalam penyimpanan dan pengamanan emas fisik, namun menimbulkan risiko lain.

Ketika terjadi krisis keuangan besar atau devaluasi mata uang, investor yang ingin mengambil emas fisik mereka akan menghadapi kesulitan. Tidak ada bukti fisik yang menunjukkan kepemilikan atas bar emas tertentu, yang berarti tidak ada jaminan bahwa investor dapat menerima emas yang mereka pikir mereka miliki. Ini dapat menciptakan kepanikan di pasar dan memperlebar gap antara harga emas fisik dengan emas kertas.

Baca Juga: Prediksi Harga Perak 2026–2030, Bagaimana Nasibnya 5 Tahun ke Depan?

Tokenisasi Emas: Solusi Masa Depan

tether gold xaut
Sumber: Medium

Untuk mengatasi masalah ini, Björn Schmidtke menyarankan penggunaan emas berbasis blockchain, atau yang dikenal sebagai emas onchain. Setiap token emas, seperti XAUT, secara langsung terkait dengan bar emas yang tersimpan di brankas di Swiss. Ini memungkinkan pemindahan “surat kepemilikan” emas secara global dalam hitungan detik melalui blockchain, tanpa perlu memindahkan fisik emas itu sendiri.

Dengan sistem ini, setiap investor dapat mengetahui secara pasti bar emas mana yang mereka miliki. Ini menghilangkan bottleneck dalam pengiriman fisik emas dan memberikan kepercayaan dan keamanan lebih kepada investor. Emas yang ditokenisasi tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memastikan bahwa kepemilikan emas adalah nyata dan dapat diverifikasi.

Strategi dan Masa Depan Aurelion

Aurelion telah mengubah strategi penyimpanan treasurinya untuk mengadopsi XAUT sebagai bentuk kepemilikan emas yang lebih aman dan efisien. Perusahaan ini melihat teknologi ini masih di awal siklus adopsinya dan memiliki potensi untuk berkembang lebih luas. Aurelion berencana untuk meningkatkan kapitalnya dalam tahun mendatang untuk memperluas penyimpanan emasnya.

Dengan fokus pada pembangunan ekuitas Emas Tether yang tahan lama, Aurelion bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada investor untuk berpartisipasi dalam investasi emas jangka panjang. Ini bukan strategi arbitrase jangka pendek, melainkan upaya untuk membangun nilai yang berkelanjutan melalui emas.

Kesimpulan

Investasi emas memang menjanjikan, namun penting bagi investor untuk memahami jenis kepemilikan emas yang mereka miliki. Dengan berkembangnya teknologi blockchain, emas onchain menawarkan solusi yang lebih aman dan transparan untuk investasi emas. Ini bukan hanya tentang memiliki emas, tetapi bagaimana cara Anda memilikinya.

Baca Juga: 3 Mata Uang Kripto yang Siap Bangkit Kembali di Tahun 2026

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8