Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Dalam dunia trading, baik di pasar forex, crypto, maupun saham, menentukan kapan harus keluar dari posisi merupakan langkah krusial yang sering kali menentukan keberhasilan strategi investasi.
Salah satu cara yang digunakan trader untuk mengamankan keuntungan adalah melalui fitur Take Profit (TP). Namun, tidak sedikit pemula yang belum memahami sepenuhnya cara kerja dan pentingnya TP dalam manajemen risiko.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Take Profit, bagaimana cara menetapkannya dengan tepat, serta memberikan contoh strategi penerapannya agar kamu bisa mengambil keputusan trading yang lebih cerdas dan terukur.
Take Profit atau TP adalah sebuah perintah untuk menjual aset secara otomatis ketika harga telah mencapai tingkat keuntungan yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan utama dari TP adalah untuk mengamankan keuntungan sebelum pasar berbalik arah, sehingga Anda tidak kehilangan potensi profit yang sudah ada di depan mata.
Baca juga: Web4: Pengertian, Contoh, dan Perbedaanya dengan Web3 & Web5
Sebagai contoh, jika kamu membeli saham seharga $100 dan menetapkan TP di $110, maka begitu harga menyentuh $110, sistem akan langsung mengeksekusi penjualan secara otomatis, mengunci keuntungan kamu. Tanpa perintah TP, kamu mungkin melihat harga naik ke $110, namun kemudian turun lagi ke $98 sebelum sempat menjual secara manual.

Bagi para trader, penggunaan TP sangat bermanfaat terutama di pasar yang bergerak cepat dan fluktuatif. Alih-alih menebak kapan waktu terbaik untuk menjual, perintah TP menghilangkan unsur spekulasi dan memastikan kamu keluar dari pasar pada harga yang telah kamu targetkan.
Berikut adalah fungsi atau keuntungan dari Take Profit:
Agar penggunaan TP memberikan hasil optimal, trader perlu menerapkannya secara strategis. Berikut beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan:
Pendekatan yang umum digunakan adalah rasio risiko-imbalan 1:2. Artinya, untuk setiap $1 risiko yang diambil, target keuntungannya adalah $2. Misalnya, jika Stop Loss (SL) trader ditempatkan $10 di bawah harga masuk, maka Take Profit (TP) sebaiknya ditetapkan setidaknya $20 di atasnya.
Dengan cara ini, meskipun setengah dari transaksi trader mengalami kerugian, keuntungan dari transaksi yang berhasil tetap bisa menutupinya dalam jangka panjang.
Karakter pasar yang berubah-ubah menuntut penyesuaian level TP dan SL. Dalam kondisi pasar yang sangat volatil, menetapkan SL yang terlalu ketat dapat menyebabkan posisi tertutup lebih awal hanya karena fluktuasi kecil sebelum harga bergerak sesuai prediksi.
Sebaliknya, di pasar yang lebih stabil, SL yang terlalu lebar bisa memperbesar risiko yang tidak perlu. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis tren pasar, tingkat volatilitas, dan pergerakan harga sebelumnya sebelum menentukan TP dan SL.
Baca juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Membeli XRP? Begini Analisa dari ChatGPT
Hindari menetapkan TP dan SL secara acak. Gunakan level support dan resistance, moving average, retracement Fibonacci, serta indikator teknikal lainnya sebagai panduan untuk menempatkan TP dan SL secara logis.
Contohnya, jika harga saham beberapa kali gagal menembus level $110, maka menempatkan TP sedikit di bawah level tersebut bisa lebih realistis dibanding menargetkan harga $115.
Kesalahan umum yang sering dilakukan trader adalah memperlebar posisi Stop Loss saat harga bergerak melawan arah. Tindakan ini bisa mengubah kerugian kecil yang seharusnya dapat dikendalikan menjadi kerugian besar.
Kecuali terjadi perubahan signifikan pada kondisi pasar, SL sebaiknya tetap dipertahankan. Terlalu sering mengubah SL justru bisa memperbesar risiko kerugian secara keseluruhan.
Trailing stop adalah jenis SL yang bergerak secara dinamis mengikuti arah pergerakan harga. Misalnya, jika harga saham naik dari $100 ke $110, trailing stop bisa menaikkan level SL dari $95 ke $105, sehingga sebagian keuntungan sudah terkunci meskipun pasar masih berpotensi naik.
Trailing stop sangat efektif digunakan saat pasar sedang dalam tren kuat karena memungkinkan keuntungan maksimal sembari tetap menjaga perlindungan dari risiko penurunan harga.
Bayangkan kamu membeli 1 BTC di harga $85.000. Berikut contoh strategi ambil untung bertahap (profit‑taking) yang bisa diterapkan:
Kamu mulai mengamankan sebagian keuntungan ketika harga mencapai target profit awal atau menyentuh area resistance penting pada grafik. Langkah ini membantu menutup risiko awal dan mengembalikan sebagian modal tanpa harus menutup seluruh posisi.
Jika momentum mulai melambat, indikator RSI menunjukkan kondisi overbought, atau harga mencapai level ekstensi Fibonacci utama, kamu bisa melepas setengah dari posisi yang tersisa. Pada tahap ini, sebagian besar profit sudah terealisasi sehingga posisi sisanya bisa dibiarkan berjalan dengan lebih tenang.
Ketika muncul faktor risiko seperti berita regulasi atau perubahan sentimen pasar yang tajam, kamu dapat mengamankan hampir seluruh posisi. Strategi ini masih menyisakan porsi kecil untuk menangkap potensi kenaikan lanjutan, sambil tetap melindungi mayoritas keuntungan yang sudah diperoleh.
Pendekatan bertahap seperti ini mengubah ekspektasi yang samar menjadi strategi keluar yang jelas dan terukur. Dengan mengombinasikan target harga tetap, indikator teknikal, dan sinyal pasar, trader dapat menjaga disiplin dan menghindari keputusan emosional meskipun harga bergerak cepat.
Baca juga: 4 Crypto yang Lagi Disorot Analis Ali Martinez Saat Ini, Apa yang akan Terjadi?
Jika kamu menggunakan aplikasi Pintu, maka berikut adalah langkah-langkah untuk memasang Take Profit serta Stop Loss di Pintu:
Take Profit adalah perintah otomatis untuk menutup posisi trading saat harga mencapai target keuntungan tertentu, membantu mengamankan profit tanpa perlu terus memantau pasar.
Take Profit digunakan untuk mengunci keuntungan saat harga naik sesuai target, sedangkan Stop Loss digunakan untuk membatasi kerugian jika harga bergerak berlawanan dari prediksi.
Take Profit sebaiknya dilakukan saat harga menyentuh level resistance, mencapai rasio risiko-imbalan yang ditargetkan, atau saat indikator teknikal menunjukkan potensi pembalikan arah.
Take Profit Partial adalah strategi mengambil sebagian keuntungan dari posisi trading secara bertahap, sambil membiarkan sisa posisi tetap terbuka untuk potensi profit lebih lanjut.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.