Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Narasi tentang apakah Shiba Inu (SHIB) “mati” kembali ramai dibahas di antara pelaku pasar crypto karena harga SHIB yang tertahan sangat rendah dibanding puncaknya beberapa tahun lalu. Sementara sebagian sentimen muncul sebagai reaksi emosional atas penurunan harga, data on-chain menunjukkan gambaran yang lebih kompleks tentang aktivitas dan ketahanan aset ini. Berikut lima fakta utama yang perlu dipahami oleh investor maupun pemula.
Data terbaru dari on-chain menunjukkan bahwa Shiba Inu masih aktif secara teknikal meskipun pergerakan harga lemah. Indikator seperti exchange netflow menunjukkan akumulasi yang moderat, menunjukkan bahwa sejumlah investor masih melakukan transfer SHIB dari bursa, yang umumnya diartikan sebagai sinyal penahanan jangka panjang.
Aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa SHIB belum ditinggalkan sepenuhnya oleh komunitasnya. Namun, aktivitas on-chain yang moderat tidak berarti pergerakan harga akan langsung positif. Hal ini lebih menunjukkan bahwa jaringan masih memiliki dinamika dan pemegang masih terlibat.
Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Bitcoin & Crypto di Epstein Files: Jejak Awal Crypto Terungkap!

Harga SHIB masih berada pada level sangat rendah, dan mengalami tekanan harga yang cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir. Tren harga jangka menengah hingga panjang menunjukkan bahwa SHIB sudah jauh dari puncak tertinggi sepanjang masa, yang menemukannya berjuang melawan dominasi pasar bearish secara lebih luas. Kondisi ini mencerminkan bahwa narasi “mati” sering kali muncul sebagai respons terhadap tekanan harga tersebut, bukan dari data fundamental jaringan yang gagal sepenuhnya.
Narasi semacam ini juga pernah muncul sebelumnya saat open interest futures SHIB turun signifikan, memicu pertanyaan apakah aktivitas pasar derivatif menurun tajam.
Upaya penghancuran (burn) SHIB yang terus berjalan telah mengurangi suplai koin yang beredar secara perlahan namun konsisten. Data dari blockchain menunjukkan bahwa triliunan SHIB telah dihancurkan secara permanen, menurunkan jumlah token yang tersedia di pasar. Mekanisme deflasi seperti ini dapat menjadi faktor pendukung harga jangka panjang jika permintaan kembali meningkat.
Selain itu, alamat aktif harian SHIB bahkan menunjukkan sedikit kenaikan meskipun volume transaksi besar menurun, menunjukkan bahwa minat ritel mungkin masih bertahan.
Data on-chain lain menunjukkan bahwa beberapa kelompok whale besar masih memegang SHIB dalam jumlah besar, dan banyak pemegang jangka panjang memilih untuk menyimpan daripada menjual saat harga turun. Ini mencerminkan bahwa tidak semua investor meninggalkan proyek, sehingga narasi “dead coin” perlu dilihat lebih hati-hati dibanding sekadar reaksi harga jangka pendek.
Namun, indikator lain seperti open interest dan perdagangan derivatif memberikan gambaran bahwa spekulasi aktif terhadap SHIB memang berkurang, yang merupakan bagian dari fenomena pasar yang lebih luas terhadap aset berisiko tinggi.
Shiba Inu memiliki komunitas yang kuat dan sejumlah inisiatif yang masih berjalan di ekosistemnya—meskipun fokusnya lebih kepada mempertahankan relevansi daripada memicu reli besar dalam waktu singkat. Beberapa pengembang proyek dan pendukung komunitas secara aktif mencoba membangun narasi baru atau integrasi teknologi baru untuk mendukung SHIB jangka panjang.
Secara keseluruhan, meskipun harga SHIB masih lemah dan pasar meme coin lebih tenang dibanding puncak sebelumnya, data on-chain dan aktivitas komunitas menunjukkan bahwa Shiba Inu tidak “mati”. Investor perlu memadukan data teknikal, on-chain, dan tren pasar yang lebih luas ketika menilai prospek SHIB ke depan.
Baca Juga: 4 Fakta Mengejutkan Bitcoin Tembus Rp1,42 Miliar: Mirip Sinyal Teknis BTC April 2025!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.