Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Meningkatnya harga emas dalam setahun terakhir membuat banyak orang beralih ke emas batangan dan perhiasan sebagai alat lindung nilai. Sayangnya, kondisi ini juga dimanfaatkan oknum nakal yang menjual emas palsu atau emas kadar rendah dengan harga seolah-olah emas murni.
Memahami cara dasar membedakan emas asli dan palsu menjadi penting, terutama bagi pembeli ritel yang bertransaksi di luar toko emas besar atau platform resmi. Berikut lima cara praktis yang umum direkomendasikan pakar dan lembaga pengujian logam, yang bisa menjadi panduan awal sebelum memutuskan membeli atau menjual emas.
Langkah pertama yang paling sederhana adalah memeriksa ciri fisik emas, terutama cap kadar (hallmark) dan sertifikatnya. Emas asli yang dijual oleh produsen resmi biasanya memiliki cap kadar yang jelas, misalnya 24K, 23K, 22K, atau angka 999/9999 untuk emas murni.
Cap ini umumnya tercetak rapi, proporsional, dan berada di posisi yang konsisten, seperti bagian dalam cincin atau belakang liontin. Jika cap kadar tampak kabur, tidak simetris, atau tidak lazim, ini perlu diwaspadai.
Selain cap, sertifikat dari lembaga tepercaya menjadi indikator penting untuk emas batangan. Produk seperti emas Antam, UBS, atau logam mulia bersertifikat lain biasanya disertai kartu sertifikat dengan nomor seri yang sama dengan yang terukir di batang emas.
Sertifikat mencantumkan berat, kadar, dan keaslian produk, serta sering kali dilengkapi fitur keamanan seperti hologram. Meski sertifikat masih bisa dipalsukan, keberadaannya sangat memudahkan proses verifikasi di toko emas atau lembaga pembiayaan resmi.
Emas memiliki massa jenis tinggi, sehingga untuk ukuran fisik tertentu ia akan terasa lebih berat dibanding logam lain. Cara sederhana yang sering disarankan adalah menimbang emas dengan timbangan digital yang akurat dan membandingkan hasilnya dengan spesifikasi resmi produsen.
Batangan 1 gram atau 5 gram, misalnya, seharusnya tidak memiliki selisih berat yang signifikan dari standar yang tertera di sertifikat. Selisih besar bisa menandakan adanya campuran logam lain yang terlalu banyak.
Selain berat, dimensi fisik — panjang, lebar, dan tebal — juga bisa memberi petunjuk. Produsen resmi biasanya memiliki standar ukuran yang konsisten untuk setiap pecahan. Beberapa panduan konsumen terbaru menekankan bahwa batang emas palsu kadang sengaja dibuat sedikit lebih tebal atau lebih besar agar beratnya mendekati standar meskipun banyak campuran logam murah di dalamnya. Dengan mengukur dan membandingkan dimensi terhadap referensi resmi dari situs produsen, ini bisa mengurangi risiko tertipu.

Emas asli bersifat non-magnetik, sehingga tidak akan tertarik magnet kuat seperti magnet neodymium. Banyak panduan keamanan emas yang menyarankan konsumen membawa magnet kecil saat berbelanja sebagai uji awal.
Jika “emas” yang dipegang langsung tertarik kuat, besar kemungkinan ada campuran logam feromagnetik yang signifikan di dalamnya. Namun, emas palsu berkualitas tinggi kadang menggunakan logam non-magnetik sebagai campuran, sehingga lulus uji magnet bukan berarti pasti asli.
Baca juga: Mengapa Stok Emas Antam Kosong?
Selain magnet, beberapa penguji tradisional menggunakan “sound test” dengan mengetuk emas menggunakan logam lain dan mendengarkan nada bunyinya. Emas dengan kadar tinggi cenderung menghasilkan bunyi yang jernih dan beresonansi, sedangkan logam campuran sering terdengar lebih pendek dan tumpul.
Meski demikian, metode ini cukup subjektif dan memerlukan pengalaman untuk membedakan perbedaan halusnya. Karena itu, uji magnet dan bunyi sebaiknya dipakai sebagai indikator awal, bukan satu-satunya penentu.
Untuk kepastian lebih tinggi, pakar logam mulia merekomendasikan uji profesional di toko emas besar, Pegadaian, atau laboratorium pengujian. Banyak gerai resmi kini menggunakan alat X-Ray Fluorescence (XRF) yang dapat membaca komposisi logam secara non-destruktif dalam hitungan detik.
Dengan alat ini, kadar emas (misalnya 99%, 91,6%, atau 75%) bisa diketahui tanpa perlu menggores atau merusak permukaan. Hasil uji biasanya ditampilkan dalam bentuk laporan digital yang memuat persentase unsur logam di dalam sampel.
Selain XRF, masih ada metode tradisional seperti uji asam (acid test) yang menggunakan cairan khusus untuk melihat reaksi permukaan emas. Metode ini relatif murah dan banyak dipakai, tetapi kurang disarankan untuk perhiasan halus karena berpotensi meninggalkan bekas.
Beberapa laboratorium juga menawarkan pengujian densitas dan uji destruktif untuk kasus sengketa atau nilai tinggi, misalnya emas batangan besar atau koleksi investasi. Memanfaatkan layanan profesional ini sangat dianjurkan ketika akan bertransaksi dalam jumlah besar atau ragu dengan asal-usul barang.
Baca juga: Harga Emas 25 Gram Tahun 2026
Tips paling penting yang terus diulang oleh pelaku industri adalah membeli emas di kanal resmi dan tepercaya. Di Indonesia, rekomendasi umum adalah membeli lewat butik logam mulia, Pegadaian, bank tertentu, atau toko emas yang sudah memiliki reputasi panjang.
Platform jual beli online juga bisa digunakan, tetapi pastikan marketplace dan penjualnya memiliki rekam jejak baik, ulasan positif, dan kebijakan pengembalian yang jelas. Banyak kasus emas palsu bermula dari transaksi di luar jalur resmi, misalnya melalui media sosial atau penawaran pribadi tanpa bukti.
Indikator lain yang tak kalah penting adalah kewaspadaan terhadap harga yang terlalu murah dibanding harga pasar. Jika harga jauh di bawah patokan harian — misalnya selisih ratusan ribu rupiah per gram dari harga emas Antam atau harga emas perhiasan di toko besar — maka kemungkinan besar ada sesuatu yang tidak wajar.
Pelaku penipuan sering memanfaatkan ketidaktahuan konsumen dengan memberi narasi “butuh uang cepat” atau “harga spesial hari ini saja”. Mengetahui kisaran harga emas harian sebelum bertransaksi adalah langkah sederhana untuk menghindari jebakan tersebut.
Mengetahui emas asli atau palsu membutuhkan kombinasi pengamatan fisik, uji sederhana, dan jika perlu pengujian profesional. Cek cap kadar dan sertifikat, bandingkan berat serta dimensi, gunakan uji magnet dan bunyi secara hati-hati, dan jangan ragu memanfaatkan layanan XRF atau laboratorium jika nilai transaksi besar.
Di atas semuanya, membeli emas di kanal resmi dan tidak tergiur harga jauh di bawah pasar tetap menjadi tameng utama dari penipuan. Dengan langkah-langkah ini, pembeli bisa lebih tenang memanfaatkan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUt), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.
Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
kuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.