Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pasar crypto kembali berada di bawah tekanan setelah Ethereum turun di bawah level psikologis USD2.000. Penurunan ini ikut menyeret banyak cryptocurrency lain dan memicu kekhawatiran, terutama di kalangan investor pemula. Meski demikian, sejumlah analis menilai kondisi saat ini justru mendekati fase kelelahan jual dan berpotensi menjadi titik balik pasar.
Harga Ethereum (ETH) sempat jatuh ke area USD2.040 atau sekitar Rp34,4 juta. Penurunan ini memperburuk sentimen pasar karena level USD2.000 selama ini dianggap sebagai area penting bagi pelaku crypto.
Kondisi tersebut membuat banyak investor bersikap lebih berhati-hati. Namun secara historis, fase tekanan tinggi seperti ini sering muncul menjelang perubahan tren.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik: Bitcoin Sering Rebound di Februari — Pelajaran dari Data Historis

Analis crypto ChainHub menilai penurunan Ethereum mulai menunjukkan tanda kelelahan. Menurutnya, setelah fase penurunan tajam biasanya muncul peluang pemulihan yang sama besarnya.
Ia menekankan bahwa rasa takut ekstrem di pasar cryptocurrency sering muncul di dekat titik balik harga. Pola ini pernah terjadi pada siklus pasar sebelumnya dan menjadi referensi penting bagi investor jangka menengah.
ChainHub menyebut area USD1.700 atau sekitar Rp28,7 juta sebagai zona teknikal penting. Area ini dinilai sejalan dengan struktur koreksi yang lebih luas pada grafik Ethereum.
Meski ada peluang harga menyentuh level tersebut, tidak menutup kemungkinan ETH memantul lebih cepat. Jika harga mendekati zona ini, minat beli diperkirakan mulai kembali muncul.
Pergerakan Ethereum juga dikaitkan dengan Bitcoin (BTC) yang sebelumnya ditolak di level USD72.000. Saat ini, Bitcoin berada di kisaran USD59.000–USD49.000 atau sekitar Rp995 juta hingga Rp827 juta.
Analis menilai area tersebut sebagai zona permintaan penting bagi Bitcoin. Jika BTC berhasil membentuk dasar harga, dampaknya berpotensi menular ke pasar crypto dan mendorong pemulihan Ethereum.
Ethereum bukan satu-satunya cryptocurrency yang menguji level penting. Solana (SOL) turun di bawah USD100 dan sempat menyentuh USD75 atau sekitar Rp1,27 juta.
Altcoin lain seperti Ripple (XRP), Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA), dan Avalanche (AVAX) juga kembali ke area harga terendah sejak 2024. Kondisi ini menunjukkan pasar sedang mencari keseimbangan baru.
Meski tekanan masih ada, banyak indikator menunjukkan pasar crypto mulai mendekati fase konsolidasi. Situasi ini sering menjadi awal pembentukan momentum baru, meski risikonya tetap tinggi.
Bagi investor pemula, memahami level teknikal dan sentimen global menjadi hal penting. Ethereum dan cryptocurrency lain saat ini berada pada fase krusial yang patut diamati dengan pendekatan rasional.
Baca Juga: 5 Perspektif AI: Apakah XRP Akan Turun di Bawah $1 di Februari 2026?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.