Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Aktivitas jaringan crypto kembali mencuri perhatian setelah Ethereum mencetak rekor jumlah pengguna aktif bulanan. Di sisi lain, pergerakan harga dan perilaku trader di pasar derivatif justru menunjukkan kondisi yang belum sepenuhnya stabil. Perbedaan antara data on-chain dan sentimen pasar ini menjadi sorotan penting bagi investor cryptocurrency, baik pemula maupun berpengalaman.
Jumlah alamat aktif bulanan Ethereum (ETH) melonjak ke 15,19 juta, tertinggi sepanjang sejarah. Angka ini mencerminkan kenaikan 38% dalam sebulan, 71% dalam enam bulan, dan 114% secara tahunan.
Lonjakan ini menunjukkan semakin banyak pengguna berinteraksi dengan jaringan Ethereum. Aktivitas tersebut mencakup transfer, penggunaan aplikasi terdesentralisasi, hingga eksekusi smart contract di ekosistem cryptocurrency.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik: Bitcoin Sering Rebound di Februari — Pelajaran dari Data Historis

Kenaikan aktivitas jaringan terjadi setelah periode relatif lesu pada akhir tahun lalu. Pemulihan ini berlangsung cepat dan konsisten, menandakan minat pengguna kembali menguat.
Bagi investor crypto, data on-chain sering dipandang sebagai indikator fundamental. Semakin aktif jaringan, semakin besar potensi utilitas jangka panjang Ethereum sebagai infrastruktur blockchain.

Di pasar derivatif, funding rate Ethereum menunjukkan peningkatan signifikan. Di BitMEX, funding ETH naik ke 0,049%, tertinggi sejak Oktober dan jauh di atas level sebelumnya di sekitar 0,03%.
Kenaikan ini menandakan posisi long semakin dominan. Kondisi leverage yang padat sering kali meningkatkan risiko koreksi harga jika terjadi likuidasi massal.
Di Binance, funding rate ETH bergerak dari negatif sekitar -0,025% pada 5 Februari menuju area netral. Hal ini mengindikasikan tekanan posisi short mulai berkurang.
Open interest baru sebagian besar didorong oleh posisi long. Meski terlihat positif, situasi ini belum otomatis mendorong kenaikan harga Ethereum.
Setelah tekanan jual sebelumnya, Ethereum kini bergerak sideways di kisaran USD2.000–USD2.200. Jika dikonversi, rentang ini setara sekitar Rp33,7 juta hingga Rp37,1 juta.
Stabilisasi ini menunjukkan tekanan jual mulai mereda. Namun, minat beli belum cukup kuat untuk mendorong breakout harga dalam waktu dekat.
Relative Strength Index (RSI) ETH naik ke kisaran 30-an, memberi sinyal pelemahan tekanan jual jangka pendek. Volume perdagangan juga menurun setelah lonjakan sebelumnya.
Dengan leverage yang meningkat dan harga yang masih rapuh, arah selanjutnya sangat bergantung pada permintaan pasar spot. Tanpa dukungan pembelian nyata, risiko koreksi tetap terbuka.
Kombinasi rekor aktivitas jaringan dan leverage tinggi menciptakan dinamika yang kompleks. Secara fundamental, Ethereum menunjukkan kekuatan adopsi, namun dari sisi pasar, risiko jangka pendek masih ada.
Bagi investor pemula, kondisi ini menekankan pentingnya memisahkan data penggunaan jaringan dan perilaku spekulatif. Ethereum dan cryptocurrency lain saat ini berada di fase penentuan arah yang krusial.
Baca Juga: 5 Perspektif AI: Apakah XRP Akan Turun di Bawah $1 di Februari 2026?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.