Saham Bonus: Pengertian, Perbedaan dengan Dividen, dan Contoh Perusahaannya

Di-update
February 15, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Saham bonus merupakan salah satu aksi korporasi yang cukup sering dilakukan perusahaan publik, namun masih kerap disalahpahami oleh investor pemula. Banyak yang mengira saham bonus sama dengan dividen saham, padahal keduanya memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda. Memahami saham bonus penting agar investor tidak keliru menilai dampaknya terhadap nilai investasi, baik di pasar saham maupun dalam konteks perencanaan portofolio jangka panjang.

Pengertian Saham Bonus

Saham bonus adalah saham tambahan yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham lama tanpa pembayaran tunai. Saham ini berasal dari kapitalisasi cadangan perusahaan, seperti agio saham atau laba ditahan, yang kemudian dikonversi menjadi modal saham.

Secara sederhana, perusahaan tidak membagikan uang, melainkan menambah jumlah lembar saham yang dimiliki investor. Nilai total investasi pemegang saham pada dasarnya tetap sama, meskipun jumlah saham bertambah.

Tujuan utama penerbitan saham bonus adalah memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas saham di pasar. Dengan harga saham yang menjadi lebih “terjangkau” setelah penambahan jumlah saham, minat transaksi diharapkan meningkat.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik: Bitcoin Sering Rebound di Februari — Pelajaran dari Data Historis

Perbedaan Saham Bonus dengan Dividen

Perbedaan utama saham bonus dan dividen terletak pada bentuk imbal hasil yang diterima investor. Dividen biasanya dibagikan dalam bentuk tunai (dividen tunai) atau saham baru (dividen saham), sedangkan saham bonus murni berasal dari kapitalisasi internal perusahaan.

Dividen tunai memberikan arus kas langsung kepada investor, sehingga sering menjadi daya tarik bagi investor yang berorientasi pada pendapatan rutin. Saham bonus tidak memberikan kas, tetapi meningkatkan jumlah kepemilikan saham investor dalam perusahaan.

Dari sisi akuntansi, dividen tunai mengurangi kas dan laba ditahan perusahaan. Sebaliknya, saham bonus hanya memindahkan pos cadangan ke modal saham tanpa mengubah total ekuitas. Inilah sebabnya saham bonus sering dianggap bersifat netral terhadap nilai fundamental perusahaan.

Dampak Saham Bonus bagi Investor

2 saham as potensial di tahun 2026
Generated by AI

Penerbitan saham bonus menyebabkan harga saham menyesuaikan secara proporsional. Misalnya, jika investor menerima saham bonus dengan rasio 1:1, maka jumlah saham menjadi dua kali lipat dan harga saham akan turun sekitar 50% secara teoritis.

Walau terlihat seperti “penurunan harga”, nilai total investasi investor tidak berubah. Namun, likuiditas saham biasanya meningkat karena harga per lembar menjadi lebih rendah dan lebih mudah diperdagangkan.

Bagi investor jangka panjang, saham bonus sering dipandang sebagai sinyal kepercayaan diri manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan. Meski demikian, saham bonus bukan jaminan kenaikan harga saham di masa depan.

Contoh Perusahaan yang Pernah Membagikan Saham Bonus

Banyak perusahaan global menggunakan saham bonus atau skema serupa yang dikenal sebagai bonus issue atau stock split. Apple Inc. beberapa kali melakukan pemecahan saham untuk meningkatkan keterjangkauan harga saham bagi investor ritel.

Tesla Inc. juga pernah melakukan stock split yang berdampak serupa dengan saham bonus, yakni meningkatkan jumlah saham beredar tanpa mengubah nilai perusahaan secara fundamental.

Di sektor perbankan Asia, HSBC Holdings pernah melakukan penerbitan saham bonus sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal dan distribusi nilai kepada pemegang saham.

Meski istilah dan mekanismenya bisa sedikit berbeda antar negara, prinsip dasarnya sama: menambah jumlah saham investor tanpa arus kas keluar dari perusahaan.

Apakah Saham Bonus Menguntungkan?

Saham bonus tidak otomatis membuat investor untung atau rugi. Keuntungannya bersifat tidak langsung dan sangat bergantung pada kinerja perusahaan setelah aksi korporasi dilakukan.

Jika setelah saham bonus kinerja perusahaan membaik dan laba meningkat, harga saham berpotensi naik kembali. Sebaliknya, jika fundamental memburuk, saham bonus tidak mampu menahan tekanan harga.

Oleh karena itu, investor sebaiknya tidak menjadikan saham bonus sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi. Analisis kinerja keuangan, prospek industri, dan tata kelola perusahaan tetap menjadi faktor utama.

Kesimpulan

Saham bonus adalah aksi korporasi berupa pembagian saham tambahan tanpa pembayaran tunai yang bertujuan memperkuat struktur modal dan meningkatkan likuiditas saham. Berbeda dengan dividen, saham bonus tidak memberikan arus kas langsung kepada investor, melainkan menambah jumlah kepemilikan saham.

Bagi investor pemula, memahami perbedaan saham bonus dan dividen membantu menghindari salah persepsi terhadap nilai investasi. Saham bonus sebaiknya dipandang sebagai bagian dari strategi perusahaan, bukan sebagai keuntungan instan.

Baca Juga: 5 Perspektif AI: Apakah XRP Akan Turun di Bawah $1 di Februari 2026?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Topik

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8