Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pasar cryptocurrency mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Data terbaru mengindikasikan kembalinya sentimen buy the dip di tengah naiknya kapitalisasi pasar dan aktivitas akumulasi aset. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi investor crypto, baik pemula maupun berpengalaman, untuk memahami arah pasar secara lebih objektif.

Kapitalisasi total pasar crypto sebelumnya sempat turun mendekati USD2,0 triliun atau sekitar Rp33.584 triliun. Dalam perkembangan terbaru, nilai tersebut kembali meningkat ke atas USD2,3 triliun atau setara Rp38.622 triliun. Kenaikan ini menandakan adanya pemulihan awal setelah fase koreksi pasar.
Peningkatan kapitalisasi pasar mencerminkan masuknya kembali modal ke dalam ekosistem cryptocurrency. Investor mulai merespons harga yang lebih rendah sebagai peluang, bukan ancaman. Meski demikian, pasar masih berada dalam fase sensitif terhadap tekanan makro dan sentimen global.
Baca Juga: 7 Dampak Kemenangan Politik Jepang Terhadap Harga BTC & Emas

Buy the dip kembali menjadi narasi utama di pasar crypto setelah harga banyak aset mengalami koreksi tajam. Strategi ini merujuk pada aksi membeli aset saat harga turun dengan ekspektasi pemulihan di masa depan. Kembalinya sentimen ini menunjukkan perubahan psikologis investor dari defensif menjadi lebih oportunistis.
Namun, buy the dip tidak selalu menjamin keuntungan jangka pendek. Investor perlu memahami bahwa sentimen ini biasanya muncul pada fase awal pemulihan, yang masih rentan terhadap volatilitas. Oleh karena itu, pemahaman siklus pasar cryptocurrency tetap menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan.
Salah satu indikator penting pemulihan pasar crypto adalah meningkatnya arus stablecoin ke bursa. Stablecoin sering digunakan sebagai likuiditas siap pakai untuk membeli aset cryptocurrency. Lonjakan arus masuk ini menunjukkan kesiapan investor untuk kembali masuk ke pasar.
Peningkatan inflow stablecoin juga mencerminkan pergeseran dari fase menunggu ke fase eksekusi. Investor tampak mulai menyiapkan modal untuk akumulasi aset, terutama setelah harga terkoreksi cukup dalam. Meski begitu, arus modal ini masih perlu diimbangi dengan volume perdagangan yang stabil.

Data on-chain menunjukkan bahwa berbagai kelompok investor, termasuk dompet kecil dan besar, mulai melakukan akumulasi. Aset crypto secara bertahap ditarik dari bursa ke dompet pribadi, yang sering diartikan sebagai sinyal penyimpanan jangka menengah hingga panjang. Pola ini kerap muncul saat pasar berada di fase transisi.
Akumulasi ini menunjukkan keyakinan bahwa valuasi saat ini dianggap lebih menarik. Investor tidak lagi fokus pada pergerakan harian, tetapi mulai melihat potensi jangka panjang cryptocurrency. Meski demikian, tren ini masih perlu dikonfirmasi oleh stabilitas harga dalam beberapa waktu ke depan.
Meskipun tanda-tanda pemulihan mulai terlihat, pasar crypto masih sangat bergantung pada kemampuan mempertahankan level support utama. Kapitalisasi di atas USD2,3 triliun atau sekitar Rp38.622 triliun menjadi area krusial untuk menjaga momentum positif. Jika level ini gagal dipertahankan, risiko koreksi lanjutan tetap terbuka.
Investor crypto disarankan untuk tidak hanya mengandalkan sentimen jangka pendek. Analisis risiko dan manajemen portofolio tetap diperlukan dalam menghadapi pasar cryptocurrency yang dinamis. Dengan pendekatan yang rasional, fase pemulihan ini dapat dipahami sebagai bagian dari siklus pasar yang lebih luas.
Baca Juga: 5 Fakta Robert Kiyosaki Siap Beli Bitcoin Jika Jatuh ke Level Rp101 Juta
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.