Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Kalau kamu tertarik memahami kesehatan keuangan sebuah perusahaan, neraca (balance sheet) adalah salah satu laporan yang wajib kamu kenal. Lewat neraca, kamu bisa melihat gambaran jelas tentang apa yang dimiliki perusahaan (aset), apa yang menjadi utangnya (liabilitas), dan berapa nilai yang benar-benar menjadi milik pemegang saham (ekuitas) pada satu titik waktu.
Laporan posisi keuangan atau balance sheet adalah gambaran singkat tentang apa yang dimiliki perusahaan (aset), apa yang menjadi kewajiban atau utangnya (liabilitas), dan nilai yang tersisa untuk pemilik perusahaan (ekuitas pemegang saham).
Baca juga: Bunga Deposito: Penjelasan, Cara Hitung, dan Keuntungannya
Laporan ini juga dikenal sebagai statement of financial position dan disusun berdasarkan persamaan akuntansi:
Aset = Liabilitas + Ekuitas

Balance sheet harus selalu seimbang, artinya total aset harus sama dengan total liabilitas ditambah ekuitas. Sebagai salah satu dari tiga laporan keuangan utama, balance sheet digunakan untuk menilai kekuatan keuangan perusahaan, likuiditas (kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek), dan struktur permodalannya.
Secara tampilan, balance sheet biasanya terbagi menjadi dua bagian:
Baik aset maupun liabilitas dikelompokkan lagi menjadi lancar dan tidak lancar (jangka panjang). Akun yang lebih likuid, seperti kas, persediaan, dan utang usaha, ditempatkan di bagian lancar. Sementara akun yang kurang likuid atau jangka panjang, seperti aset tetap (Property, Plant, and Equipment/PP&E) dan utang jangka panjang, dimasukkan ke bagian tidak lancar.
Dilansir dari Investopedia, bagi investor, neraca adalah salah satu alat utama untuk menilai kesehatan keuangan sebuah perusahaan sebelum menempatkan modal. Dari neraca, investor bisa melihat seberapa kuat posisi aset perusahaan, seberapa besar utang yang ditanggung, dan berapa nilai yang benar-benar menjadi milik pemegang saham.
Informasi ini kemudian diolah menjadi berbagai rasio keuangan, seperti rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek, rasio leverage untuk melihat seberapa besar ketergantungan pada utang, hingga return on equity (ROE) dan return on assets (ROA) untuk menilai seberapa efisien perusahaan mengelola aset dan modal pemegang saham.
Akun-akun di bagian aset biasanya disusun dari yang paling mudah sampai yang paling sulit diubah menjadi kas (likuiditas tertinggi ke terendah). Aset dibagi menjadi dua: aset lancar (bisa jadi kas dalam waktu ≤ 1 tahun) dan aset tidak lancar/jangka panjang (disimpan > 1 tahun).
Urutan umum akun dalam aset lancar:
Liabilitas adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak luar: mulai dari tagihan ke pemasok, bunga obligasi, hingga kewajiban membayar gaji, sewa, dan utilitas.
Contoh liabilitas jangka pendek:
Contoh liabilitas jangka panjang:
Beberapa jenis kewajiban bisa diklasifikasikan sebagai off-balance sheet, artinya tidak ditampilkan langsung di dalam neraca, meskipun tetap merupakan komitmen atau risiko bagi perusahaan.
Baca juga: Apa itu Black Card? Cara Mendapatkannya dan Keuntungannya!
Ekuitas pemegang saham adalah bagian nilai perusahaan yang menjadi hak pemilik atau pemegang saham. Ekuitas juga sering disebut net assets, karena merupakan selisih antara total aset dan total liabilitas (aset bersih setelah dikurangi utang ke pihak luar).
Komponen penting dalam ekuitas:
Perlu dicatat, ekuitas pemegang saham tidak sama dengan market capitalization (nilai pasar perusahaan).
Dalam menganalisis balance sheet (neraca), investor biasanya fokus pada beberapa rasio utama yang membantu menilai likuiditas, tingkat utang, dan stabilitas keuangan perusahaan. Beberapa rasio kunci tersebut antara lain:
Dengan memadukan beberapa rasio di atas, investor tidak hanya melihat angka aset dan utang secara mentah, tetapi bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek, struktur modal, dan ketahanan jangka panjangnya.
Pada bagian analisis balance sheet, fokusnya adalah menilai seberapa efisien operasional sebuah bisnis. Caranya, beberapa pos di laporan laba rugi (income statement) akan dibandingkan dengan akun-akun yang ada di neraca (balance sheet).
Berbagai metrik dalam neraca umumnya dikelompokkan dalam beberapa kategori, antara lain:
Beberapa rasio likuiditas utama yang sering digunakan:
Contoh rasio leverage utama:
Sementara itu, rasio efisiensi operasional yang umum dipakai:
Dengan memanfaatkan berbagai rasio di atas, kita bisa menilai seberapa efisien perusahaan menghasilkan pendapatan dan seberapa cepat persediaan berputar menjadi penjualan.
Rasio-rasio ini juga bisa dibandingkan secara:
Perbandingan tersebut membantu menilai kemampuan perusahaan membayar kewajibannya (solvabilitas) dan tingkat leverage yang digunakan.
Analisis yang mendalam juga sebaiknya memasukkan pertimbangan atas kewajiban atau komitmen yang tidak langsung muncul di laporan keuangan, tetapi tetap memengaruhi tingkat risiko perusahaan.
Secara singkat, neraca (balance sheet) adalah peta kondisi keuangan sebuah perusahaan pada satu titik waktu: apa yang dimiliki (aset), apa yang menjadi kewajiban (liabilitas), dan berapa yang benar-benar menjadi milik pemilik atau pemegang saham (ekuitas). Dari satu laporan ini, investor, kreditur, maupun pemilik bisnis bisa menilai kekuatan finansial, likuiditas, struktur modal, serta tingkat risiko yang dihadapi perusahaan.
Dengan memahami komponen utama neraca dan menggunakan berbagai rasio kunci—seperti rasio likuiditas, leverage, dan efisiensi—kamu tidak hanya melihat angka, tetapi juga membaca cerita di balik angka tersebut: apakah perusahaan dikelola dengan sehat, terlalu banyak utang, atau justru punya ruang besar untuk tumbuh.
Pada akhirnya, pemahaman neraca yang baik akan membantumu mengambil keputusan keuangan dan investasi yang lebih bijak dan terukur.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.